Dasar ke empat puluh satu




                                      Kaedah Ahlussunnah Waljamaah 

مِنَ الدِّيْنِ مَحَبَّةُ الِ بَيْتِ النَّبيّ صلى الله عليه وسلم وَتَوْلِيْهِمْ وَتَعْظِيْمِ قَدْرِ أَزْوَاجِهِ أمَّهَاتِ الْمُؤمِنِيْنَ وَمَعْرِفَةِ فَضْلِهِنَّ وَمَحَبَّةِ أَئِمّةِ الأُمَّةِ وَمُجَانَبَةِ وَبُغْضِ أَهْلِ الْبِدَعِ وَالأَهْوَاءِ
Bagian dari din adalah mencintai keluarga nabi shollallohu alaihi wasallam,memuliakan mereka dan mengagungkan kedudukan istri-istri nabi sebagai ummahatul mu’minin dan mengenal kelebihan mereka dan mencintai imam-imam dari kalangan umat ini disertai menjauhi dan membenci ahlulbid’ah dan ahlul ahwa’

Penjelasan  :

النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ
Nabi itu  lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka [al ahzab : 6]

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا
28.  Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, Maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan Aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.
وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآَخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا
29.  Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, Maka Sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.
يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
30. Hai isteri-isteri nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan di lipat gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.
وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا
31. Dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taat kepada Allah dan rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscata kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan kami sediakan baginya rezki yang mulia.
يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
32. Hai isteri-isteri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآَتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
33. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آَيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا
34. dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan Hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha lembut lagi Maha mengetahui  [alahzab : 28-34]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang Maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu nabi lalu nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih Suci bagi hatimu dan hati mereka. dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah. [al ahzab : 53]

