Kenapa Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam Banyak Beristighfar ?


Dzikrulloh (26)

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam biasa melewati hari-harinya dengan memperbanyak bacaan istighfar sebagaimana pengakuan beliau :

عن أبي هريرةَ رضي الله عنه قَالَ : سمعْتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول والله إنِّي لأَسْتَغْفِرُ الله وأَتُوبُ إِلَيْه في اليَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً  

Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu berkata : Aku mendengar rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Demi Alloh, sesungguhnya aku biasa beristighfar kepada Alloh dan bertaubat kepadaNya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali [HR Bukhori]

عن الأَغَرِّ بنِ يسار المزنِيِّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، تُوبُوا إِلى اللهِ واسْتَغْفِرُوهُ ، فإنِّي أتُوبُ في اليَومِ مئةَ مَرَّةٍ  

Dari Aghor Bin Yasar Almuzanni rodliyallohu anhu berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Wahai manusia, bertaubatlah kepada Alloh dan memohon ampunlah kepadaNya, karena sesungguhnya aku biasa bertaubat dalam sehari sebanyak seratus kali [HR Muslim]

Kenapa ini beliau lakukan ? Bukankan beliau mendapat jaminan kemaksuman ? Jawaban dari pertanyaan ini adalah apa yang disampaikan rosululloh shollallohu alaihi wasallam dalam sebuah kesempatan : 

عن الأَغَرِّ المزني رضي الله عنه أنَّ رسُول اللهِ صلى الله عليه وسلم قال إنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِي ، وإنِّي لأَسْتَغفِرُ اللهَ في اليَوْمِ مِئَةَ مَرَّةٍ  

Dari Aghor Bin Yasar Almuzanni rodliyallohu anhu : bahwa rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya benar-benar terasa berat menimpa hatiku dan sesungguhnya aku biasa  beristighfar kepada Alloh dalam sehari seratus kali [HR Muslim]

Apa yang dimaksud “ Sesungguhnya benar-benar terasa berat menimpa hatiku “ ? Qodli Iyadl memberi jawaban bahwa terkadang karena urusan dunia membuat beliau terhenti dari dzikrulloh. Bagi beliau ini adalah bagian dari dosa yang harus ditebus dengan bacaan istighfar. Hal itu disebabkan, kondisi nabi shollallohu alaihi wasallam senantiasa berada dalam dzikrulloh sebagaimana yang beliau sabdakan :

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ.

Dari Aisyah berkata : Nabi shollallohu alaihi wasallam senantiasa berdzikir kepada Alloh dalam setiap keadaannya [HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah]

Maroji’ :

Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Atsqolani 18/62

Maksiat Memalingkan Manusia Dari Dzikrulloh


Dzikrulloh (25)

Dzikrulloh dan sholat adalah ruh kehidupan. Tanpa keduanya, hidup manusia tidak akan ada artinya. Oleh karena itu Alloh memerintah kita untuk menjaganya dari hal-hal yang membuat kita terlalai dari keduanya. Maksiat adalah perusak utama. Dari sekian maksiat yang ada, maka yang paling membahayakan adalah judi dan khomr.

Seorang penjudi ketika dia memenangkan perjudian, dirinya akan bahagia. Tentu bahagia di atas kekalahan yang ada pada saudaranya. Bila kalah, dia akan melihat temannya dengan tatapan kebencian. Ini menunjukkan betapa buruknya hati penjudi.

Seorang yang menenggak khomr, otaknya akan kehilangan kesadaran. Riwayat seorang sholih yang melakukan zina dan membunuh orang yang melihat perbuatannya, diawali dengan minum khomr. Oleh karena itu, Alloh berfirman :

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari dzikrullah dan shalat; maka berhentilah kamu dari mengerjakan pekerjaan itu [almaidah : 91]

Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata tentang ayat ini :

بيان علة تحريم شرب الخمر ولعب الميسر وهي إثارة العداوة والبغضاء بين الشاربين واللاعبين والصد عن ذكر الله وعن الصلاة وهما قوام حياة المسلم الروحية .

Ayat di atas berisi penjelasan tentang illat (dasar, sebab) haramnya meminum khomr dan berjudi, yaitu mendatangkan permusuhan dan kebencian diantara para peminumnya dan pemain judi dan menghalangi dari dzikrulloh dan sholat, padahal keduanya adalah tiang tegaknya kehidupan dan ruh seorang muslim

Maroji’ :

Aisaruttafasir, Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi (maktabah syamilah) hal 123


Setan Yang Membuat Manusia Lalai Dari Dzikrulloh


Dzikrulloh (24)

Inilah program setan. Mereka palingkan anak keturunan Adam dari mengingat Alloh. Muhammad Amin Asy Syanqithi dalam adl waul bayan menyebut ada empat ayat dalam alquran yang membicarakan masalah ini, yaitu :

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi [almujadilah : 19]

فَأَنْسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ فَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ

Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya [yusuf : 42]

وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang dzalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). [al an’am : 68]

وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ وَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا

Dan tidaklah yang melupakanku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali [yusuf : 63]

Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata tentang surat almujadilah ayat 19 :

من علامات استحواذ الشطيان على الإِنسان تركه لذكر الله بقلبه ولسانه ولوعده ووعيده بأعماله وأقواله

Diantara tanda berhasilnya setan menguasai manusia adalah ia meninggalkan dzikrulloh dengan hati dan lesan untuk mengingat janji dan ancaman Alloh berkenaan amal dan ucapannya.

