Mengalir Darah Dari Tubuhnya

 

Kondisi Fisik Manusia Saat Dibangkitkan Pada Hari Kiamat (5)

Salah satu pemandangan yang akan terlihat di padang mahsyar adalah bangkitnya manusia dengan luka-luka di tubuh beserta darahnya yang mengalir. Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ  صلى الله عليه وسلم  قَالَ  كُلُّ كَلْمٍ يُكْلَمُهُ الْمُسْلِمُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يَكُونُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَهَيْئَتِهَا إِذْ طُعِنَتْ ، تَفَجَّرُ دَمًا ، اللَّوْنُ لَوْنُ الدَّمِ ، وَالْعَرْفُ عَرْفُ الْمِسْكِ

Dari Abu Huroiroh, dari nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Setiap luka yang dialami seorang muslim dalam jihad fisabilillah maka pada hari kiamat, kondisinya seperti keadaannya saat ditikam. Mengalir darah. Warnanya, warna darah dan aroma seperti aroma kesturi [HR Bukhori]

Ibnu Bathol berpendapat bahwa yang bangkit dengan sifat seperti ini tidak hanya orang mati di medan jihad saat melawan orang kafir saja. Terbunuh karena berperang melawan bughot (pemberontak terhadap pemerintah syar’i), khowarij, pencuri atau dalam rangka menegakkan amar makruf nahi munkar, termasuk dalam kriteria ini. Hal ini berdasarkan sabda nabi shollallohu alaihi wasallam :

من قتل دون ماله فهو شهيد

Barangsiapa mati karena membela hartanya, maka dia mati syahid

Maroji’ :

Syarh Ibnu Bathol 9/24

 

Mengenakan Pakaian Kehinaan

 

Kondisi Fisik Manusia Saat Dibangkitkan Pada Hari Kiamat (4)

Terkadang kita melihat orang yang ingin menjadi pusat perhatian lewat pakaian. Dia kenakan celana panjang untuk kaki kiri, sementara untuk kaki kanan hanya sebatas paha. Tentu nampak “ nyleneh “. Tak ayal pandangan manusia tertuju kepadanya dan inilah yang dia inginkan. Pakaian seperti ini disebut “ syuhroh “. Alloh tidak menyukai perbuatan ini. Kepada pelakunya, Alloh akan mengenakan pakaian yang membuat dia terhina pada hari kiamat. Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ

Dari Ibnu Umar berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Siapa yang mengenakan pakaian syuhroh (nyleneh) maka Alloh akan mengenakan pakaian kehinaan baginya pada hari kiamat [HR Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah]

Pada riwayat Abu Daud disebutkan :

ثُمَّ تُلَهَّبُ فِيهِ النَّارُ

Lalu akan dinyalakan api padanya

Ibnu Roslan berkata :

لِأَنَّهُ لَبِسَ ثَوْب الشُّهْرَة فِي الدُّنْيَا لِيُعَزَّ بِهِ وَيَفْتَخِر عَلَى غَيْره وَيُلْبِسهُ اللَّه يَوْم الْقِيَامَة ثَوْبًا يَشْتَهِر مَذَلَّته وَاحْتِقَاره بَيْنهمْ عُقُوبَة لَهُ وَالْعُقُوبَة مِنْ جِنْس الْعَمَل

Karena dia mengenakan pakaian syuhroh di dunia agar dimuliakan karenanya dan bisa membanggakan diri atas orang lain dan pada hari kiamat, Alloh akan mengenakan pakaian yang membuat dirinya tersiar kehinaan dan kerendahannya diantara mereka sebagai hukuman sesuai dengan perbuatannya.

Maroji’ :

Aunul Ma’bud 9/53

 

Mengenakan Baju Dari Tembaga Panas

 

Kondisi Fisik Manusia Saat Dibangkitkan Pada Hari Kiamat (3)

Niyahah adalah menangis histeris saat mendengar berita kematian. Berteriak disertai dengan menampar-nampar pipi atau merobek kain baju adalah tambahannya. Islam memasukkannya ke dalam dosa besar.