عن يزيد بن حَيَّانَ ، قَالَ : انْطَلَقْتُ أنَا وحُصَيْنُ بْنُ سَبْرَة ، وَعَمْرُو ابن مُسْلِم إِلَى زَيْد بْنِ أرقَمَ رضي الله عنهم ، فَلَمَّا جَلسْنَا إِلَيْهِ قَالَ لَهُ حُصَيْن : لَقَدْ لقِيتَ يَا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأيْتَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم ، وسمعتَ حديثَهُ ، وغَزوْتَ مَعَهُ ، وَصَلَّيْتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يَا زَيْدُ خَيْراً كَثيراً ، حَدِّثْنَا يَا زَيْدُ مَا سَمِعْتَ مِنْ رسولِ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ : يَا ابْنَ أخِي ، وَاللهِ لقد كَبِرَتْ سِنِّي ، وَقَدُمَ عَهدِي ، وَنَسيتُ بَعْضَ الَّذِي كُنْتُ أعِي مِنْ رسولِ الله صلى الله عليه وسلم ، فما حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، ومَا لا فَلاَ تُكَلِّفُونيهِ . ثُمَّ قَالَ : قام رَسُول الله صلى الله عليه وسلم يَوماً فينا خَطِيباً بمَاء يُدْعَى خُمَّاً بَيْنَ مَكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ الله ، وَأثْنَى عَلَيهِ ، وَوعظَ وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : أمَّا بَعدُ ، ألاَ أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإنَّمَا أنَا بَشَرٌ يُوشِكَ أنْ يَأتِي رسولُ ربِّي فَأُجِيبَ ، وَأنَا تارك فيكم ثَقَلَيْنِ : أوَّلُهُمَا كِتَابُ اللهِ ، فِيهِ الهُدَى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكتابِ الله ، وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ ، فَحَثَّ عَلَى كِتَابِ الله ، وَرَغَّبَ فِيهِ ، ثُمَّ قَالَ : وَأهْلُ بَيْتِي أُذكِّرُكُمُ الله في أهلِ بَيْتي ، أذكرُكُمُ الله في أهل بيتي فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : وَمَنْ أهْلُ بَيتهِ يَا زَيْدُ ، أَلَيْسَ نِسَاؤُهُ مِنْ أهْلِ بَيْتِهِ ؟ قَالَ : نِسَاؤُهُ مِنْ أهْلِ بَيتهِ ، وَلكِنْ أهْلُ بَيتِهِ مَنْ حُرِمَ الصَّدَقَةَ بَعدَهُ ، قَالَ : وَمَنْ هُمْ ؟ قَالَ : هُمْ آلُ عَلِيٍّ وَآلُ عقيل وَآلُ جَعفَرَ وآلُ عَبَّاسٍ . قَالَ : كُلُّ هؤلاء حُرِمَ الصَّدَقَةَ ؟ قَالَ : نَعَمْ
Dari Yazid bin Hayyan berkata : Aku, Hushain bin Sabroh dan Amru bin Muslim bertolak menuju Zaid bin Arqom rodliyallohu anhum. Ketika kami duduk menghadapnya, Hushain berkata : Sungguh engkau wahai Zaid telah mendapat banyak kebaikan. Engkau pernah melihat rosululloh shollallohu alaihi wasallam, mendengar haditsnya, perang bersamanya, sholat di belakangnya. Sungguh engkau wahai Zaid telah mendapat banyak kebaikan. Oleh karena itu wahai Zaid, tolong sampaikan kepadaku hadits yang pernah engkau dengar dari rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Zaid berkata : Wahai anak saudaraku, demi Alloh usiaku telah lanjut, ajalku telah dekat dan aku telah banyak lupa apa yang pernah aku dengar dari rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Apa yang bisa aku sampaikan maka terimalah dan apa yang aku tidak mampu maka jangan memaksaku. Selanjutnya Zaid berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam pernah berdiri di hadapan kami pada suatu hari untuk berkhutbah di sebuah mata air yang disebut dengan Khum (Ghodir Khum) yang terletak antara Mekah dan Madinah. Beliau memuji dan dan mengagungkan Alloh, memberi nasehat dan memberi peringatan. Selanjutnya bersabda : Amma ba’du. Wahai sekalian manusia ! Sesungguhnya aku adalah manusia dimana telah dekat utusan Robku (malaikat pencabut nyawa), akupun akan menjawab panggilannya. Aku tinggalkan kepada kalian dua pusaka : Yang pertama adalah kitabulloh. Di dalamnya terdapat alhuda dan annur. Ambillah kitabulloh dan berpegang teguhlah dengannya. Beliau memotifasi dan menyemangati kami terhadapnya. Lalu beliau bersabda : Aku ingatkan kepada kalian. Beliau selanjutnya bersabda : dan ahli baitku, aku peringatkan kepada kalian akan ahli baitku ! Aku peringatkan kalian akan ahli baitku ! Hushain berkata kepadanya : Siapa yang dimaksud dengan ahli bait, wahai Zaid ? Bukankah istri-istri beliau adalah ahlul bait ? Zaid berkata : Istri-istri beliau adalah ahli bait, akan tetapi ahli bait yang dimaksud adalah siapa saja yang diharamkan memakan harta shodaqoh. Hushain bertanya : Siapa mereka itu ? Zaid berkata : Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Uqail, keluarga Ja’far dan keluarga Abbas. Hushain bertanya : Apakah mereka semua adalah ahli bait ? Zaid berkata : Benar  [HR Muslim]

Dasar ke empat puluh




                                               Kaedah Ahlussunnah Waljamaah 

الصَّحَابَةُ الْكِرَامُ كُلُّهُمْ عُدُوْلٌ وَهُمْ أَفْضَلُ هَذِهِ الأُمَّةِ وَمَحَبَّتُهُمْ دِيْنٌ وَ إِيْمَانٌ وَبُغْضُهُمْ كُفْرٌ وَنِفَاقٌ مَعَ الْكَفِّ عَمَّا شَجَرَ بَيْنَهُمْ وَأَفْضَلُهُمْ أبُوْ بَكرٍ ثُمَّ عُمَرُ ثُمَّ عُثْمَانُ ثُمَّ عَلِىّ وَهُمْ الْخُلَفَاءُ الرَّاشِدُوْنَ
Para sahabat yang mulia semuanya adil mereka adalah umat yang terbaik, mencintai mereka bagian dari din dan iman membenci mereka bagian dari kekufuran dan kemunafikan, wajib berdiam diri terhadap perselisihan yang terjadi antara mereka, yang paling afdhol diantara mereka adalah Abu Bakar lalu Umar kemudian Utsman dan terakhir adalah Ali, mereka semua adalah khulafaurrosyidin.

