Dasar ke tujuh belas




                                              Kaedah Ahlussunnah Waljamaah 

الإِيْمَانُ بِالأَنْبِيَاءِ وَالرُّسُلِ صَلوَات الله وَسَلامُهُ عَليْهمْ وَهُمْ أفْضَلُ مِمَّنْ سِوَاهُمْ مِنَ البَشَرِ                                                 
Beriman kepada para nabi dan rosul sholawatulloh wasalamuhu alaihim mereka adalah manusia  paling afdhol 

Penjelasan  :

الرسول مَنْ أوْحِيَ إليه بِشَرْعٍ جَدِيْدٍ والنّبيّ هو الْمَبْعُوْثُ لِتَقْرِيْرِ شَرْعٍ مَنْ قَبْلَهُ
Rosul adalah siapa saja yang diberi wahyu dengan syariat baru, adapun nabi adalah siapa yang diutus untuk menetapkan syariat sebelumnya (tafsir Al Alusi)

عن أبي ذر رضي الله عنه أنه قال : قلت : يا رسول الله كم المرسلون ؟ قال : ثلاثمائة وبضعة عشر جماً غفيراً وفي رواية أبي أمامة قال أبو ذر : قلت : يا رسول الله ، كم وفاء عدة الأنبياء ؟ قال : مائة ألف ، وأربعة عشر ألفاً
Dari Abu Dzar, Aku berkata : Ya rosululloh, berapa jumlah rosul ? Beliau menjawab : tiga ratus lebih sekian belas (313). Pada riwayat Abu Umamah : Abu Dzar berkata : Aku berkata  : Berapa jumlah keseluruhan para nabi ? Beliau menjawab : Seratus dua puluh empat ribu

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Kami tiada mengutus Rasul Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, Maka Tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui  [al anbiya : 7]

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ  
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku [alkahfi : 110]

عن أبي هريرة، رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: بُعِثت من خير قُرون بني آدم قَرْنًا فقرنًا، حتى بعثت من القرن الذي كنت فيه
Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu : Aku diutus dari sebaik-baik masa anak Adam setelah melewati masa demi masa hingga aku berada di masa terbaik dimana aku berada di dalamnya  [HR Bukhori]

وَمَا جَعَلْنَاهُمْ جَسَدًا لَا يَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوا خَالِدِينَ  
Dan tidaklah Kami jadikan mereka (para nabi) tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal  [al anbiya : 8]
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآَيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ
Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. bagi tiap-tiap masa ada kitab (yang tertentu)  [arro’d : 38]

وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ  وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ  وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ
Dan Robku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaKu, apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku, yang akan mematikan Aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), [asy syuaro : 79-81]

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَآَتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا 
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami berikan Zabur kepada Daud  [annisa : 163]

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا
Dan (kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung  [annisa : 164]

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ وَآَتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat Dia dengan Ruhul Qudus  [albaqoroh : 253]

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Robnya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan) : Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan : Kami dengar dan kami taat. (mereka berdoa) : Ampunilah kami Ya Rob kami dan kepada Engkaulah tempat kembali  [albaqoroh : 285]

 وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ                         
Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Beribadahlah kepada Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu, [an nahl:36]