Membalikan sorban saat sholat istisqo


                             Kanan Dan Kiri Dalam Timbangan Aqidah (15)


Ini dilakukan setelah sholat istisqo ditunaikan. Setelah berkhutbah, imam dianjurkan untuk menghadap kiblat lalu berdoa dengan membalikkan sorbannya sebagaimana sebuah riwayat mengatakan :


عَنْ عَبَّاد بْن تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ خَرَجَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِلَى الْمُصَلَّى يَسْتَسْقِى ، وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ، وَقَلَبَ رِدَاءَهُ . قَالَ أَبو بَكْرٍ قَالَ جَعَلَ الْيَمِينَ عَلَى الشِّمَالِ  

Dari Abbad Bin Tamim dari pamannya berkata : Nabi shollallohualaihi wasallam keluar menuju tempat sholat untuk memohon hujan. Beliau menghadap kiblat lalu sholat dua rokaat. Setelah itu membalikkan sorbannya. Abu Bakr berkata : Beliau jadikan bagian kanan sorban menjadi di kiri [HR Bukhori]


Ibnu Hajar Al Atsqolani menerangkan bahwa hikmah dari pembalikan sorban adalah bagian dari tafaul (optimis) bahwa kondisi kemarau akan berubah menjadi hujan


Maroji’ :

Fathul Bari 3/445

   Kecintaan Nabi shollallohu alaihi wasallam memulai sesuatu dengan bagian kanan


                          Kanan Dan Kiri Dalam Timbangan Aqidah (14)


عن عائشة رضي الله عنها ، قالت : كَانَ رسولُ الله  صلى الله عليه وسلم  يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ في شَأنِهِ كُلِّهِ : في طُهُورِهِ ، وَتَرَجُّلِهِ ، وَتَنَعُّلِهِ . متفقٌ عَلَيْهِ .

Dari Aisyah rodliyallohu anha berkata : Rosululloh shollallohualaihi wasallam menyukai bagian kanan untuk semua keadaannya baik untuk bersuci, menyisir dan mengenakan sendal [muttafaq alaih]


وعنها قالت كَانَتْ يَدُ رسول الله صلى الله عليه وسلم اليُمْنَى لِطُهُورِهِ وَطَعَامِهِ ، وَكَانَتِ الْيُسْرَى لِخَلائِهِ وَمَا كَانَ مِنْ أذَىً  

Tangan rosululloh shollallohu alaihi wasallam bagian kanan untuk bersuci dan makan. Adapun yang kiri untuk cebok dan segala sesuatu yang kotor [HR Abu Daud]

Orang Kafir mengelilingi nabi shollallohu alaihi wasallam Di Kanan Dan Kiri



Kanan Dan Kiri Dalam Timbangan Aqidah (13)

Seorang mukmin di saat berada di hadapan alim yang membaca alquran dan menerangkan kandungannya, tentunya akan diam dan menyimak dengan seksama. Selanjutnya mereka akan berusaha mengamalkan apa yang mereka dengar.

Itu berbeda dengan sikap kafir quraisy. Mereka datang mengelilingi nabi shollallohu alaihi wasallam. Mereka dengar dan perhatikan ayat yang dibaca oleh beliau. Untuk apa mereka melakukan itu ? Bukan mencari kebenaran, melainkan untuk mendapatkan sisi kelemahan alquran menurut pandangan mereka. Dengan begitu mereka leluasa untuk mencerca nabi sholallohu alaihi wasallam . Kelakuan mereka disitir oleh Alloh :

فَمَالِ الَّذِينَ كَفَرُوا قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ كَلَّا إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِمَّا يَعْلَمُونَ  

Mengapa orang-orang kafir bersegera datang ke arahmu. Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok. Apakah setiap orang-orang kafir ingin masuk ke dalam jannatun na’im. Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui [ma’arij : 36-39]

Masuk Aljannah Dari Pintu Bagian Kanan




Kanan Dan Kiri Dalam Timbangan Aqidah (12)


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ  ...... يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ الْبَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ وَهُمْ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ مِنَ الأَبْوَابِ  

Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu : .... Alloh berfirman : Wahai Muhammad, masukkan dari umatmu yang tidak dihisab atas mereka dari arah pintu kanan dari pintu-pintu aljannah, adapun selebihnya mereka masuk dari pintu selain pintu bagian kanan  ....  [HR Bukhori Muslim]
Para ulama berpendapat bahwa pintu kanan hanya diperuntukkan bagi umat Muhammad shollallohu alaihi wasallam. Jumalh yang memasukinya ada 70 ribu dimana mereka di dunia tidak pernah minta diruqyah, tida menempel besi panas, tidak percaya tathoyyur dan senantiasa bertawakal kepada Alloh

Peristiwa penting di padang mahsyar


Kanan Dan Kiri Dalam Timbangan Aqidah (11)

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ النَّبِىُّ  صلى الله عليه وسلم .... وَإِنَّهُ سَيُجَاءُ بِرِجَالٍ مِنْ أُمَّتِى ، فَيُؤْخَذُ بِهِمْ ذَاتَ الشِّمَالِ . فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُصَيْحَابِى . فَيَقُولُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ .  



