Setan Bisa Masuk Ke Tubuh Manusia

 

Mengenal selul-beluk jin (30)

Tidak hanya itu, mereka juga bisa mendatangkan pengaruh bagi orang yang dia masuki seperti kerasukan, benci kepada seseorang, sakit dan lain sebagainya. Beberapa dalil di bawah ini adalah buktinya : 

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila [albaqoroh : 275]

عَنْ أَنَسٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ

Dari Anas : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setan mengalir pada tubuh manusia pada aliran darah [HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ibmu Khuzaimah]

عَنْ يَعْلَى بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ وَكِيعٌ مُرَّةَ يَعْنِى الثَّقَفِىَّ وَلَمْ يَقُلْ مُرَّةَ عَنْ أَبِيهِ  أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم مَعَهَا صَبِىٌّ لَهَا بِهِ لَمَمٌ فَقَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم اخْرُجْ عَدُوَّ اللَّهِ أَنَا رَسُولُ اللَّهِ  قَالَ فَبَرَأَ. قَالَ فَأَهْدَتْ إِلَيْهِ كَبْشَيْنِ وَشَيْئاً مِنْ أَقِطٍ وَشَيْئاً مِنْ سَمْنٍ. قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خُذِ الأَقِطَ وَالسَّمْنَ وَأَحَدَ الْكَبْشَيْنِ وَرُدَّ عَلَيْهَا الآخَرَ  

Dari Ya’la Bin Murroh, dari bapaknya : Bahwa seorang wanita datang menghadap nabi shollallohu alaihi wasallam bersama anaknya yang masih kecil yang terkena penyakit gila. Nabi shollalallohu alaihi wasallam bersabda : Keluarlah wahai musuh Alloh ! Aku rosululloh ! Anak itu sembuh. Ibunyapun memberi hadiah kepada beliau berupa dua ekor kambing, sedikit susu kering dan sedikit minyak samin. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Ambillah susu kering, minyak samin dan salah satu dari dua kambing ini. Akhirnya salah satunya dikembalikan kepadanya [HR Ahmad]

عَنْ أُمُّ أَبَانَ بنتُ وَازِعٍ ، عَنْ أَبِيهَا ، أَنَّ جَدَّهَا الزَّارِعَ ، انْطَلَقَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَانْطَلَقَ مَعَهُ بِابْنٍ لَهُ مَجْنُونٍ أَوِ ابْنِ أُخْتٍ لَهُ ، قَالَ جَدِّي : فَلَمَّا قَدِمْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ ، قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ مَعِي ابْنًا لِي أَوِ ابْنَ أُخْتٍ لِي مَجْنُونٌ أَتَيْتُكَ بِهِ تَدْعُو اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ ، فَقَالَ : ائْتِنِي بِهِ ، فَانْطَلَقْتُ بِهِ إِلَيْهِ ، وَهُوَ فِي الرِّكَابِ ، فَأَطْلَقْتُ عَنْهُ وَأَلْقَيْتُ عَنْهُ ثِيَابَ السَّفَرِ وَأَلْبَسَتْهُ ثَوْبَيْنِ حَسَنَيْنِ ، وَأَخَذْتُ بِيَدِهِ حَتَّى انْتَهَيْتُ بِهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : ادْنُهُ مِنِّي اجْعَلْ ظَهْرَهُ مِمَّا يَلِينِي ، قَالَ : فَأَخَذَ بِمَجَامِعِ ثَوْبِهِ مِنْ أَعْلاهُ وَأَسْفَلِهِ ، فَجَعَلَ يَضْرِبُ ظَهْرَهُ حَتَّى رَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ ، وَهُوَ يَقُولُ : اخْرُجْ عَدُوَّ اللَّهِ اخْرُجْ عَدُوَّ اللَّهِ ، فَأَقْبَلَ يَنْظُرُ نَظَرَ الصَّحِيحِ لَيْسَ بنظَرِهِ الأَوَّلِ ، ثُمَّ أَقْعَدَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ يَدَيْهِ ، فَدَعَا لَهُ بِمَاءٍ ، فَمَسَحَ وَجْهَهُ وَدَعَا لَهُ ، فَلَمْ يَكُنْ فِي الْوَفْدِ أَحَدٌ بَعْدَ دَعْوَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْضُلُ عَلَيْهِ .