Niyahah merugikan si mayit karena rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال  قال النَّبِيّ  صلى الله عليه وسلم  المَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ  

Dari Umar Bin Khothob rodliyallohu anhu berkata : Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Mayit akan diadzab di kuburnya karena tangisan yang ditujukan baginya [muttafaq alaih]

Disamping merugikan si mayit, ternyata juga merugikan pelakunya. Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عن أبي مالك الأشعري  رضي الله عنه  قال : قال رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم  : النَّائِحَةُ إذا لَمْ تَتُبْ قَبلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَومَ القِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِربَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ ، وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ  

Dari Abu Malik Al Asy’ari rodliyallohu anhu berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersada : Wanita yang meratapi orang mati bila mati sebelum ia bertubat maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan ia dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal [HR Muslim]

Mengenakan Kain Ihrom

 

Kondisi Fisik Manusia Saat Dibangkitkan Pada Hari Kiamat (2)

Ini berlaku bagi yang meninggal dalam keadaan berihrom. Mereka tetap dimandikan, akan tetapi tidak dikenakan kain kafan padanya. Hal itu bertujuan agar nanti pada hari kiamat, mereka dibangkitkan sesuai kondisi saat meninggal. Ibnu Abbas berkata :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنه قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ وَاقِفٌ بِعَرَفَةَ إِذْ وَقَعَ عَنْ رَاحِلَتِهِ فَوَقَصَتْهُ أَوْ قَالَ فَأَوْقَصَتْهُ قَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم  اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ ، وَكَفِّنُوهُ فِى ثَوْبَيْنِ ، وَلاَ تُحَنِّطُوهُ وَلاَ تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ ، فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّيًا  

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata : Ketika seorang laki-laki wuquf di Arofah, tiba-tiba dia terjatuh dari kendaraannya. Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : Mandikanlah ia dengan air dan bidara, dan kafankanlah dengan dua lapis kainnya, jangan dikapasi dan jangan pula ditutupi kepalanya karena sesungguhnya dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyyah [Muttafaq Alaihi]

 

Dibangkitkan Dalam Keadaan Seperti Bayi Baru Lahir

 

Kondisi Fisik Manusia Saat Dibangkitkan Pada Hari Kiamat (1)

Yaitu telanjang, tidak beralas kaki dan kemaluan tidak berkhitan. Hal ini berlaku bagi seluruh manusia, termasuk para rosul. Aisyah berkata :

عن عائشة رضي الله عنها ، قَالَتْ : سَمِعْتُ رَسُول الله  صلى الله عليه وسلم  يقول : يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ القِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً 

Dari Aisyah rodliyallohu anha berkata : Aku mendengar rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Manusia dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan kemaluan kembali utuh sebelum dikhitan.

Mendengar hadits ini, Aisyah terheran hingga dia bertanya :

يَا رَسُول الله ، الرِّجَالُ وَالنِّساءُ جَمِيعاً يَنْظُرُ بَعضُهُمْ إِلَى بَعْض ؟!

Wahai rosululloh, bila demikian laki-laki dan perempuan satu dengan lainnya saling melihat ?

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :

يَا عائِشَةُ ، الأمرُ أشَدُّ مِنْ أنْ يُهِمَّهُمْ ذلِكَ

Wahai Aisyah, perkara pada hari itu jauh lebih dahsyat daripada memikir hal yang demikian [muttafaq alaih]

Dari sekian manusia yang akhirnya dikenakan pakaian, adalah Ibrohim alaihissalam

ألا وَإنَّ أَوَّلَ الخَلائِقِ يُكْسى يَومَ القِيَامَةِ إبراهيمُ  صلى الله عليه وسلم  

Ingatlah, sesungguhnya makhluq yang pertama kali dikenakan pakaian pada hari kiamat adalah Ibrohim shollallohu alaihi wasallam [muttafaq alaih]

Akhirnya, satu persatu manusiapun akan dikenakan pakaian sesuai dengan amal yang pernah diperbuatnya di dunia.

 

Perlindungan Dari Kejahatan Setan Di Malam Hari

 

Mengenal selul-beluk jin (57)

Pertama : Membaca ayat kursi

Abu Huroiroh mengabarkan perkataan setan :

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَة الكُرْسِيِّ مِنْ أوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ الآية لاَ يَزَالُ عَلَيْكَ مِنَ اللهِ حَافِظٌ ، وَلَنْ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ  

Bila engkau hendak pergi ke tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi dari awal hingga akhir. Sesungguhnya engkau senantiasa mendapat penjagaan dari Alloh dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu shubuh

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam membenarkan perkataan itu dan bersabda :

أمَا إنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ

Dia telah berkata benar kepadamu padahal ia adalah pendusta  [HR Bukhori]

Kedua : Membaca akhir surat albaqoroh

عن أَبي مسعودٍ البَدْرِيِّ رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخر سُورَةِ البَقَرَةِ في لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ  متفقٌ عَلَيْهِ .