 Penjelasan  :

 لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
8.  (juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. mereka Itulah ash shodiqun  (orang-orang yang benar)

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
9.  Dan orang-orang yang Telah menempati kota Madinah dan Telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah almuflihun (orang orang yang beruntung)

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
10.  Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan Saudara-saudara kami yang Telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." [al hasyr : 8-10]

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. [attaubah : 100]

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ أُولَئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الَّذِينَ أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Dan Mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [alhadid :10]

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
Sesungguhnya Allah Telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon,Maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) [alfath : 18]

عَنْ أَبى سَعِيدٍ الْخُدْرِىُّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ فَيَغْزُو فِئَامٌ مِنَ النَّاسِ ، فَيَقُولُونَ فِيكُمْ مَنْ صَاحَبَ رَسُولَ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  فَيَقُولُونَ نَعَمْ . فَيُفْتَحُ لَهُمْ . ثُمَّ يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ فَيَغْزُو فِئَامٌ مِنَ النَّاسِ ، فَيُقَالُ هَلْ فِيكُمْ مَنْ صَاحَبَ أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  فَيَقُولُونَ نَعَمْ . فَيُفْتَحُ لَهُمْ ، ثُمَّ يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ فَيَغْزُو فِئَامٌ مِنَ النَّاسِ ، فَيُقَالُ هَلْ فِيكُمْ مَنْ صَاحَبَ مَنْ صَاحَبَ أَصْحَابَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  فَيَقُولُونَ نَعَمْ . فَيُفْتَحُ لَهُمْ
Dari Abu Said Alkhudzriyy : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Akan datang masa pada manusia, dimana sekelompok orang berperang. Mereka berkata : Apakah di antara kalian ada sahabat rosululloh shollallohu alaihi wasallam? Mereka menjawab : Benar ! Akhirnya mereka mendapat kemenangan. Lalu datang masa dimana sekelompok orang berperang, dikatakan : Adakah di antara kalian orang yang pernah bersahabat dengan sahabat rosululloh shollallohu alaihi wasallam ? Mereka berkata : Benar ! Akhirnya mereka mendapat kemenangan. Kemudian akan datang masa dimana sekelompok orang berperang, dikatakan : Adakah diantara kalian orang yang pernah bersahabat dengan orang yang pernah bersahabat dengan sahabat rosululloh shollallohu alaihi wasallam ? Mereka menjawab : Benar ! Akhirnya mereka mendapat kemenangan  [HR Bukhori]

عَنْ عِمْرَانَ بْن حُصَيْنٍ رضى الله عنهما  يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم خَيْرُ أُمَّتِى قَرْنِى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ  قَالَ عِمْرَانُ فَلاَ أَدْرِى أَذَكَرَ بَعْدَ قَرْنِهِ قَرْنَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا  ثُمَّ إِنَّ بَعْدَكُمْ قَوْمًا يَشْهَدُونَ وَلاَ يُسْتَشْهَدُونَ ، وَيَخُونُونَ وَلاَ يُؤْتَمَنُونَ ، وَيَنْذُرُونَ وَلاَ يَفُونَ ، وَيَظْهَرُ فِيهِمُ السِّمَنُ
Dari Imron bin Hushain : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Sebaik-baik umatku adalah mereka yang hidup pada masaku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya lagi. Imran berkata : Aku tidak ingat lagi apakah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyebutkan generasi setelah masa beliau dua kali atau tiga ? Kemudian akan ada setelah masa kalian orang-orang yang memberikan kesaksian sebelum ia diminta, mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya, mereka bernadzar tapi tidak memenuhi nadzarnya, dan badan mereka tampak gemuk-gemuk  [HR Bukhori Muslim]