Dari Ummu Aban Binti Al Wazi’, dari bapaknya : Bahwasanya kakeknya Al Wazi’ pergi menemui rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Dia pergi membawa anaknya atau keponakannya yang gila. Kakekku berkata : Ketika kami tiba di hadapan rosululloh di Madinah, aku berkata : Wahai rosululloh, bersamaku, anakku atau keponakanku yang gila. Aku mendatangimu dengan harapan engkau berdoa kepada Alloh Azza Wa jalla untuknya. Beliau bersabda : Bawa dia kemari. Aku pergi kepadanya yang berada di atas kendaraan. Aku menurunkannya dan melepaskan pakaian safar darinya dan aku memakaikannya dua pakaian yang bagus. Aku menuntunnya dengan tanganku hingga menghadap rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Beliau bersabda : Dekatkan dia padaku dan jadikan punggungnya di depanku. Beliau mengelus seluruh pakaiannya dari atas hingga bawah. Beliau memukul punggungnya hingga aku melihat putihnya ketiak beliau seraya bersabda : Keluarlah wahai musuh Alloh ! Keluarlah wahai musuh Alloh ! Dia berbalik memandang dengan pandangan orang sehat, tidak seperti pandangannya yang pertama. Setelah itu beliau mendudukkannya dekat beliau lalu mendoakannya. Beliau mengusap wajahnya. Tidak ada diantara rombongan setelah doa rosululloh shollallohu alaihi wasallam yang lebih baik dari dia [HR Thobroni]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ بِوَلَدِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ بِهِ لَمَماً وَإِنَّهُ يَأْخُذُهُ عِنْدَ طَعَامِنَا فَيُفْسدُ عَلَيْنَا طَعَامَنَا. قَالَ فَمَسَحَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم صَدْرَهُ وَدَعَا لَهُ فَثَعَّ ثَعَّةً فَخَرَجَ مِنْ فِيهِ مِثْلُ الْجَرْوِ الأَسْوَدِ فَشُفِىَ  

Dari Ibnu Abbas : Bahwa seorang wanita datang dengan membawa anaknya kepada rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Dia berkata : Wahai rosululloh, sesungguhnya anakku ini terkena penyakit gila. Dia suka mengambil makanan kami lalu merusak makanan kami. Rosululloh shollallohu alaihi wasallampun mengusap dadanya dan mendoakannya. Tiba-tiba dia muntah lalu keluar dari mulutnya seperti anjing kecil. Setelah itu dia sembuh [HR Ahmad]

 

Jin Memiliki Kekuatan Super

 

Mengenal selul-beluk jin (29)

Mereka bisa bergerak cepat dan mampu melakukan pekerjaan berat yang tidak bisa dilakukan manusia tanpa alat. Alloh berfirman :

قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ قَالَ عِفْريتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آَتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ

Berkata Sulaiman : Wahai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya (Bilqis) kepadaku sebelum mereka datang padaku sebagai orang-orang yang berserah diri Berkata `Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin : Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya [annaml : 38-39]

يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آَلَ دَاوُودَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

Jin-jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku) [saba : 13]

وَمِنَ الشَّيَاطِينِ مَنْ يَغُوصُونَ لَهُ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَلِكَ وَكُنَّا لَهُمْ حَافِظِينَ

Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu dan adalah Kami memelihara mereka itu [al nabiya : 82]

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآَنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan berita-beritanya. Tetapi sekarang barang siapa yang mencoba mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) [jin : 9]

 

Tidak Ada Rosul Dari Kalangan Jin

 