Barangsiapa membaca dua ayat akhir dari albaqoroh pada malam hari maka akan dicukupkan baginya [muttafaq alaih]

Ketiga : Membaca al ikhlash dan almuawwidzatain

عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا وَقَرَأَ فِيهِمَا (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ) وَ (قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ.

Dari Aisyah rodliyallohu anha, bahwa nabi shollallohu alaihi wasallam bila pergi ke tempat tidurnya, beliau merapatkan kedua telapak tangannya lalu meniup keduanya seraya membaca “ Qulhuwallohu ahad, qul a’uudzu birobbil falaq dan qul a’udzu birobbinnas lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh sesuai kemampuan. Di mulai dari kepala, wajah dan seluruh tubuhnya. Beliau lakukan itu tiga kali. [HR Bukhori dan Abu Daud]

Keempat : Mengamalkan dzikir sore

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ رضى الله عنه قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مُرْنِى بِكَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ إِذَا أَصْبَحْتُ وَإِذَا أَمْسَيْتُ. قَالَ قُلِ اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَىْءٍ وَمَلِيكَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِى وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ قَالَ  قُلْهَا إِذَا أَصْبَحْتَ وَإِذَا أَمْسَيْتَ وَإِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ  

Dari Abu Huroiroh : Bahwa Abu Bakar Ash Shiddiq rodliyallohu anhu berkata : Wahai rosululloh, perintahkan diriku dengan beberapa kalimat yang aku akan membacanya di waktu pagi dan sore. Beliau bersabda : Ucapkanlah “ Ya Alloh, Pencipta langit dan bumi. Engkau yang mengetahui sesuatu yang ghoib dan nyata. Engkau adalah Rob dan Raja bagi segala sesuatu. Aku bersaksi tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan diriku dan kejahatan setan dan sekutunya “. Beliau bersabda : Bacalah di waktu pagi, di waktu sore dan bila engkau akan berbaring di tempat tidurmu [HR Abu Daud]

Pada riwayat Ahmad dan Tirmidzi ada sedikit perbedaan lafadz

اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ رَبُّ كُلِّ شَىْءٍ وَمَلِيكُهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِى وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِى سُوءاً أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

“ Ya Alloh, Pencipta langit dan bumi. Engkau yang mengetahui sesuatu yang ghoib dan nyata. Engkau adalah Rob dan Raja bagi segala sesuatu. Aku bersaksi tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau satu-satuNya, tidak ada sekutu bagi Engkau dan (Aku bersaksi) bahwa Muhammad adalah hamba dan rosulMu. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan diriku dan kejahatan setan dan sekutunya (dan aku berlindung) dari berbuat keburukan bagi diriku atau menimpa keburukan itu pada seorang muslim [HR Ahmad dan Tirmidzi]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَدَعُ هَؤُلَاءِ اَلْكَلِمَاتِ حِينَ يُمْسِي وَحِينَ يُصْبِحُ اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اَلْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي  

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata : Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tidak pernah melewatkan kalimat-kalimat ini ketika petang dan pagi yaitu : Ya Allah, aku memohon keselamatan dariMu dalam dinku, duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku, amankanlah kekhawatiranku, jagalah diriku dari depanku belakangku, sebelah kananku, sebelah kiriku dan dari atasku. Aku berlindung dengan keagunganMu dari bahaya yang datang dari bawahku [HR Nasa'i dan Ibnu Majah] 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَى  أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِى هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِى هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَمِنْ سُوءِ الْكِبْرِ أَوِ الْكُفْرِ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِى النَّارِ وَعَذَابٍ فِى الْقَبْرِ وَإِذَا أَصْبَحَ قَالَ ذَلِكَ أَيْضًا  أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ   