Dari ibnu Abbas : Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya akan didatangkan beberapa laki-laki dari kalangan umatku lalu diambil ke arah kiri. Akupun berkata : Wahai Robku ushoihabi (dari kata ash-habi, maksudnya bukankah mereka sahabatku ?). Alloh berfirman : Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang terjadi pada mereka sesudahmu [HR Bukhori Muslim]


Hadits di atas berkenaan dengan kondisi di padang mahsyar. Ketika matahari didekatkan di atas kepala dengan jarak satu mil, tentu manusia akan kehausan karena cucuran keringat mereka. Tidak ada solusi selain minum dari air telaga yang dimiliki tiap nabi. Untuk kita, umat Muhammad shollallohu alaihi wasallam akan mendapat sambutan dari beliau. Darinya kita bisa minum sehingga tidak akan merasa haus selamanya. Akan tetapi banyak manusia yang terusir dari telaga sebagaimana yang termaktub pada hadits di atas. Syaikh Alu Syaikh merinci pengusiran di telaga dengan mengatakan :


Pengusiran ini terbagi menjadi dua


Kelompok pertama : Pengusiran secara umum


Mereka manusia yang bukan umat nabi shollallohu alaihi wasallam atau mereka manusia kafir. Pengusiran ini terjadi karena setiap nabi memiliki alhaudl :


عَنْ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ لِكُلِّ نَبِىٍّ حَوْضًا وَإِنَّهُمْ يَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةً وَإِنِّى أَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً

Dari Samuroh : berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap nabi memiliki alhaudl. Mereka akan berbangga-bangga, siapa diantara mereka yang paling banyak manusia yang mendatangi telaganya. Aku berharap, semoga aku adalah nabi yang paling banyak didatangi [HR Tirmidzi]


Kelompok kedua : Pengusiran secara khusus


Mereka adalah :


(a) Orang yang murtad sepeninggalan rosululloh shollallohu alaihi wasallam karena menjadi pengikut Musailamah Alkadzab atau Sujah Taimah


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  قَالَ يَرِدُ عَلَىَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَهْطٌ مِنْ أَصْحَابِى فَيُحَلَّئُونَ عَنِ الْحَوْضِ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أَصْحَابِى . فَيَقُولُ إِنَّكَ لاَ عِلْمَ لَكَ بِمَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ ، إِنَّهُمُ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمُ الْقَهْقَرَى

Dari Abu Huroiroh, bahwa rosululloh shollallohu alaihiwasallam bersabda : Akan datang padaku di hari kiamat sekelompok orang dari sahabatku. Mereka terhalangi dari telaga yang membuat aku berkata : Wahai Robku, sahabat-sahabatku ?! Alloh berfirman : Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang terjadi pada mereka sesudahmu. Sesungguhnya mereka murtad kembali ke belakang [HR Bukhori]


(b) Orang-orang munafiq


(c) Orang-orang yang merubah ajaran islam seperti khowarij, syiah, mu’tazilah dan lainnya.


عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ  ...فَأَقُولُ إِنَّهُمْ مِنِّى فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ . فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِى  

Dari Abu Said Alkhudzriyyi : (nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda) Maka aku berkata : Sesungguhnya mereka adalah bagian dariku. Maka dikatakan : Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang terjadi pada diri mereka sesudahmu. Akupun berkata : Menjauhlah ! Menjauhlah !  bagi siapa yang merubah (ajaranku) sesudahku  [HR Bukhori]


(d) Penguasa yang dusta dan rakyat yang mendukungnya


عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ تِسْعَةٌ فَقَالَ إِنَّهُ سَتَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ مَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ

Dari Ka’ab Bin Ujroh berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam keluar menemui kami yang berjumlah sembilan orang. Beliau bersabda : Sesungguhnya akan ada sesudahku para pemimpin. Siapa yang membenarkan kebohongannya dan membantu kedzalimannya maka ia bukan dariku dan aku bukan bagian darinya. Ia juga tidak akan bisa mendekati telagaku. Sedangkan siapa yang tidak membenarkan kebohongannya dan tidak membantu kedzalimannya, maka ia bagian dari diriku dan aku bagian darinya dan dia akan mendekati telagaku [HR Ahmad, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Tirmidzi]