Mengenal selul-beluk jin (28)

Yang ada adalah jin mendengar firman Alloh dari rosul lalu mereka menyampaikan apa yang mereka dengan kepada sesama jin. Mujahid berkata :

الرسل من الإنس والنذر من الجن

Rosul berasal dari kalangan manusia, sedang pemberi peringatan dari kalangan jin

Pada masa nabi Musa, mereka menyimak taurot lalu mengamalkannya. Demikian halnya ketika rosululloh shollallohu alaihi wasallam diutus, mereka mendengar alquran lalu mentaati isinya. Alloh berfirman :

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآَمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ  وَمَنْ لَا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur'an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata : Diamlah kamu (untuk mendengarkannya). Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata : Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari adzab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari adzab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata [al ahqof : 29-32]

Di surat jin, Alloh berfirman :

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا  يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآَمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

Katakanlah (hai Muhammad) : Telah diwahyukan kepadaku bahwa : Sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur'an), lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang menakjubkan. (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Rob kami, [aljin : 1-2]

Ayat di atas menunjukkan bahwa nabi shollallohu alaihi wasallam tidak hanya berdakwah di kalangan manusia saja, melainkan beliau juga menyeru kepada kaum jin. Tentang hal ini, Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata :

تقرير النبوة المحمدية وأن محمدا رسول للثقلين الإِنس والجن معاً  

Ayat di atas menunjukkan ketetapan kenabian Muhammad bahwa Muhammad adalah utusan untuk dua makhluq, yaitu manusia dan jin secara bersamaan

 

Balasan Bagi Jin Di Akhirat

 

Mengenal selul-beluk jin (27)

Bila kafir, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka. Alloh berfirman :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ  

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia  [al a’rof : 179]

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Kalimat Robmu (keputusanNya) telah ditetapkan : Sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya [hud : 119]

فَكُبْكِبُوا فِيهَا هُمْ وَالْغَاوُونَ وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ

Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, dan bala tentara iblis semuanya [asy syuaro : 94-95]

وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari padaku : Sesungguhnya akan aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama [assajdah : 13]

وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ

Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka) [ash shoffat : 158]

يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآَمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ  وَمَنْ لَا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

(Jin muslim berkata) : Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari adzab yang pedih [al ahqof : 31]

Adapun bila jin itu muslim, maka mereka akan masuk aljannah. Alloh berfirman :

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Robnya ada dua jannah [arrohman : 46]

Tentang kata jannatani (dua jannah, dua surga), Syaikh Muhammad Amin Asy Syanqithi berkata :

نص قرأني على أن المؤمنين الخائفين مقام ربهم من الجن يدخلون الجنة

Ini adalah dalil quran yang menunjukkan bahwa kaum mukminin yang takut akan maqom Rob mereka dari kalangan jin akan masuk aljannah

Sedangkan Ibnu Katsir berkata :

وهذه الآية عامة في الإنس والجن، فهي من أدل دليل على أن الجن يدخلون الجنة إذا آمنوا واتقوا؛ ولهذا امتن الله تعالى على الثقلين بهذا الجزاء

Ayat ini bersifat umum bagi jin dan manusia. Ini adalah dalil paling tegas yang menunjukkan bahwa jin akan masuk ke dalam aljannah bila mereka beriman dan bertaqwa. Karena itulah Alloh Ta’ala memberikan balasan kepada dua makhluq ini. Di ayat ke 56, Alloh berfirman :

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ  

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka  dan tidak pula oleh jin [arrohman : 56]

Ayat ini ditafsirkan oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi :

بيان أن الجن المتقين يدخلون الجنة ولهم أزواج كما للإِنس سواء بسواء .

