Apa arti Sujud Mereka Kepada Yusuf ?



(Sujud Dalam Timbangan Aqidah 15)

Alloh Ta’ala berfirman :

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا
Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf  [yusuf : 100]

Imam Baidlowi berkata : Sujudnya mereka kepada Yusuf sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan kepadanya karena sujud dari satu orang kepada orang lain merupakan kebiasaan mereka.
Imam Baidlowi juga menyitir pendapat lain bahwa kata وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًاmereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepadanya “ yang dimaksud sujud kepadanya adalah kepada Alloh bukan kepada Yusuf sebagai bentuk syukur kepada Alloh

Penulis tafsir Zadul Masir berkata : Sujud mereka sebagai bentuk syukur kepada Alloh bukan bermakna ibadah.

Penulis tafsir jalalain berkata : Sujudnya mereka adalah dengan membungkukkan badan bukan dengan meletakkan kepala di tanah.

Maroji’ :
Tafsir Baidlowi (maktabah syamilah) hal 247
Tafsir Zadul Masir (maktabah syamilah) hal 247
Tafsir Jalalain (maktabah syamilah) hal 247

11 Bintang, Matahari Dan Rembulan Bersujud Kepada Yusuf



(Sujud Dalam Timbangan Aqidah 14)

Pada suatu hari, Yusuf berkonsultasi kepada ayahandanya perihal mimpi yang dia lihat :

يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
Wahai ayahku, Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan kulihat semuanya sujud kepadaku  [yusuf : 4]

Ibnu Katsir menyebut bahwa yang dimaksud dengan 11 bintang adalah saudara-saudara Yusuf, adapun matahari dan rembulan adalah bapak dan ibunya.

Mendengar penuturan sang buah hati, Ya’qub memberinya nasehat :

يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, Maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia  [yusuf : 5]

Syaikh Abu Bakar Aljazairi menyebut bahwa 30 tahun kemudian mimpi Yusuf akhirnya terwujud sesuai yang diimpikan oleh Yusuf. Tentang sujudnya mereka, Alloh berfirman :

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا وَقَالَ يَا أَبَتِ هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. dan berkata Yusuf : Wahai ayahku Inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; Sesungguhnya Robku telah menjadikannya suatu kenyataan. dan Sesungguhnya Robku telah berbuat baik kepadaKu, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana  [yusuf : 100]

Maroji’ :
Tafsir Ibnu Katsir (maktabah syamilah) hal 235

Dua Manusia Yang Mendapat Sujud Dari Makhluq Lain



(Sujud Dalam Timbangan Aqidah 13)

Keduanya adalah Adam dan Yusuf alaihimassalam. Untuk Adam, Alloh berfirman :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat : Sujudlah kamu kepada Adam, Maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafir  [albaqoroh : 34]

Adapun Yusuf, Alloh berfirman :

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا وَقَالَ يَا أَبَتِ هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. dan berkata Yusuf : Wahai ayahku Inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; Sesungguhnya Robku telah menjadikannya suatu kenyataan. dan Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaKu, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Robku Maha lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana  [yusuf : 100]

Ingat ! Matahari Setiap Harinya Sujud Kepada Alloh



(Sujud Dalam Timbangan Aqidah 12)

Darimana pernyataan itu kita dapatkan ? Mari kita simak firman Alloh :

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ   
Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui  [yasin : 38]

Di banyak kitab tafsir, para mufassir menerangkan ayat di atas dengan menampilkan hadits yang berisi tentang sujudnya matahari ketika berjalan di tempat edarnya :

عن أبي ذر، رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أتدري أين تذهب هذه الشمس؟  قلت  الله ورسوله أعلم  قال  فإنها تذهب فتسجد تحت العرش، ثم تستأمر فيوشك أن يقال لها  ارجعي من حيث جئت
Dari Abu Dzar rodliyallohu anhu, berkata : Bersabda rosululloh shollallohu alaihi wasallam : Tahukah engkau, ke mana perginya matahari itu ? Aku berkata : Alloh dan rosulNya lebih mengetahui. Beliau bersabda : Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy selanjutnya meminta izin dan dikatakan segera kepadanya : Kembalilah sesuai arah engkau datang  [HR Bukhori Muslim]