Dari Abdulloh : Bahwa nabi shollallohu alaihi wasallam biasa membaca di sore hari : Kami memasuki sore hari dan kerajaan milik Alloh. Segala puji bagi Alloh. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Alloh. Dialah satu-satuNya. Tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan, bagiNya segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Robku, aku memohon kepadaMu kebaikan yang ada pada malam ini dan kebaikan yang terjadi sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang ada pada malam ini dan keburukan yang terjadi sesudahnya. Wahai Robku, aku berlindung kepadaMU dari sifat malas dan dari keburukan sifat sombong atau kufur. Wahai Robku, aku berlindung kepadaMu dari adzab yang ada di neraka dan adzab yang ada di kubur. Bila di waktu pagi, beliau membaca kalimat ini juga (dengan dirubah lafadznya) dengan ashbahnaa wa ashbahal mulku lillah (kami memasuki pagi hari dan kerajaan milik Alloh) [HR Abu Daud]

 

 

Setan Dan Kejahatan Di Malam Hari

 

Mengenal selul-beluk jin (56)

Malam hari adalah momen yang ditunggu-tunggu setan. Mereka akan melancarkan kejahatan terhadap manusia di waktu ini. Bukti adanya kejahatan ini difirmankan oleh Alloh :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ  مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ  وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ  وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ  وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Katakanlah : Aku berlindung kepada Rob Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhlukNya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki [alfalaq : 1-5]

عن ابن عمرَ رضي اللهُ عنهما ، قَالَ : قَالَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم لَوْ أنَّ النَّاسَ يَعْلَمُونَ مِنَ الوحدَةِ مَا أعْلَمُ، مَا سَارَ رَاكبٌ بِلَيْلٍ وَحْدَهُ   

Dari Ibnu Umar ridloyallohu anhuma berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Seandainya manusia mengetahui bahaya sebenarnya pada bersendirian niscaya tidak akan ada orang bepergian seorang diri [HR Bukhori]

Secara rinci, diantara kejahatan setan di malam hari adalah :

Pertama : Setan Berkeliaran untuk mengganggu anak-anak

Oleh karena itu dianjurkan bagi orang tua untuk menahan anak-anak agar tidak berkeliaran khususnya di waktu maghrib. Selain itu, tempat penyimpan air juga harus ditutup. Inilah yang diajarkan oleh nabi shollallohu alaihi wasallam dalam haditsnya :

عَنْ جَابِرَ بْن عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ فَإِذَا ذَهَبَتْ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا  

Dari Jabir bin 'Abdullah radliallahu 'anhuma :  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Jika kegelapan malam datang, atau kalian berada pada petang hari, tahanlah (untuk tidak keluar) anak-anak kalian karena pada saat itu setan sedang berkeliaran. Jika malam telah berlalu beberapa saat, bolehlah kalian biarkan mereka dan tutuplah pintu rumah dan sebutlah nama Allah karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup [HR Bukhori Muslim]

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُرْسِلُوا فَوَاشِيَكُمْ وَصِبْيَانَكُمْ إِذَا غَابَتْ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْبَعِثُ إِذَا غَابَتْ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ  

Dari Jabir ia berkata :  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Jangan biarkan ternak dan anak-anakmu lepas berkeliaran ketika matahari terbenam sampai hilangnya cahaya senja. Karena setan keluar ketika matahari terbenam sampai hilang cahaya senja [HR Muslim]

Ibnu Bathol menerangkan bahwa di waktu ini (ba’da maghrib) Alloh memberi kekuatan bagi setan sehingga dengannya mereka menyakiti dan mengganggu anak-anak. Menahan anak-anak dari berkeliaran berlaku dari maghrib hingga menjelang waktu isya

Kedua : Setan merusak air di tempat penyimpanan

Karenanya ember, panci yang berisi sayur dan sejenisnya harus ditutup. Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ جَابِرٍ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِذَا اسْتَجْنَحَ  اللَّيْلُ أَوْ كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ الْعِشَاءِ فَحُلُّوهُمْ وَأَغْلِقْ بَابَكَ ، وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ ، وَأَطْفِئْ مِصْبَاحَكَ ، وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ ، وَأَوْكِ سِقَاءَكَ ، وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ ، وَخَمِّرْ إِنَاءَكَ ، وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ ، وَلَوْ تَعْرُضُ عَلَيْهِ شَيْئًا  