Ayat ini menjelaskan bahwa jin yang bertaqwa akan masuk ke dalam aljannah dan mereka memiliki istri sebagaimana yang ada pada diri manusia

Senada dengan ayat-ayat sebelumnya, lima ayat di bawah ini sebagai penguat dari keterangan di atas :

فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ  فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ  فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ  لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ  

Di dalam aljannah itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Maka nikmat Rob kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. Maka nikmat Rob kamu yang manakah yang kamu dustakan? Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin [arrohman : 70-74]

 

Jin Berfirqoh

 

Mengenal selul-beluk jin (27)

Di Kalangan kaum muslimin ada perpecahan. Muncullah firqoh murjiah, khowarij, jahmiyyah dan lainnya. Hal ini juga ada di dunia jin. Kita bisa mengetahuinya dari pengakuan jin yang disebutkan oleh Alloh dalam alquran :

وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shaleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda [jin : 11]

Ayat di atas menerangkan bahwa diantara komunitas jin ada yang sholih, akan tetapi ada juga yang kadar kesalehannya lemah. Kata waminna duuna dzalika (di antara kami ada yang tidak demikian) ditafsirkan oleh Syaikh Abu Bakar Aljazairi dengan lemah iman dan sedikit taatnya. Adapun kalimat kunna thorooiqo qidada (Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda) ditafsirkan dengan banyak madzhab dan kelompok ahlul bid’ah yang bermacam-macam. Penulis tafsir alkhozin berkata tentang ayat di atas :

وذلك أن الجن فيهم القدرية والمرجئة والرافضة والخوارج وغير ذلك من أهل الأهواء

Yang demikian itu bahwa di kalangan jin ada qodariyyah, murjiah, rofidhoh, khowarij dan lainnya dari kelompok ahlul bid’ah.

Ibnu Katsir membawakan cerita tentang Al A’masy pernah kedatangan jin. Iapun bertnya kepada jin :

ما أحب الطعام إليكم؟

Makanan apa yang kalian paling sukai ?

Jin menjawab :

الأرز

Nasi

Al A’masypun menyediakan nasi. Tiba-tiba satu suap nasi naik, sementara dirinya tidak melihat  seseorangpun. Selanjutnya Al A’masy bertanya lagi :

فيكم من هذه الأهواء التي فينا ؟

Apakah diantara kalian ada ahlul bid’ah seperti yang ada pada kami ?

Setan itu mengiyakan pertanyaannya. Al A’masy bertanya :

فما الرافضة فيكم

Apa pendapatmu tentang kaum rofidhoh yang di kalangan kalian ?

Setan menjawab :

شرنا

Itu adalah seburuk-buruk jin diantara kami

Demikianlah sejumlah bukti tentang keberadaan firqoh yang ada di kalangan jin

 

Jin Mukmin Dan Jin Kafir

 

Mengenal selul-beluk jin (26)

Tidak semua jin itu kafir. Diantara mereka ada juga yang beriman seperti keimanan muslim dari kalangan manusia. Cukup banyak dalil dari quran yang membicarakan status keislaman jin disamping kekufuran mereka, diantaranya :

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا  يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآَمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

Katakanlah (hai Muhammad) : Telah diwahyukan kepadaku bahwa : Sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur'an), lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang menakjubkan (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Rob kami, [aljin : 1-2]

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api neraka Jahanam [aljin : 14-15]

Sementara di surat alahqof, Alloh berfirman :

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآَمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ  وَمَنْ لَا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur'an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata : Diamlah kamu (untuk mendengarkannya). Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata : Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari adzab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari adzab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata [al ahqof : 29-32]

 

Jin Makhluq Mukallaf

 

Mengenal selul-beluk jin (25)

Mukallaf adalah memiliki beban perintah dan larangan. Bila ditaati, akan mendapat balasan pahala. Sebaliknya bila ingkar, akan mendapat hukuman. Makhluq mukallaf ada dua, manusia dan jin. Alloh berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu [adz dzariyat : 56]

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آَيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا شَهِدْنَا عَلَى أَنْفُسِنَا  

Wahai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata : Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri [al an’am : 130]

أُولَئِكَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ

Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (adzab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi [al ahqof : 18]