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم صلى الله عليه وسلم لَوْ أَنَّ الأَنْصَارَ سَلَكُوا وَادِيًا أَوْ شِعْبًا ، لَسَلَكْتُ فِى وَادِى الأَنْصَارِ ، وَلَوْلاَ الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنَ الأَنْصَارِ
Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu : Dari nabi shollallohu alaihi wasallam : Seandainya Anshor meniti suatu lembah, tentu aku akan meniti lembah Anshor. Kalau bukan karena hijroh aku pasti berada di kelompok Anshor [HR Bukhori]

عن الْبَرَاء رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم أَوْ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم الأَنْصَارُ لاَ يُحِبُّهُمْ إِلاَّ مُؤْمِنٌ وَلاَ يُبْغِضُهُمْ إِلاَّ مُنَافِقٌ فَمَنْ أَحَبَّهُمْ أَحَبَّهُ اللَّهُ وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ أَبْغَضَهُ اللَّهُ
Dari Barro bin Azib rodliyallohu anhu : Aku mendengar nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Al Anshor, tidaklah yang mencintai mereka kecuali mukmin. Tidaklah membenci mereka kecuali munafiq. Barangsiapa mencintai mereka, Alloh akan mencintai mereka dan barangsiapa yang membenci mereka maka Alloh akan membenci mereka  [HR Muslim]

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ آيَةُ الإِيمَانِ حُبُّ الأَنْصَارِ ، وَآيَةُ النِّفَاقِ بُغْضُ الأَنْصَارِ
Dari Anas bin Malik rodliyallohu anhu : Dari nabi shollallohu alaihi wasallam Ciri iman adalah mencintai anshor dan cirri kemunafikan adalah membenci anshor  [HR Muslim]

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تسبوا أصحابي، فوالذي نفسي بيده لو أن أحدكم أنفق مثل أحدٍ ذهبا ما أدرك مد أحدهم ولا نصيفه
Dari Abu Huroiroh : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Janganlah kalian mencela sahabatku ! Demi jiwaku yang ada di tanganNya, seandainya seorang di antara kalian berinfaq setara dengan emas sebebsar gunung uhud, maka tidaklah bisa menyamai satu mud seorang di antara mereka atau setengahnya  [HR Muslim]


Dasar ke tiga puluh sembilan


                                              Kaedah Ahlussunnah Waljamaah 

الإمَامَةُ تُثْبِتُ بِإِجْمَاعِ الأُمَّةِ أَوْ بَيْعَةِ ذَوِى الْحَلِّ وَالْعَقْدِ مِنْهُمْ وَمَنْ تَغَلَّبَ وَاجْتَمَعَتْ عَلَيْهِ الْكَلِمَةُ وَجَبَتْ طَاعَتُهُ فِى الْمَعْرُوْفِ وَحَرُمَ الْخُرُوْجُ عَليْه إِلاَّ إِذَا أَظْهَرَ كُفْرًا بُوَاحًا فِيْهِ مِن الله بُرْهَانٌ          
Imamah ditetapkan berdasarkan ijma umat atau baiat dari dzawil halli wal aqdi diantara mereka maka siapa yang unggul dan telah sepakat kalimat untuk mengangkatnya menjadi imam wajib untuk ditaati dalam hal-hal yang ma’ruf dan diharamkan keluar untuk melawannya kecuali bila imam menampakkan kekufuran nyata yang sudah ada burhan dari Alloh

Penjelasan  :

فَإِنَّ مَنْ خَرَجَ مِنَ الْجَمَاعَةِ قَيْدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الإِسْلاَمِ مِنْ عُنُقِهِ إِلَى أنْ يَرْجِعَ ...  قَالُوْا يَارَسُوْلَ الله وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ ؟ قاَلَ وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ وَزَعَمَ أنَّهُ مُسْلِمٌ  رواه احمد.
.barangsiapa yang keluar dari jamaah sejengkal saja maka ia telah melepaskan ikatan islam dari lehernya sehingga ia kembali lagi … mereka bertanya : sekalipun ia sholat dan shoum ? beliau menjawab : sekalipun ia shoum, sholat dan mengaku bahwa dirinya adalah muslim. [HR Ahmad]

اسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا وَإنِ اسْتَعْمَلَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ كَأَنَّ رَأْسَهُ زَبِيْبَةٌ  
Dengar dan taatilah sekalipun kamu diperintah oleh seorang budak Habasyah yang rambutnya seperti anggur kering [HR Bukhori]

Dasar ke tiga puluh delapan




                                              Kaedah Ahlussunnah Waljamaah 

مَنْ خَرَجَ عَلىَ الْجَمَاعَةِ وَجَبَ نُصْحُهُ وَدَعْوَتُهُ وَمُحَاوَرَتُهُ بِالَّتِى هِىَ أحْسَنُ وَإقامَةُ الْحُجَّةِ عَلَيْهمْ فَإنْ تَابَ وَرَجَعَ وَإلاَّ عُوْقِبَ بمَا يَسْتَحِقُّ شَرْعًا     
Siapa keluar untuk melawan aljamaah maka wajib dinasehati, dida’wahi dan diajak diskusi dengan cara yang ahsan serta ditegakkan hujjah atas mereka, bila bertaubat dan ruju’ maka kita terima namun kalau sebaliknya maka wajib ditegakkan hukuman sesuai syar’i

Penjelasan  :

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya ! tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain[bughot], hendaklah yang (bughot) melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau dia Telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.  [alhujurot : 9]



Dasar ke tiga puluh tujuh




                                            Kaedah Ahlussunnah Waljamaah 

لاَ يَجُوْزُ التَّفَرُّقُ فِى الدِّيْنِ وَلاَ زَرْعُ الْفِتْنَةِ بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ الْمُسْلِمِوْنَ فَعَلَيْهمْ رَدُّهُ إلىَ كِتَابِ الله وَسُنَّةِ رَسُوْلِهِ صلى الله عليه وسلم وَمَا كانَ عَلَيْهِ السَّلَفُ الصَّالِحُ
Tidak boleh berpecah di dalam memahami islam tidak pula menanam benih fitnah antar umat islam,apa yang diperselisihkan oleh umat islam maka dikembalikan kepada kitabulloh dan sunnah rosululloh shollallohu alaihi wasallam dan pemahaman assalaf ash sholih.

Penjelasan  :

وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ  مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Dan janganlah kamu termasuk orang-orang  yang mempersekutukan Allah,Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka [arruum:31-32]

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ
Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang addin apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah addin dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)  [asy syuro : 13]

Abdulloh bin Mas’ud berkata :

 مَنْ كان مُسْتنّا فَلْيَسْتن بمَنْ قَدْ مَاتَ أولئكَ أَصْحابُ مُحمد صلى الله عليه وسلم كانوا خَيرَ هذه الأمَّة ، وأَبَرها قُلوبا ، وأَعْمقَها عِلْما ، وأَقَلّها تَكلفا ، قَوم اخْتارَهُمُ اللهُ لِصُحْبَة نَبيه صلى الله عليه وسلم ونَقلِ دينه فَتَشبَّهوا بأَخْلاقِهِم وطَرائِقِهم ؛ فَهُمْ كانوا عَلَى الهَدْي المُستقِيم
Barangsiapa melaksanakan sunnah maka ikutilah sunnah orang yang telah mati. Mereka itulah para sahabat Muhammad shollallohu alaihi wasallam. Mereka adalah sebaik-baik manusia dari kalangan umat ini, hati-hati mereka paling bersih, paling dalam ilmunya, paling sedikit takalluf (sikap mempersulit diri dalam hal ibadah). Mereka adalah kaum yang dipilih oleh Alloh untuk bersahabat dengan nabi shollallohu alaihi wasallam untuk menyampaikan dinnya (kepada kita), oleh karena itu tirulah akhlaq dan thoriqoh mereka, karena mereka berada di atas petunjuk yang lurus