Dari Jabir rodliyallohu anhu, dari nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Bila malam telah tiba maka tahanlah anak-anak kecil kalian karena setan saat itu sedang berkeliaran. Bila telah berlalu waktu isya maka silahkan lepaskan mereka, tutuplah pintumu dan bacalah nama Alloh, matikan lampu dan bacalah nama Alloh, tutuplah tempat airmu dan bacalah nama Alloh, tutuplah bejanamu meski engkau lintangkan sesuatu di atasnya dan bacalah nama Alloh [HR Bukhori Muslim]

Hikmah di balik penutupan tempat air adalah penjagaan dari setan. Selain itu juga sebagai upaya menghindarkan dari penyakit sebagaimana riwayat yang ditampilkan oleh Ibnu Bathol dalam syarh Bukhori :

عن جابر أن الرسول قال:  غطوا الإناء وأوكوا السقاء؛ فإن فى السنة ليلة ينزل فيها وباء لا يمر بإناء ليس فيه غطاء إلا نزل فيه من ذلك الوباء

Dari Jabir bahwa arrosul shollallohu alaihi wasallam bersabda : Tutuplah bejana dan rapatkan tempat minuman karena dalam satu tahun ada satu malam dimana wabah akan turun di dalamnya. Tidaklah bejana yang tidak ada penutupnya kecuali akan turun wabah ke dalamnya

Ketiga : Mengendalikan tikus

Tikus biasa beraksi di malam hari. Benda-benda yang menarik perhatian binatang ini, harus diselamatkan. Diantaranya adalah obor atau pelita. Oleh karena itu, syariat menganjurkan agar nyala api dipastikan mati sebelum tidur. Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ غَطُّوا الْإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ وَأَغْلِقُوا الْبَابَ وَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً وَلَا يَفْتَحُ بَابًا وَلَا يَكْشِفُ إِنَاءً فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلَّا أَنْ يَعْرُضَ عَلَى إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ فَلْيَفْعَلْ فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تُضْرِمُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ بَيْتَهُمْ  

Dari Jabir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda : Tutuplah oleh kalian bejana-bejana, rapatkanlah tempat-tempat minuman, tutuplah pintu-pintu, dan matikanlah obor, karena setan tidak dapat membuka ikatan tempat minum, pintu, dan bejana. Jika kalian tidak mendapatkan penutupnya kecuali dengan membentangkan sepotong kayu di atas bejananya dan menyebut nama Allah, maka lakukanlah. Karena tikus dapat merusak pemilik rumah dengan membakar rumahnya [HR Bukhori Muslim]

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَاءَتْ فَأْرَةٌ فَأَخَذَتْ تَجُرُّ الْفَتِيلَةَ فَجَاءَتْ بِهَا فَأَلْقَتْهَا بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْخُمْرَةِ الَّتِي كَانَ قَاعِدًا عَلَيْهَا فَأَحْرَقَتْ مِنْهَا مِثْلَ مَوْضِعِ الدِّرْهَمِ فَقَالَ إِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوا سُرُجَكُمْ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدُلُّ مِثْلَ هَذِهِ عَلَى هَذَا فَتُحْرِقَكُمْ

Dari Ibnu Abbas ia berkata : Seekor tikus datang dan menarik sumbu lampu, tikus itu menariknya dan melemparnya ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu di atas tikar kecil yang di duduki oleh beliau sehingga tikar tersebut terbakar sebesar uang dirham. Beliau lalu bersabda : Jika salah seorang dari kalian hendak tidur, maka hendaklah ia matikan obor-obor kalian, sebab setan akan memberi petunjuk kepada (tikus) ini untuk melakukan (seperti) ini hingga membakar kalian [HR Abu Daud, Ibnu Hibban dan Alhakim]

Keempat : Mengincar lubang hidung sebagai sarana istirahat

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثًا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : Apabila seseorang di antara kamu bangun dari tidur maka hendaklah ia menghisap air ke dalam hidungnya tiga kali dan menghembuskannya keluar karena setan menginap di dalam rongga hidung itu [Muttafaq Alaihi]

Kelima : Mengganggu orang tidur dengan mimpi buruk

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عن جابر رضي الله عنه  عن رسول الله  صلى الله عليه وسلم  قَالَ : إِذَا رَأى أحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا ، فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلاثَاً ، وَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ثَلاَثاً ، وَلْيَتَحَوَّل عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ  