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ  

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia  [al a’rof : 179]

Jin Menangis

 

Mengenal selul-beluk jin (24)

Disamping tertawa, adakalanya mereka menangis. Hal itu terjadi saat melihat seorang mukmin membaca alquran lalu mendapati ayat sajdah, setelah itu menunaikan sujud tilawah :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ  وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ  

Dari Abu Huroiroh berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Bila anak Adam membaca assajdah (ayat yang berisi sajdah) lalu dia bersujud, maka setan akan menjauh sambil menangis seraya berkata : Duhai celaka, anak Adam diperintah untuk bersujud lalu dia bersujud maka baginya aljannah. Dan aku diperintah untuk bersujud, tetapi aku enggan maka bagiku neraka [HR Muslim, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah]

 

Jin Tertawa

 

Mengenal selul-beluk jin (23)

Menguap saat melaksanakan ketaatan seperti sholat adalah tidak baik. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam menyebut itu berasal dari setan yang tidak menginginkan hamba-hambaNya bersemangat dalam beribadah :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ اَلتَّثَاؤُبُ مِنْ اَلشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظِمْ مَا اِسْتَطَاعَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَاَلتِّرْمِذِيُّ  وَزَادَ : فِي اَلصَّلَاةِ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Menguap itu termasuk perbuatan setan maka bila seseorang di antara kamu menguap hendaklah ia menahan sekuatnya  [HR Muslim dan Tirmidzi] dengan tambahan : Dalam sholat.

Hadits di atas memberi kita petunjuk ketika menguap datang, yaitu menahan sekuat-kuatnya agar mulut tidak terbuka. Lalu bagaimana bila dorongan mulut tidak tertahankan ? Menutup mulut dengan tangan adalah langkah selanjutnya :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ يَرْفَعُهُ إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ يَضَعُ يَدَهُ عَلَى فِيهِ  

Dari Abu Huroiroh secara marfu : Bila seorang diantara kamu menguap maka letakkanlah tangannya di mulutnya [HR Ahmad]

Bila salah satu dari dua langkah ini tidak dilakukan yang mengakibatkan mulut terbuka lebar ditambah dengan suara “ haah “ maka mengakibatkan setan tertawa melihat buruknya wajah orang yang mulutnya terbuka lebar :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَضَعْ يَدَهُ عَلَى فِيهِ وَلاَ يَعْوِى فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَضْحَكُ مِنْهُ  

Dari Abu Huroiroh : Bahwa rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Apabila seorang diantara kamu menguap maka letakkan tangannya di mulut dan janganlah mengeluarkan suara “ haah “ karena setan akan tertawa [HR Ibnu Majah]

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ التَّثَاؤُبُ مِنَ الشَّيْطَانِ ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَالَ هَا . ضَحِكَ الشَّيْطَانُ  

Dari Abu Huroiroh : Dari nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Menguap berasal dari setan. Apabila seorang diantara kamu menguap maka tahanlah sekuat-kuatnya. Karena sesungguhnya seorang diantara kamu apabila mengelurkan suara “ haah “ maka setan akan tertawa [HR Bukhori]

 

Jin Buang Air

 

Mengenal selul-beluk jin (22)

Efek makan dan minum adalah buang air. Ketika jin makan dan minum, merekapun memiliki potensi untuk mengeluarkan kotoran dari makanan dan minuman mereka. Sungguh sangat menyedihkan ketika jin menjadikan telinga umat Muhammad rosululloh shollallohu alaihi wasallam sebagai tempat membuang kotoran sebagaimana yang disabdakan oleh rosululloh shollallohu alaihi wasallam :

عن ابن مسعودٍ رضي الله عنه قَالَ : ذُكِرَ عِنْدَ النَّبيِّ صلى الله عليه وسلم  رَجُلٌ نَامَ لَيْلَةً حَتَّى أصْبَحَ ، قَالَ ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيطَانُ في أُذُنَيْهِ  

