Pakaian Khusus Untuk Sholat



Pakaian Dalam Sholat (2)

Ada sebagian muslim yang membeli baju gamis atau baju koko dan sarungnya. Kedua jenis pakaian ini hanya dikenakan saat sholat. Perbuatan ini sangat dianjurkan. Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلاَمٍ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ مَا عَلَى أَحَدِكُمْ لَوِ اشْتَرَى ثَوْبَيْنِ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ سِوَى ثَوْبِ مِهْنَتِهِ

Dari Abdulloh Bin Salam : Bahwa dia mendengar rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda di atas mimbar pada hari jumat : Kenapa engkau tidak membeli dua buah baju khusus hari jumat selain baju kerjamu [HR Ahmad]

Pakaian Harus Dari Harta Halal



Pakaian Dalam Sholat (1)

Hal ini berkaitan dengan kemabruran ibadah yang ditunaikan. Bacaan dalam sholat hampir seluruhnya didominasi oleh doa. Bagaimana mungkin doa terkabul sementara pakaian yang melekat di badan berasal dari harta haram. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى :  يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً  وَقاَلَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ  ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan [HR Muslim]

Raja Najasyi



Tangisan Karena Quran (8)

Saat rosululloh shollallohu alaihi wasallam melihat penderitaan kaum muslimin di Mekah akibat gangguan kaum kafir quraisy, beliau perintahkan sebagian mereka untuk berhijrah ke negeri Habasyah.

Barangkatlah rombongan pertama, mereka adalah : Utsman Bin Affan beserta istrinya Ruqoyyah, Abu Khudzaifah Bin Uqbah beserta istrinya Sahlah Binti Sahl Bin Amru, Abu Salamah Bin Abdul Asad beserta istrinya Ummu Salamah Binti Umayyah, Amir Bin Robi’ah beserta istrinya Laila Binti Abi Khoitsamah, Zubair Bin Awwam, Abdulloh Bin Mas’ud, Abdurrohman Bin Auf, Mush’ab Bin Umair, Utsman Bin Madz’un, Hathib Bin Amru dan Suhail Bin Baidlo.

Setelah itu disusul oleh rombongan kedua yang dipimpin Ja’far Bin Abdul Muthollib. Secara keseluruhan jumlah mereka adalah delapan puluh dua laki-laki belum termasuk wanita dan anak-anak.

Penguasa Habasyah yang nasrani, Raja Najasyi bertanya kepada pimpinan rombongan, yaitu Ja’far Bin Abdul Muthollib :

ما يقول صاحبكم في عيسى وأمه؟

Apa yang dikatakan sahabat kalian (rosululloh) tentang Isa dan ibunya

Ja’far menjawab :

هو عبد الله ورسوله وكلمة الله وروح منه ألقاها إلى مريم العذراء

Dia adalah hamba Alloh dan rosulNya, kalimat Alloh dan ruh yang berasal darinya yang disampaikan kepada Maryam sang gadis

Mendengar penjelasan ini, raja Najasyi mengambil sebuah kayu di tanah seraya berkata :

والله ما زال صاحبكم على ما قال عيسى قدر هذا العو

Demi Alloh, sahabatmu (rosululloh) masih sama dengan apa yang dikatakan oleh Isa sesuai dengan kadar kayu ini.

Selanjutnya raja Najasyi berkata :

هل تعرفون شيئاً مما أُنزل على صاحبكم؟

Apakah kalian mengenal sesuatu (ayat) yang diturunkan kepada sahabat kalian ?

Ja’far berkata : Benar. Lalu ia membacakan ayat-ayat yang ada di surat maryam yang berisi tentang hakekat Isa dan Maryam

Mendengar ayat-ayat ini, mereka menangis karena mengakui kebenaran alquran. Raja Najasyipun segera bersyahadat dan berkata :

اذهبوا فأنتم سيوف بأرضي

Pergilah, kalian akan aman tinggal di negeriku ini

Peristiwa ini dikomentari oleh firman Alloh :

وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ  وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا آَمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ  وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا جَاءَنَا مِنَ الْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَنْ يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ

Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata : Sesungguhnya kami ini orang Nasrani. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata : Wahai Rob kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad saw.) Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang shaleh [almaidah : 82-84]




Imam Malik Bin Anas



Tangisan Karena Quran (7)

Sering disebut dengan Imam Malik atau Imam Darul Hijroh karena tinggal di kota Madinah sebagai alimnya. Asyhab Bin Abdul Aziz meriwayatkan bahwa imam Malik menunaikan sholat tahajud. Setelah surat alfatihah, ia membaca surat alhaakumuttakaatsur hingga pada ayat

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

Ia menangis dan terus mengulang-ulang kalimat itu hingga terus fajar.

Imam Auza’i



Tangisan Karena Quran (6)

Abu Mashar berkata : Imam Auza’i adalah seorang yang hafal alquran, ahli fiqih dan ahli hadits yang menghidupkan malamnya dengan sholat, membaca alquran dan menangis.

Suatu hari, seorang wanita datang menemui istri Imam Auza’i lalu ia melihat air yang membasahi tempat sujudnya. Wanita itu berkata : Celaka engkau, kenapa engkau lalai dari anak kecil hingga kencing di tempat sujud syaikh ?! Istri Imam Auza’i berkata : Engkau keliru, seperti itulah keadaannya setiap malam dari bekas air mata syaikh dalam sholatnya.

Siyar Alam Annubala, Imam Adz Dzahabi 7/119