Dari Jabir rodliyallohu anhu, dari rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Bila seorang diantara kalian melihat mimpi yang tidak disukai maka meludahlah ke sebelah kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Alloh dari setan tiga kali. Dan berpindahlah dari posisi tidur yang dia tempati sebelumnya [HR Muslim]

Keenam : Membuat tidur pulas seorang muslim

Hingga dia malas untuk menunaikan sholat tahajud. Kendati hukum qiyamullail adalah sunnah, akan tetapi di dalamnya terkandung banyak manfaat dunia dan akhirat. Inilah yang tidak diinginkan setan. Mereka berupaya agar seorang muslim enggan menunaikannya. Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ  

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan dan syaitan mengikatkannya sedemikian rupa sehingga setiap ikatan diletakkan pada tempatnya lalu dikatakan “ Nikmatilah malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak “. Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudhu' maka lepaslah tali yang lainnya dan bila ia mendirikan shalat lepaslah seluruh tali ikatan dan pada pagi harinya ia akan merasakan semangat dan jiwanya baik. Namun bila dia tidak melakukan seperti itu, maka jiwanya buruk dan malas beraktifitas [HR Bukhori, Muslim, Ahmad dan Malik, Ibnu Majah dan Abu Daud]

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ ذُكِرَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ نَامَ لَيْلَهُ حَتَّى أَصْبَحَ قَالَ ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنَيْهِ  

Dari Abdullah radliallahu 'anhu berkata : Dilaporkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seseorang yang tertidur melewati malamnya hingga pagi, maka Beliau bersabda : Itulah orang yang dikencingi syaitan pada kedua telinganya  [HR Bukhori, Muslim, Ahmad dan Nasa’i]

Ketujuh : Mencuri berita-berita langit

Maksudnya peristiwa yang akan datang yang sedang dibicarakan oleh para malaikat. Dalam sebuah hadits panjang disebutkan :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أَخْبَرَنِي رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْأَنْصَارِ أَنَّهُمْ بَيْنَمَا هُمْ جُلُوسٌ لَيْلَةً مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُمِيَ بِنَجْمٍ فَاسْتَنَارَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاذَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ إِذَا رُمِيَ بِمِثْلِ هَذَا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ كُنَّا نَقُولُ وُلِدَ اللَّيْلَةَ رَجُلٌ عَظِيمٌ وَمَاتَ رَجُلٌ عَظِيمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّهَا لَا يُرْمَى بِهَا لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنْ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى اسْمُهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا سَبَّحَ حَمَلَةُ الْعَرْشِ ثُمَّ سَبَّحَ أَهْلُ السَّمَاءِ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ التَّسْبِيحُ أَهْلَ هَذِهِ السَّمَاءِ الدُّنْيَا ثُمَّ قَالَ الَّذِينَ يَلُونَ حَمَلَةَ الْعَرْشِ لِحَمَلَةِ الْعَرْشِ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ فَيُخْبِرُونَهُمْ مَاذَا قَالَ قَالَ فَيَسْتَخْبِرُ بَعْضُ أَهْلِ السَّمَاوَاتِ بَعْضًا حَتَّى يَبْلُغَ الْخَبَرُ هَذِهِ السَّمَاءَ الدُّنْيَا فَتَخْطَفُ الْجِنُّ السَّمْعَ فَيَقْذِفُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ وَيُرْمَوْنَ بِهِ فَمَا جَاءُوا بِهِ عَلَى وَجْهِهِ فَهُوَ حَقٌّ وَلَكِنَّهُمْ يَقْرِفُونَ فِيهِ وَيَزِيدُونَ  

