Thoyyibun Nafsi Dan Khobitsunnafsi




Thoyyib dan Khobits (28) 

Ini adalah dua gelar yang berlawanan. Bagaimana itu bisa terjadi ? Mari kita simak sabda rosululloh shollallohu alaihi wasallam di bawah ini :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ  يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ ، يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ
Dari Abu Huroiroh roliyallohu anhu bahwasanya rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Bila kalian hendak tidur, setan akan mengikat tiga ikatan di tengkuk kalian. Di tiap ikatan akan dikatakan “ Nikmati malam yang panjang, tidurlah ! “ Bila ia bangun diiringi dzikir maka ikatan pertama akan putus, jika dilanjutkan dengan wudlu, ikatan kedua akan putus. Bila akhirnya ia tunaikan sholat malam maka putuslah ikatan yang tersisa. Di waktu pagi hari, akan bersemangat, hatinya thoyyib (baik). Bila tidak melakukannya (ia habiskan malam dengan tidur tanpa tahajud) maka hatinya akan khobits (buruk), lagi malas  [HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Khuzaimah dan Imam Malik]

Hadits di atas memberi faedah :

1.      Kegiatan setan tiap malam
Membuat tiga ikatan di tengkuk umat islam
2.      Mantra selalu dihembuskan setan di tiap ikatannya
Mantra itu berbunyi “ Alaika lailun thowilun farqud ! “ (Nikmati malam yang panjang, tidurlah)
3.      Manfaat dzikir
Ia akan menghancurkan gangguan setan
4.      Manfaat sholat tahajud
Membuat semangat etos kerja dan memiliki gelar thoyyibun nafs (jiwa yang baik)
5.      Akibat meninggalkan sholat tahajud
Melemahkan semangat dan gelar buruk berupa khobitsunnafs (jiwa yang buruk)

Thoyyib Dan Khobits Harus Nyata




Thoyyib Dan Khobitz (27) 

Dalam komunitas muslim, sulit dikenali mana mukmin dan mana munafiq. Sama-sama bersyahadat, menunaikan sholat, mengucapkan salam, mengenakan baju layaknya sebagai muslim dan lainnya.
Orang kafir quraisy pernah meremehkan nabi shollallohu alaihi wasallam. Mereka mengira bahwa beliau tidak mengetahui mana di antara penduduk Madinah yang sungguh-sungguh dalam keimanannya dan mana yang berdusta dari ikrar syahadat yang mereka pernah ucapkan di hadapan rosululloh shollallohu alaihi wasallam.

Karena itulah, Alloh menurunkan ayat :
مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّى يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, Maka bagimu pahala yang besar  [ali imron : 179]

Banyak pendapat tentang peristiwa yang mengiringi turunnya ayat di atas. Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini turun berkenaan pertanyaan kafir quraisy kepada nabi shollallohu alaihi wasallam “ Wahai Muhammad, engkau mengklaim bahwa siapa yang mengikutimu akan masuk ke dalam aljannah dan yang menyelisihimu akan masuk ke dalam neraka. Beritahukan kepada kami siapa yang beriman kepadamu dan siapa yang tidak beriman kepadamu ? “

Abul Aliyah menerangkan bahwa ayat ini turun ketika orang-orang beriman meminta beliau agar diberi tanda untuk membedakan mana mukmin dan mana kafir.

Dalam banyak ayat dan hadits, kita bisa mengetahui tentang cara membedakan mana mukmin dan munafiq. Diantara sifat munafiq adalah :
1.      Tidak hadir di masjid pada sholat isya dan shubuh
2.      Berkoalisi dengan orang kafir
3.      Pelit terhadap harta
4.      Senang melakukan istihza (menghina atau membuat lelucon yang melecehkan islam)
5.      Mengajak perbuatan munkar dan mencegah perbuatan makruf
6.      Tidak berangkat berjihad. Kalau toh berangkat selalu akan menjadi beban bagi umat islam
Ini hanya sebagian kecil dari sifat mereka yang tercela. Walhasil disimpulkan bahwa alkhobits pada ayat ini adalah munafiq dan ath thoyyib adalah mukmin

Maroji’ :
Zadul Masir, Ibnul Jauzi (maktabah syamilah) hal 73

Tanah Yang Thoyyib Untuk Tayammum




Thoyyib Dan Khobits (26) 