Itulah matahari, setiap hari berputar dan bergerak sehingga membuat sebagian bumi menjadi malam dan siang. Setiap perputaran selalu diakhiri dengan sujud kepada Alloh dan selanjutnya akan kembali bergerak seperti semula. Itu semua akan berakhir seiring kiamat tiba.






Sujudnya Makhluq di Langit Dan Bumi



(Sujud Dalam Timbangan Aqidah 11)

Di beberapa ayat, Alloh menerangkan bahwa seluruh makhluqNya bersujud kepada Alloh tanpa terkecuali. Di antara ayat yang menerangkan masalah ini adalah :

1.      Arro’d

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ
Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan thou’an (kemauan sendiri) ataupun karhan (terpaksa) dan sujud pula bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari   [arro’d : 15]
Ayat ini membagi sujudnya makhluq kepada Alloh menjadi dua. Syaikh Abu Bakar Aljazairi menyebut :

a.      Di langit dan bumi secara thou’an (kemauan sendiri)
Mereka adalah para malaikat dan orang beriman
b.      Karhan (terpaksa)
Mereka adalah orang munafiq. Kalau toh mereka menunaikan sholat, pasti akan dilaksanakan dengan penuh kemalasan

2.      Annahl

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ يَتَفَيَّأُ ظِلَالُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِ سُجَّدًا لِلَّهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ  وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
48. dan Apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam Keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri ?
49. dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) Para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri  [annahl : 48-49]

Ayat ini menerangkan bahwa seluruh makhluq baik di langit dan bumi bersujud kepada Alloh tanpa terkecuali. Syaikh Abu Bakar Aljazairi berkata : Yang dimaksud dengan sujud di sini adalah ketundukan dan kepatuhan kepada Alloh Ta’ala baik dalam hal hidup, mati, sehat, sakit, kebaikan dan lainnya.

Oleh karena itu sakitnya seseorang adalah ketetapan dari Alloh yang tidak bisa dihindari oleh makhluq sebagaimana kematian yang menimpa seseorang tidak mungkin dihindari. Inilah makna sujud.

3.      Alhaj 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ
Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia ? dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. dan Barangsiapa yang dihinakan Allah Maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki  [alhaj : 18]

Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi menerangkan bahwa yang dimaksud sujud pada ayat ini adalah tunduk dan menghinakan diri kepadaNya dengan meletakkan wajahnya di atas tanah di hadapan Rob Ta’ala. Ayat di atas menerangkan tentang dua kelompok berkenaan sikap sujud kepada Alloh :

a.      Taat bersujud kepada Alloh
Penghuni langit (para malaikat), penghuni (jin dan binatang), planet (matahari dan bulan), alam (gunung dan pepohonan), binatang dan kebanyakan manusia (mukmin yang taat)
b.      Tidak mau bersujud
Mereka adalah orang kafir yang telah ditetapkan adzabnya oleh Alloh

4.      Arrohman 

وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan Kedua-duanya sujud kepadaNya  [arrahmah : 6]

Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi menerangkan bahwa yang dimaksud annajmu adalah pohon yang tidak berkaki. Ia adalah makanan binatang (maksudnya rumput). Adapun asy syajar adalah pohon yang berkaki. Ia adalah pohon yang berbuah yang bisa dimakan manusia. Adapun makna sujud keduanya adalah tunduk kepada Alloh dan tidak berbuat maksiat sebagaimana maksiat yang diperbuat tsaqolan (manusia dan jin)

Maroji’ :
Tafsir Aisaruttafasir (maktabah syamilah) hal 251, 272, 334 dan 531