Maroji’ :

Adl Waul Bayan, Muhammad Amin Asy Syanqithi (maktabah syamilah) hal 544

Aisaruttafasir, Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi (maktabah syamilah) hal 544

Harta Dan Anak Bisa Melalaikan Pemiliknya Dari Dzikrulloh


Dzikrulloh (23)

Qorun adalah salah satunya. Di awal hidupnya, dia termasuk orang yang taat kepada ajaran nabi Musa. Kekayaanlah menjadi awal petaka bagi keimanannya. Lupa kepada Alloh yang telah memberikan karunia harta lalu menyombongkan diri. Kekayaan yang dimiliki, oleh Alloh difirmankan :

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآَتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ

Sesungguhnya Qorun adalah termasuk kaum Musa, ia bertindak melampaui batas terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang banyak yang kuat-kuat [alqoshosh : 26]

Ketika diingatkan bahwa kemewahan yang ada pada dirinya berasal dari Alloh yang harus disyukuri, dengan pongah dia berkata :

إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي

Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku [alqoshosh : 78]

Karena harta bisa membuka peluang seseorang lalai dari mengingat Alloh, maka Alloh memberi taujih :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari dzikrulloh. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi [almunafiqun : 9]

Beragam penafsiran para ulama tentang makna dzikrulloh pada ayat ini. Dalam tafsir ruhul ma’ani disebutkan bahwa Alhasan Albasri berkata : Dzikrulloh adalah semua perintah wajib. Adl Dlohak berkata : Sholat lima waktu. Alkalbi berkata : Jihad bersama rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Ada juga yang berpendapat dzikrulloh adalah membaca alquran.

Bila digabung, maka ayat di atas bermakna tidak boleh harta dan anak membuat seorang muslim lalai dari perintah Alloh yang wajib, sholat lima waktu, jihad dan tilawatul quran. Oleh karena itu, Alloh memberi kriteria seorang berhak disebut sebagai rijal dengan terikatnya seseorang dengan dzikrulloh meski dikelilingi oleh kesibukan dunia :

رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari dzikrulloh dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang [annur : 37]

Maroji’ :

Ruhul Ma’ani Fi Tafsir Alquran Al’adzim Wassab’il Matsani, Syihabuddin Mahmud Bin Abdulloh Alhusaini Al Alusi (maktabah syamilah) hal 555

Manfaat Dzikrulloh Sebelum Tidur


Dzikrulloh (22)

Seorang muslim disyariatkan untuk berwudlu sebelum tidur. Ketika berada di atas ranjang, ia berdzikir dengan bacaan-bacaan yang diajarkan oleh nabi shollallohu alaihi wasallam. Bila ini dilakukan, setidaknya ada dua manfaat yang akan diperoleh :

Pertama : Terkabulnya doa saat terjaga :

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ  مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَبِيتُ عَلَى ذِكْرٍ طَاهِرًا فَيَتَعَارُّ مِنَ اللَّيْلِ فَيَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Dari Muadz Bin Jabal dari nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Tidaklah seorang muslim yang tidur dalam keadaan dzikir dan suci lalu ia bangun di malam hari seraya berdoa kepada Alloh tentang kebaikan dunia dan akhirat, kecuali Alloh akan mengabulkannya [HR Abu Daud]

Kedua : Bila meninggal saat tidur, maka ia mati dalam keadaan fitroh :

عن البراءِ بنِ عازبٍ رضي الله عنهما ، قَالَ : قَالَ رسولُ الله  صلى الله عليه وسلم إِذَا أَتَيتَ مَضْجعَكَ فَتَوَضَّأْ وَضُوءكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأيْمَن ، وَقُلْ : اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوضْتُ أَمْرِي إليكَ ، وأَلْجَأتُ ظَهرِي إلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرهْبَةً إليكَ ، لا مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إليكَ ، آمَنْتُ بِكِتابِكَ الَّذِي أنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أرْسَلْتَ، فإنْ مِتَّ مِتَّ عَلَى الفِطْرَةِ ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ  متفق عَلَيْهِ .

Dari Barro Bin Azib rodliyallohu anhuma berkata : Rosululloh shollallohu alihi wasallam bersabda : Bila engkau hendak mendatangi tempat tidurnya maka berwudlulah sebagaimana wudlu untuk sholat lalu berbaringlah di atas rusuk kanan dan membaca : Allohumma aslamtunafsii ilaika wawajjahtu wajhii ilaika wafawadltu amrii ilaik wa alja-tu dzohrii ilaika roghbatan warohbatan ilaika laa malja-a walaa manja minka illa ilaika aamantu bikitaabikal ladzii anzalta wabinabiyyikal ladzii arsalta (Ya Alloh, aku serahkan diriku kepadaMu. Aku hadapkan wajahku kepadaMu. Aku serahkan urusanku kepadaMu. Aku sandarkan punggungku kepadaMu atas dasar cinta dan takut kepadaMu. Tidak ada tempat kembali dan tempat keselamatan darimu kecuali kepadaMu. Aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan nabiMu yang Engkau utus). Bila engkau mati, maka engkau mati dalam keadaan fitroh dan jadikan bacaan ini sebagai akhir apa yang engkau ucapkan [muttafaq alaih]