Dari Ibnu Mas’ud rodliyallohu anhu berkata : Diceritakan di sisi nabi shollallohu alaihi wasallam tentang seorang yang tidur malam hingga waktu shubuh (tidak tahajud), beliau bersabda : Itu adalah laki-laki yang dikencingi setan di kedua telinganya [HR Bukhori, Muslim, Ahmad dan Nasa’i]

 

Jin Makan Dan Minum

 

Mengenal selul-beluk jin (21)

Cukup banyak dalil tentang aktifitas makan setan :

عن ابن عمر رضي الله عنهما : أنَّ رسُولَ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ : لاَ يَأكُلَنَّ أَحَدُكُمْ بِشِمَالِهِ ، وَلاَ يَشْرَبَنَّ بِهَا ، فَإنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِهَا رواه مسلم .

Dari Ibnu Umar rodliyallohu anhuma bahwa rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Jangan sekali-kali diantara kalian makan dengan tangan kiri dan jangan sekali-kali minum dengan tangan kiri karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengannya [HR Muslim]

عن حُذَيْفَةَ رضي الله عنه قَالَ : كُنَّا إِذَا حَضَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم طَعَاماً ، لَمْ نَضَعْ أيدِينَا حَتَّى يَبْدَأَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم  فَيَضَعَ يَدَهُ ، وَإنَّا حَضَرْنَا مَعَهُ مَرَّةً طَعَاماً ، فَجَاءتْ جَارِيَةٌ كَأنَّهَا تُدْفَعُ ، فَذَهَبَتْ لِتَضَعَ يَدَهَا في الطَّعَامِ ، فَأَخَذَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم بِيَدِهَا ، ثُمَّ جَاءَ أَعْرَابِيّ كأنَّمَا يُدْفَعُ ، فَأخَذَ بِيَدهِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أنْ لا يُذْكَرَ اسمُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِ ، وَإنَّهُ جَاءَ بهذِهِ الجارية لِيَسْتَحِلَّ بِهَا ، فأَخَذْتُ بِيَدِهَا ، فَجَاءَ بهذا الأعرَابيّ لِيَسْتَحِلَّ بِهِ ، فَأخذْتُ بِيَدِهِ ، والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ ، إنَّ يَدَهُ في يَدِي مَعَ يَدَيْهِمَا ثُمَّ ذَكَرَ اسْمَ اللهِ تَعَالَى وَأكَلَ. رواه مسلم .

Dari Khudzaifah rodliyallohu anhu berkata : Kami ketika datang bersama rosululloh shollallohu alaihi wasallam pada jamuan makan, kami tidak meletakkan tangan-tangan kami hingga rosululloh shollallohu alaihi wasallam memulai meletakkan tangannya. Pada satu kesempatan kami hadir pada sebuah jamuan, tiba-tiba datang budak wanita seolah ia dikendalikan lalu meletakkan tangannya di makanan. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam memegang tangannya. Lalu datang a’robiyy seolah dikendalikan. Beliau segera memegang tangannya. Setelah itu rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :Sesungguhnya setan menjadikan makanan halal untuknya bila tidak disebut nama Alloh Ta’ala atasnya. Ia datang dengan memanfaatkan budak wanita ini untuk menjadikannya halal. Akupun memegang tangannya. Tiba-tiba datang seorang a’robiyy untuk menjadikan makanan halal baginya. Akupun meraih tangannya. Demi jiwaku yang ada di tanganNya, sesungguhnya tangan setan ada di tanganku bersama kedua tangan orang itu. Setelah itu beliau menyebut nama Alloh Ta’ala dan makan [HR Muslim]

عن أُمَيَّةَ بن مَخْشِيٍّ الصحابيِّ رضي الله عنه قَالَ : كَانَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم جَالِسَاً، وَرَجُلٌ يَأكُلُ، فَلَمْ يُسَمِّ اللهَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ إِلاَّ لُقْمَةٌ ، فَلَمَّا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ ، قَالَ : بِسْمِ اللهِ أوَّلَهُ وَآخِرَهُ ، فَضَحِكَ النَّبيّ صلى الله عليه وسلم  ثُمَّ قَالَ : مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأكُلُ مَعَهُ ، فَلَمَّا ذَكَرَ اسمَ اللهِ اسْتَقَاءَ مَا فِي بَطْنِهِ رواه أَبُو داود والنسائي .

