Melewati Miqot Tanpa Ihrom




                                                            Pengulangan Ibadah (9) 

Syaikh Abu Malik Kamal Sayyid berkata : Miqot adalah tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh syariat untuk memulai ihrom bagi yang berniat menunaikan haji atau umroh.

Lalu bagaimana bila jamaah haji melewatinya sementara belum berihrom ? Beliau berkata :

فإن جاوزه ثم أحرم بعده فقد أثم بذالك ولا يذهب عنه الإثم إلا أن يعود إلى الميقات فيحرم منه  ثم يتم نسكه
Bila ia melewatinya lalu berihrom sesudahnya maka sungguh dinilai berdosa dengn apa yang ia lakukan. Dosa itu tidak hilang kecuali bila ia kembali ke miqot lalu berihrom darinya untuk selanjutnya ia menyempurnakan manasiknya.

Maroji’ :
Shohih Fiqih Sunnah, Syaikh Abu Malik Kamal sayyid 2/189

Haji anak kecil




                                                              Pengulangan Ibadah (8) 

Banyak diantara sahabat yang menunaikan ibadah haji ketika masih kecil. Saib Bin Yazid ikut ayahnya ke baitulloh pada haji wada di usia tujuh tahun. Riwayat lain menyebutkan :

عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ فَقَالَ: مَنِ اَلْقَوْمُ? قَالُوا: اَلْمُسْلِمُونَ. فَقَالُوا: مَنْ أَنْتَ? قَالَ: رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ اِمْرَأَةٌ صَبِيًّا. فَقَالَتْ: أَلِهَذَا حَجٌّ? قَالَ: " نَعَمْ: وَلَكِ أَجْرٌ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ 

Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah bertemu dengan suatu kafilah di Rauha', lalu beliau bertanya : Siapa rombongan ini ? Mereka berkata : Siapa engkau ? Beliau menjawab : Rasulullah. Kemudian seorang perempuan mengangkat seorang anak kecil seraya bertanya : Apakah yang ini boleh berhaji ? Beliau bersabda : Ya boleh, dan untukmu pahala  [HR Muslim]

Lalu bagaimana ketika si anak sudah dewasa ? Apakah dia wajib mengulangi hajinya, padahal ia sudah menunaikannya di masa kecil ? Jawabannya adalah wajib karena salah satu syarat wajib ibadah adalah mukallaf (baligh dan berakal). Hal ini berdasarkan sabda nabi shollallohu alaihi wasallam :

عن بن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم أيما صبي حج ثم بلغ الحنث عليه أن يحج حجة أخرى

Dari Ibnu Abbas berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Anak-anak manapun yang pernah menunaikan haji lalu sampailah ia di usia dewasa maka wajib baginya menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya [HR Thobroni]

Mengulangi sholat jenazah




                                                                  Pengulangan Ibadah (7) 

Ketika jenazah sudah dimandikan dan dikafani, tak jarang manusia langsung menyolatkannya di rumah mayit. Ketika akhirnya saat pemberangkatan, jenazah dimasukkan ke masjid pada waktu sholat fardlu ditegakkan dengan harapan bisa disholatkan oleh kaum muslimin dengan jumlah yang banyak. Bagi yang sudah menunaikannya di rumah, tetap dianjurkan untuk kembali menyolatkannya di masjid. Hal ini berdasar sebuah hadits :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه فِي قِصَّةِ اَلْمَرْأَةِ اَلَّتِي كَانَتْ تَقُمُّ اَلْمَسْجِدَ قَالَ فَسَأَلَ عَنْهَا اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم  فَقَالُوا: مَاتَتْ, فَقَالَ: أَفَلَا كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِي؟ فَكَأَنَّهُمْ صَغَّرُوا أَمْرَهَا فَقَالَ: دُلُّونِي عَلَى قَبْرِهَا, فَدَلُّوهُ, فَصَلَّى عَلَيْهَا  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَزَادَ مُسْلِمٌ, ثُمَّ قَالَ إِنَّ هَذِهِ اَلْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا, وَإِنَّ اَللَّهَ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلَاتِي عَلَيْهِمْ 

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu tentang kisah seorang wanita yang biasa membersihkan masjid. Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menanyakan wanita tersebut, lalu mereka menjawab : Ia telah meninggal. Maka beliau bersabda : Mengapa kalian tidak memberitahukan kepadaku ? Mereka seakan-akan meremehkan urusannya. Beliau lalu bersabda : Tunjukkan aku makamnya. Lalu mereka menunjukkannya, kemudian beliau menyolatkannya [Muttafaq Alaihi] Muslim menambahkan : Kemudian beliau bersabda : Sungguh kuburan-kuburan ini penuh dengan kegelapan atas penghuninya dan sungguh Allah akan meneranginya untuk mereka dengan sholatku atas mereka.

Syaikh Muhammad Sholih Utsaimin mengomentari hadits di atas dengan berkata :

يؤخذ من هذا الحديث جواز إعادة الصلاة على الجنازة لمن صلّى عليها من قبل إذا وجد جماعة لأنّ الظاهر أن الذين خرجوا مع النبي صلى الله عليه وسلم صلّوا معه وعلى هذا فتشرع إعادة صلاة الجماعة إذا صلّى عليها جماعة اخرون مرة ثانية

Hadits di atas bisa dijadikan kesimpulan tentang bolehnya mengulangi sholat jenazah bagi siapa yang sudah menunaikannya sebelumnya bila ia mendapati jamaah sholat jenazah karena secara dzohir orang-orang yang keluar bersama nabi shollallohu alaihi wasallam mengerjakan sholat bersama beliau. Berdasarkan hal ini disyariatkan sholat jenazah untuk kedua kalinya secara berjamaah bila ada jamaah lainnya.

Maroji’ :
Syarh Riyadlush Sholihin, Syaikh Muhammad Sholih Utsaimin 1/627