Memelihara Uban Mengangkat Derajat

 

Memelihara Uban Mengangkat Derajat

Amal Yang Bisa Mengangkat Derajat (25)

Bagi sebagian orang uban adalah beban, apalagi rambut sudah memutih sementara usianya masih belia. Tidak sedikit yang mengambil pilihan untuk selalu menggundul rambutnya. Ada juga yang hari-harinya disibukkan dengan mencabut uban.

Perbuatan kedua dilarang dalam islam karena dalam uban ada banyak kebaikan. Nabi shollallohu alaihi wasallam memberi nasehat :

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ تَنْتِفُوا الشَّيْبَ فَإِنَّهُ نُورُ الْمُسْلِمِ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِى الإِسْلاَمِ إِلاَّ كُتِبَ لَهُ بِهَا حَسَنَةٌ وَرَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً َوْ حُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ  

Dari Amru Bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Janganlah kalian mencabut uban karena ia adalah cahaya bagi muslim. Tidaklah seorang muslim yang berubah dalam keislaman kecuali ditulis baginya kebaikan, diangkat baginya derajat dan dihapus darinya dosa [HR Ahmad]

Walhasil, jangan sampai 4 keutamaan uban hilang karena kita selalu mencabutnya.

 

 

Membaca Alquran Mengangkat Derajat

 

Membaca Alquran Mengangkat Derajat

Amal Yang Bisa Mengangkat Derajat (24)

Begitu agungnya tilawatul quran, hingga salah satu kegiatan ahlul jannah adalah membaca alquran. Untuk apa membaca alquran ? Untuk menentukan derajat yang ia miliki. Setiap satu ayat yang dibaca, maka ada kenaikan satu tingkat. Banyaknya ayat yang dibaca sesuai dengan alquran yang pernah dibacanya saat di dunia. Oleh karena itu, betapa tingginya derajat para pembaca alquran. Rosululloh shollallohualaihi wasallam bersabda :

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ إِذَا دَخَلَ الْجَنَّةَ اقْرَأْ وَاصْعَدْ.فَيَقْرَأُ وَيَصْعَدُ بِكُلِّ آيَةٍ دَرَجَةً حَتَّى يَقْرَأَ آخِرَ شَىْءٍ مَعَهُ

Dari Abu Said Alkhudzriyyi berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Akan dikatakan bagi sahabat alquran saat masuk aljannah “ Bacalah dan naiklah (ke derajat di atasnya) “ Maka iapun membaca dan naik di setiap satu ayat dengan satu derajat hingga ia membaca akhir ayat yang pernah dibacanya (dulu di dunia) [HR Ahmad dan Ibnu Majah]

Menuntut Ilmu Mengangkat Derajat

 

Menuntut Ilmu Mengangkat Derajat

Amal Yang Bisa Mengangkat Derajat (23)

Alloh Ta’ala berfirman :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ  

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan [almujadilah : 11]

Ayat di atas menerangkan keutamaan orang yang menggabungkan antara ilmu dan amal berupa terangkatnya derajat. Apa yang dimaksud dengan derajat pada ayat ini ? Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata :

أي بالنصر وحسن الذكر في الدنيا وفي غرفات الجنات في الآخرة  

Maksudnya berupa pertolongan, sebutan baik di dunia dan tempat-tempat tinggal di taman-taman pada hari kiamat

Tingginya derajat orang-orang  yang menuntut ilmu selaras dengan hadits mursal yang diriwayatkan Al Hasan Bin Ali :

عَنِ الْحَسَنِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ جَاءَهُ الْمَوْتُ وَهُوَ يَطْلُبُ الْعِلْمَ لِيُحْيِىَ بِهِ الإِسْلاَمَ فَبَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّبِيِّينَ دَرَجَةٌ وَاحِدَةٌ فِى الْجَنَّةِ  

Dari Al Hasan berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Barangsiapa datang kepadanya kematian saat dia menuntut ilmu dengan tujuan menghidupkan islam maka antara dia dengan para nabi di dalam aljannah jaraknya terpaut satu derajat [HR Ad Darimi]

Maroji’ :

Aisaruttafasir, Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi (maktabah syamilah) hal 543

Mengamalkan Salah Satu Wirid Pagi Dan Petang Mengangkat Derajat

 

