Para Malaikat Mengistighfarkan Orang-Orang Yang Melakukan tahhjir




Istighfar (33) 

Datang lebih awal ke masjid sebelum adzan berkumandang, disebut dengan tahjir. Ia adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Apa manfaat tahjir ? Rosululloh shollallohu alaihi wasallam menjelaskan :

عن أبي هريرةَ رضي الله عنه قَالَ : قالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم:  ......فإِذا دَخَلَ المَسْجِدَ كَانَ في الصَّلاةِ مَا كَانَتِ الصَّلاةُ هِي تَحْبِسُهُ ، وَالمَلائِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ في مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ ، يَقُولُونَ : اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ ، اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيهِ ، مَا لَم يُؤْذِ فيه ، مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ. مُتَّفَقٌ عليه 

Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : .......... Apabila memasuki masjid, ia dinilai menunaikan sholat selama niat sholat berjamaah yang menahannya (untuk tetap berada di dalam masjid). Saat itu malaikat mendoakan seorang diantara kalian selama ia berada di tempat duduknya dimana ia sholat, seraya berdoa (malaikat) : Ya Alloh rahmatilah dia, Ya Alloh ampunilah dia, Ya Alloh terima taubatnya. Doa itu berlaku selama yang bersangkutan tidak mengganggu dan tidak berhadats  [muttafaq alaih]

Hadits di atas dengan jelas menerangkan dua manfaat dari tahjir. Yang bersangkutan dinilai sebagai orang yang sholat terus menerus meski posisinya hanya duduk tidak melakukan kegiatan apapun. Disamping itu, tanpa henti para malaikat mendoakan agar maghfiroh dan rahmat Alloh berikan kepada siapa yang melakukan ibadah sunnah ini.

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam memberi ketentuan bagi siapa saja yang ingin mendapat dua manfaat ini, yaitu tidak mengganggu orang lain dan tidak berhadats.

Para Malaikat Mengistighfarkan Para Ulama




Istighfar (32) 

Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عن أَبي أُمَامَة رضي الله عنه أنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ إنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأهْلَ السَّماوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ في جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِي النَّاسِ الخَيْرَ 
  
Dari Abu Umamah, bahwasanya rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya Alloh, malaikat dan penghuni langit dan bumi hingga semut di lobangnya dan hingga ikan benar-benar mendoakan para pengajar kebaikan kepada manusia  [HR Tirmidzi]

عن أَبي الدرداء رضي الله عنه ، قَالَ : سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم ، يقول : وَإنَّ العَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّماوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ حَتَّى الحيتَانُ في المَاءِ

Dari Abu Darda rodliyallohu anhu, berkata : Aku mendengar rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya seorang alim benar-benar dimohonkan ampun oleh para penghuni langit (malaikat) dan para penghuni bumi hingga ikan yang ada di air  [HR Tirmidzi] 

Hadits pertama menerangkan doa bagi para ulama. Sedangkan hadits kedua berisi permohonan ampun bagi mereka. Ini menunjukkan bahwa kedua hadits saling melengkapi.
Kenapa mereka harus dimohonkan ampun ? Karena mereka bukanlah ma’shum sehingga boleh jadi apa yang mereka sampaikan adalah kebatilan yang tidak mereka sadari. Bukankah zallah (keliru dalam berfatwa) adalah lumrah terjadi pada diri ulama ? Disamping itu, mereka adalah penyambung lidah rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Dari merekalah kebenaran tersingkap dan kebatilan tersingkir. Wajar bila mendapat hak yang seharusnya mereka dapatkan

Para Malaikat Pemilkul Arsy Mengistighfarkan Orang Yang Bertaubat Dan Mengikuti JalanNya




Istitghfar (31)
Alloh Ta’ala berfirman :
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ  رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آَبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ  وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
7.  (Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Robnya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan) : Wahai Rob kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,
8.  Wahai Rob kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang Telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
9.  Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu Maka Sesungguhnya Telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan Itulah kemenangan yang besar".
Ibnul Jauzi menerangkan bahwa para pemikul Arys berjumlah empat yang akan bertambah menjadi delapan pada hari kiamat. Sedangkan Alkhozin menyebut mereka sebagai malaikat paling mulia.
Betapa beruntungnya orang-orang beriman. Mereka didoakan para malaikat yang banyak lagi mulia dengan doa-doa yang agung.
Maroji’ :
Zadul Masir, Ibnul Jauzi (maktabah syamilah) hal 467
Lubabutta’wil Fii Ma’anittanzil, Abul Hasan Ali Bin Muhammad Bin Ibrohim Bin Umar Assyaihi (maktabah syamilah) hal 467