Perintah tayammum Alloh perintahkan dua kali dalam alquran :
وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا
Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu Telah menyentuh perempuan, Kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun  [annisa : 43]

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur  [almaidah : 6]

Berdasar firman Alloh di atas, disimpulkan bahwa tayamum bisa dilakukan dalam dua kondisi : Sakit atau tidak mendapatkan air. Selanjutnya Alloh memerintahkan kita untuk memastikan bahwa tanah yang digunakan untuk tayamum adalah tanah yang thoyyib. Apa yang dimasud tanah yang thoyyib ? Penulis tafsir berkata bahwa tanah yang thoyyib adalah tanah yang suci. Berarti tanah yang terkena najis tidak boleh digunakan untuk tayamum.

Maroji’ :
Tafsir Aljalalain, Jalaluddin Almahalli dan Jalaluddin Asuyuthi (maktabah syamilah) hal 85

Tanah Yang Baik




Thoyyib Dan Khobits (25) 

Orang kafir dan mukmin, ditamtsilkan oleh Alloh dalam banyak bentuk. Diantaranya Alloh umpamakan mereka berdua dengan tanah. Alloh berfirman :

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا كَذَلِكَ نُصَرِّفُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (kami) bagi orang-orang yang bersyukur  [al a’rof : 58]

Albaladuth thoyyib (tanah yang baik) ditujukan buat orang beriman. Ia memiliki sifat tanam-tanamannya subur. Penulis tafsir alwajiz mengatakan :

وهذا مثل المؤمن يسمع القرآن فينتفع به ، ويحسن أثره عليه
Ini adalah perumpamaan orang beriman, mendengarkan alquran lalu bisa mengambil manfaat dan menampakkan jejak-jejak yang baik.

Adapun kelompok kedua adalah khobuts (jelek). Tidak ada pohon yang tumbuh kecuali ujung-ujungnya layu. Penulis tafsir alwajiz berkata :

وهو مثل الكافر يسمع القرآن ، ولا يُؤثِّر فيه أثراً محموداً
Itu adalah perumpamaan bagi orang kafir yang mendengar alquran. Tidak ada padanya bekas-bekas yang terpuji.
Sama-sama mendengar alquran tapi berbeda hasilnya. Lalu kita berada dimana dari dua kelompok di atas ?

Maroji’ :
Alwajiz Fi Tafsiril Kitab Al Aziz, Ali bin Ahmad Alwahidi Abul Hasan (maktabah syamilah) hal 158

Tahiyyatan Thoyyibatan Mubarokatan




Khobits Dan Thoyyib (24) 

Alloh Ta’ala berfirman :
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآَيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Maka apabila kamu memasuki suatu rumah  hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya  [annur : 61]

Ayat di atas mengajarkan kepada kita untuk mengucapkan salam ketika memasuki rumah, baik di dalamnya ada orang atau rumah sedang kosong penghuni. Itu terjadi misalnya saat suami pulang kerja. Sementara istri sedang berada di majlis ta’lim dan anak-anak belum pulang sekolah. Otomatis dia memasuki rumah tanpa ada orang di dalamnya.

Termasuk orang yang memasuki rumah yang baru dibelinya, atau mendiami rumah kontrakan untuk pertama kalinya. Dalam kondisi-kondisi seperti ini maka tetap disyariatkan untuk mengucapkan salam.

Kalau memang tidak ada manusia di dalam rumah, lalu siapa yang akan menjawab ucapan salam kita ? Imam Baghowi menjawab : Para malaikat.
Selanjutnya Imam Baghowi menerangkan tentang lafadz salam untuk rumah kosong :

السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين
Atau bisa juga mengucapkan salam yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas :

السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، السلام على أهل البيت ورحمة الله
Ucapan salam ini, Alloh sebut : Tahiyyatan min indillah (ucapan salam yang ditetapkan di sisi Alloh), mubarokatan (mengandung keberkahan) dan thoyyibatan. Apa arti thoyyibatan pada ayat ini ? Ibnu Asyur berkata : Bersih dan diterima di hati manusia dikarenakan terkandung di dalamnya doa selamat.

Maroji’ :
Maalimuttanzil, Imam Abu Muhammad Husain bin Mas’ud Albaghowi (maktabah syamilah) hal 358
Attahrir Wattanwir, Ibnu Asyur (maktabah syamilah) hal 358