Mengamalkan Salah Satu Wirid Pagi Dan Petang Mengangkat Derajat

Amal Yang Bisa Mengangkat Derajat (22)

Wirid itu berbunyi :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Siapa yang mengamalkannya, akan mendapat lima manfaat sebagaimana sabda nabi shollallohu alaihi wasallam :

عَنْ أَبِى عَيَّاشٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ  مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ كَانَ لَهُ عِدْلُ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ وَكَانَ فِى حِرْزٍ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِىَ وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ    

Dari Abu Ayyasy : Bahwa rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Siapa yang berada di pagi hari membaca “ Tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Dia. Dialah satu-satuNya. Tidak ada sekutu bagiNya. Baginya kerajaan, bagiNya segala pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha berkuasa “ baginya pahala setara dengan membebaskan anak keturunan Ismail, ditulis baginya sepuluh pahala, dihapus darinya sepuluh dosa, diangkat untuknya sepuluh serajat dan diberi penjagaan dari setan hingga sore. Bila dia mengucapkannya di sore hari maka dia mendapatkan keutamaan itu hingga pagi hari [HR Abu Daud]

Memperbanyak Dzikir Mengangkat Derajat

 

Memperbanyak Dzikir Mengangkat Derajat

Amal Yang Bisa Mengangkat Derajat (21)

Abu Said Alkhudzriyyi meriwayatkan :

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم سُئِلَ أَىُّ الْعِبَادِ أَفْضَلُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ  الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ. قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمِنَ الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ  لَوْ ضَرَبَ بِسَيْفِهِ فِى الْكُفَّارِ وَالْمُشْرِكِينَ حَتَّى يَنْكَسِرَ وَيَخْتَضِبَ دَمًا لَكَانَ الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا أَفْضَلَ مِنْهُ دَرَجَةً  

Dari Abu Sa’id Alkhudzriyyi : Bahwa rosululloh shollallohu alaihi wasallam ditanya “ Hamba mana yang paling mulia derajatnya di sisi Alloh pada hari kiamat ? “ Beliau bersabda : Laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir kepada Alloh. Aku berkata : Wahai rosululloh, bagaimana dengan orang yang berperang fisabilillah ? Beliau bersabda : Seandainya ia memukul orang-orang kafir dan musyrik dengan pedangnya hingga patah dan mengalir darah (syahid), sungguh orang yang banyak berdzikir kepada Alloh lebih mulia derajatnya darinya [HR Tirmidzi]

Hadits di atas kedudukannya dloif, kendati demikian menurut Ibnu Qoyyim isinya tidak bertentangan dengan hadits lain, semisal :

عن أَبي الدرداءِ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رسُولُ الله  صلى الله عليه وسلم : ألا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أعْمالِكُمْ ، وأزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ ، وأرْفَعِهَا في دَرَجَاتِكُمْ ، وَخَيرٍ لَكُمْ مِنْ إنْفَاقِ الذَّهَبِ والفِضَّةِ ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أن تَلْقَوا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أعْنَاقَكُمْ ؟  قَالَوا : بَلَى ، قَالَ ذِكر الله تَعَالَى  

Dari Abu Darda rodliyallohu anhu berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang sebaik-baik amal, paling bersih di sisi Raja kalian (Alloh), paling tinggi derajatnya bagi kalian, lebih baik daripada berinfaq dengan emas atau perak dan lebih baik bagi kalian daripada kalian melemparkan diri kalian di hadapan musuh lalu kalian memukul leher mereka atau mereka memukul leher kalian ? Mereka berkata : Benar ! Beliau bersabda : Dzikrulloh Ta’ala [HR Ahmad, Malik, Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Berdasarkan hadits di atas, Ibnu Qoyyim membagi pelaku jihad dan dzikir menjadi tiga kelompok :

Kelompok pertama : Menggabungkan antara jihad dan dzikir.

Ini adalah kedudukan tertinggi. Oleh karena itu Alloh berfirman :

يَا أَيّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَة فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّه لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung[al anfal : 45]

Kelompok kedua : Dzikir tanpa jihad

Kelompok ketiga : Jihad tanpa dzikir

Maroji’ :

Aunul Ma’bud 5/389