Dari Umayyah Ash Shohabiyy rodliyallohu anhu berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam duduk dan seorang sedang makan tidak menyebut nama Alloh hingga tidak tersisa makanan kecuali sesuap. Ketika mengangkat makanan ke mulutnya, ia mengucapkan “ Bismillah awwaluhu wa akhiruhu “, beliau tertawa lalu bersabda : Setan terus makan bersamanya. Ketika ia menyebut nama Alloh, setan memuntahkan apa yang ada di perutnya [HR Abu Daud dan Nasa’i]

Hadits-hadits di atas memberi pelajaran tentang sifat makan setan, yaitu mereka makan dengan tangan kiri. Mereka mengincar manusia yang makan tanpa membaca basmallah sebelumnya. Dari situlah mereka leluasa makan bersama manusia. Mereka makan dari apa yang dimakan oleh manusia.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa tulang dan kotoran binatang adalah makanan jin-jin muslim sehingga nabi shollallohu alaihi wasallam berpesan kepada Ruwaifi :

عَنْ رُوَيْفِع بْن ثَابِت ٍقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَا رُوَيْفِعُ لَعَلَّ الْحَيَاةَ سَتَطُولُ بِكَ فَأَخْبِرِ النَّاسَ َنَّهُ مَنْ عَقَدَ لِحْيَتَهُ أَوْ تَقَلَّدَ وَتَراً أَوِ اسْتَنْجَى بِرَجِيعِ دَابَّةٍ أَوْ عَظْمٍ فَإِنَّ مُحَمَّداً بَرِىءٌ مِنْهُ

Dari Ruwaifi’ Bin Tsabit berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Wahai Ruwaifi’, semoga umurmu panjang. Sampaikan kepada manusia bahwa siapa yang mengikat jenggotnya atau mengalungkan tali busur panah atau beristinja’ dengan kotoran binatang atau tulang maka Muhammad berlepas diri darinya [HR Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i]

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ تَسْتَنْجُوا بِالرَّوْثِ وَلاَ بِالْعِظَامِ فَإِنَّهُ زَادُ إِخْوَانِكُمْ مِنَ الْجِنِّ

Dari Abdulloh Bin Mas’ud berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Janganlah kalian beristinja dengan kotoran binatang dan tulang, karena ia adalah bekal (makanan) saudara kalian dari jin [HR Muslim]

 

Hukum Menikah Dengan Jin

 

Mengenal selul-beluk jin (20)

Para ulama melarangnya karena Alloh telah menggariskan bahwa pernikahan yang akan mendatangkan mawaddah adalah bila pernikahan dilakukan dengan sesama jenis makhluq. Manusia menikah dengan manusia dan jin menikah dengan jin pula.

Alloh berfirman :

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ  

Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah ? [annahl : 72]

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ  

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir [arrum : 21]

Persetubuhan Antara Jin Dan Manusia

 

Mengenal selul-beluk jin (19)

Saat hendak bersetubuh, islam menganjurkan untuk membaca :

بِسْمِ اَللَّهِ . اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا اَلشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Dalam sebuah hadits disebutkan :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ  رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم  لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ : بِسْمِ اَللَّهِ . اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا اَلشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا ; فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ , لَمْ يَضُرَّهُ اَلشَّيْطَانُ أَبَدًا  

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : Seandainya salah seorang di antara kamu ingin menggauli istrinya lalu membaca doa : (artinya : Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau anugerahkan pada kami), mak jika ditakdirkan dari pertemuan keduanya itu menghasilkan anak, setan tidak akan mengganggunya selamanya [Muttafaq Alaihi]

Hadits ini menunjukkan bahwa setan mengincar persetubuhan yang dilakukan dua manusia. Bacaan di atas adalah penghalang bagi setan. Sebaliknya bila sunnah ini tidak diamalkan, maka celah setan akan hadir bahkan ikut serta dalam persetebuhan ini.

Dalam hadits lain disebutkan :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم هَلْ رُئِىَ  أَوْ كَلِمَةً غَيْرَهَا  فِيكُمُ الْمُغَرِّبُونَ قُلْتُ وَمَا الْمُغَرِّبُونَ قَالَ الَّذِينَ يَشْتَرِكُ فِيهِمُ الْجِنُّ

Dari Aisyah rodliyallohu anha berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda kepadaku : Apakah diperlihatkan (atau kalimat selainnya) diantara kalian ada yang menjadi almughrribun (tercipta dari mani manusia dan jin karena jima yang tidak diawali dengan bacaan basmallah). Aku berkata : Apakah almughorribun itu ? Beliau bersabda : Yaitu orang-orang yang diikutsertai oleh jin saat bersetubuh [HR Abu Daud]

عن أبي هريرة، عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: كان أحد أبوى بلقيس جنيا.

Dari Abu Huroiroh, dari nabi shollallohu alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda : Salah seorang orang tua Bilqis adalah jin [hadits dloif]

Ibnu Abbas ditanya oleh seseorang :

إن امرأتي استيقظت وفي فرجها شعلة نار قال : ذلك من وطء الجن

Sesungguhnya istriku bangun, sementara pada farjinya ada potongan api. Ibnu Abbas berkata : Itu berasal dari persetubuhan jin

Mujahid berkata :

إذا جامع الرجل ولم يسمّ، انطوى الجانّ على إحليله فجامع معه

Bila seorang laki-laki bersetubuh dan tidak mengawalinya dengan bacaan basmallah, maka setan akan mendekati istrinya lalu ikut bersetubuh dengannya

 

Jin Menikah Dan Memiliki Keturunan

 

Mengenal selul-beluk jin (18)

Alloh berfirman :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا  

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat : Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Robnya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunan-keturunannya sebagai pemimpin selain dariKu, sedang mereka adalah musuhmu ? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim [alkahfi : 50]

Ayat ini merupakan dalil bahwa jin menikah sehingga memiliki keturunan. Bila jin memiliki keturunan, lalu bagaimana perkembangbiakan mereka dan di mana mereka melahirkan ? Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عن سلمان الفارسي رضي الله عنه قال : قال رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم لاَ تَكُنْ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ ، وَلاَ آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا . فِيهَا بَاضَ الشَّيْطَانُ وَفَرَّخَ  

Dari Salman Al Farisi rodliyallohu anhu berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Janganlah menjadi orang yang pertama masuk pasar dan tidak pula menjadi orang yang terakhir keluar darinya. Di pasar itulah setan bertelur dan menetas[HR Barqoni]

Dalil penguat adanya pernikahan antar jin adalah keberadaan bidadari dari kalangan jin yang sudah Alloh persiapkan bagi jin muslim. Alloh berfirman :

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin [arrohman : 56]

Jin Berkelamin

 

Mengenal selul-beluk jin (17)

Ada laki-laki, adapula perempuan. Alloh berfirman :

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan [jin : 6]

Ketika ayat di atas mengabarkan adanya jin laki-laki, ini menunjukkan bahwa diantara mereka juga ada jin perempuan. Bukti lain adalah lafadz doa saat kita akan masuk ke wc :

عنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ اَلْخَلَاءَ قَالَ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ اَلْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ  

Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam apabila masuk kakus beliau berdo'a : Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari hal-hal khubuts (jin laki-laki) dan khobaits (jin perempuan)  [HR Imam Tujuh]