Dari Abdullah bin 'Abbas berkata : Seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari kalangan Anshar bercerita kepadaku bahwa pada suatu malam ketika mereka sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba-tiba mereka dijatuhi bintang (meteor) yang bersinar. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada mereka : Apa yang kalian katakan pada masa jahiliyah apabila dijatuhi bintang seperti ini ? Jawab mereka : Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Dahulu kami berkomentar : Malam ini telah lahir orang yang besar dan telah meninggal orang yang besar pula. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya bintang (meteor) itu tidak jatuh karena meninggalnya seseorang dan tidak pula karena lahirnya seseorang. Tetapi Rabb kita, yang namaNya penuh berkah dan Maha Tinggi, apabila Dia memutuskan suatu urusan, maka bertasbihlah pemikul 'Arasy, kemudian bertasbih pula penduduk langit setelah mereka, sehingga tasbih mereka terdengar pula oleh penduduk langit dunia ini. Kemudian orang-orang yang dekat pemikul 'Arasy berkata kepada mereka : Apa yang telah difirmankan Rabb kalian ? Lalu mereka ceritakan apa yang telah difirmankan Allah. Maka penduduk langit yang lainnya pun saling mencari kabar tersebut sesama mereka, sehingga berita itu sampai pula kepada penduduk langit dunia ini. Berita itu tertangkap oleh bangsa jin, lalu dibisikkannya kepada pemimpin-pemimpin mereka, tetapi mereka dilempar karenanya. Maka apa yang disampaikannya menurut berita yang sebenarnya, itu benar. Tetapi biasanya mereka bohong dan beritanya mereka tambah-tambah [HR Muslim]

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَنْزِلُ فِي الْعَنَانِ وَهُوَ السَّحَابُ فَتَذْكُرُ الْأَمْرَ قُضِيَ فِي السَّمَاءِ فَتَسْتَرِقُ الشَّيَاطِينُ السَّمْعَ فَتَسْمَعُهُ فَتُوحِيهِ إِلَى الْكُهَّانِ فَيَكْذِبُونَ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ

Dari 'Aisyah radliallahu 'anhu, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya malaikat-malaikat turun pada al-'Anan, yaitu awan lalu mereka menyebutkan perkara-perkara (yang akan terjadi) di langit lalu setan-setan mencuri pendengaran hingga mereka dapat mendengarnya lalu mereka membisikkannya kepada para dukun, dan setan-setan itu membuat seratus kedustaan yang mereka selipkan dalam berita yang disampaikannya, yang berasal dari inisiatif mereka sendiri [HR Bukhori, Muslim dan Ahmad]

Kedelapan : Mencuri makanan kaum muslimin

Dalam urusan makan, mereka sama dengan manusia. Sama-sama membutuhkan makan dan minum. Untuk mendapatkannya, sebagian setan melakukan pencurian. Penuturan dari Abu Huroiroh adalah contoh buktinya :

عن أَبي هريرة رضي الله عنه قَالَ : وَكَّلَنِي رسولُ الله صلى الله عليه وسلم بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ، فَأتَانِي آتٍ فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَام، فَأخَذْتُهُ فقُلتُ: لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رسولِ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ : إنِّي مُحْتَاجٌ ، وَعَليَّ عِيَالٌ ، وَبِي حَاجَةٌ شَدِيدَةٌ ، فَخَلَّيْتُ عَنْهُ ، فَأصْبَحْتُ ، فَقَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم يَا أَبَا هُريرة ، مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ البَارِحَةَ ؟ قُلْتُ : يَا رسول الله ، شَكَا حَاجَةً وَعِيَالاً ، فَرحِمْتُهُ فَخَلَّيْتُ سَبيلَهُ . فَقَالَ : أمَا إنَّهُ قَدْ كَذَبَكَ وَسَيَعُودُ  فَعَرَفْتُ أنَّهُ سَيَعُودُ ، لقولِ رسول الله صلى الله عليه وسلم فَرَصَدْتُهُ ، فَجاء يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَقُلتُ : لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رسول الله صلى الله عليه وسلم ، قَالَ : دَعْنِي فَإنِّي مُحْتَاجٌ ، وَعَلَيَّ عِيَالٌ لاَ أعُودُ ، فَرحِمْتُهُ فَخَلَّيْتُ سَبيلَهُ ، فَأصْبَحْتُ فَقَالَ لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: يَا أَبَا هُريرة ، مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ البَارِحَةَ ؟  قُلْتُ : يَا رسول الله ، شَكَا حَاجَةً وَعِيَالاً ، فَرحِمْتُهُ فَخَلَّيْتُ سَبيلَهُ . فَقَالَ : إنَّهُ قَدْ كَذَبَكَ وَسَيَعُودُ فَرَصَدْتُهُ الثَّالثَة ، فَجاء يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ فَأخَذْتُهُ ، فَقُلتُ : لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رسولِ الله صلى الله عليه وسلم ، وهذا آخِرُ ثلاثِ مَرَّاتٍ أنَّكَ تَزْعُمُ أنَّكَ لاَ تَعُودُ ! فَقَالَ : دَعْنِي فَإنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللهُ بِهَا ، قُلْتُ : مَا هُنَّ ؟ قَالَ : إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ ، فَإنَّهُ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ الله حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ ، فَأصْبَحْتُ ، فَقَالَ لي رسولُ الله صلى الله عليه وسلم مَا فَعَلَ أسِيرُكَ البَارِحَةَ ؟ قُلْتُ : يَا رسول الله ، زَعَمَ أنَّهُ يُعَلِّمُنِي كَلِمَاتٍ يَنْفَعُنِي اللهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبيلَهُ ، قَالَ : مَا هِيَ ؟  قُلْتُ : قَالَ لي : إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَة الكُرْسِيِّ مِنْ أوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ الآية وقال لِي : لاَ يَزَالُ عَلَيْكَ مِنَ اللهِ حَافِظٌ ، وَلَنْ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النبيُّ  صلى الله عليه وسلم أمَا إنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ؟ قُلْتُ : لاَ . قَالَ : ذَاكَ شَيْطَانٌ  رواه البخاري .

Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu berkata : Rosululloh menugaskanku untuk menjaga zakat romadlon. Datanglah seseorang yang mengambil makanan. Akupun menangkapnya. Aku berkata : Benar-benar akan aku bawa engkau ke hadapan rosululloh. Ia berkata “ Aku adalah orang yang kesusahan, aku punya keluarga dan aku memiliki hajat yang penting “ Akupun melepaskannya. Pada waktu shubuh, rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Wahai Abu Huroiroh apa yang dilakukan oleh tawananmu tadi malam ? Aku berkata : Ya rosululloh, ia menyampaikan kesusahan dan keluarganya. Akupun merasa kasihan padanya maka aku melepasnya. Beliau bersabda : Dia telah membohongimi, ia akan kembali. Aku yakin bahwa ia pasti akan kembali atas apa yang diucapkan rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Aku mengintainya. Tiba-tiba ia datang mengambil makanan. Aku berkata : Benar-benar akan aku bawa engkau ke hadapan rosululloh. Ia berkata “ Lepaskan aku karena aku adalah orang susah sementara aku punya keluarga. Aku berjanji tidak akan kembali “. Aku kasihan padanya hingga aku melepsakannya. Pada waktu shubuh, rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Wahai Abu Huroiroh apa yang dilakukan oleh tawananmu tadi malam ? Aku berkata : Ya rosululloh, ia menyampaikan kesulitan hidupnya dan keluaganya. Aku kasihan padanya maka aku melepsakannya. Beliau bersabda : Dia telah membohongimu, ia akan kembali. Aku yakin bahwa ia pasti akan kembali atas apa yang diucapkan rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Aku mengintainya untuk ketiga kalinya. Tiba-tiba ia datang mengambil makanan. Aku menangkapnya. Aku berkata : Benar-benar akan aku bawa engkau ke hadapan rosululloh. Ini adalah akhir dari ketiga kalinya engkau berjanji untuk tidak kembali. Ia berkata : Lepaskan aku, aku akan ajarkan kepadamu beberapa ilmu, niscaya Alloh akan memberi manfaat padamu. Aku berkata : Apakah itu ? Ia berkata “ Bila engkau hendak pergi ke tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi dari awal hingga akhir. Sesungguhnya engkau senantiasa mendapat penjagaan dari Alloh dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu shubuh “. Akhirnya aku melepaskannya. Pada waktu shubuh, rosululloh shollallohu alaihi wasalam bertanya kepadaku : Wahai Abu Huroiroh, apa yang dilakukan oleh tawananmu ? Aku berkata : Ya rosululloh, ia mengaku bahwa ia akan mengajariku beberapa ilmu yang mana Alloh akan memberi manfaat kepadaku dengannya. Lalu akupun melepaskannya. Beliau bertaya : Apa itu ? Aku berkata : Ia berkata kepadaku : Bila engkau hendak pergi ke tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi dari awal hingga akhir. Ia juga berkata kepadaku. Alloh senantiasa akan menjagamu dan sekali-kali setan tidak akan mendekatimu hingga waktu shubuh. Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Dia telah berkata benar kepadamu padahal ia adalah pendusta, apakah engkau tahu siapakah yang mengajak bicara kepadamu semenjak tiga malam wahai Abu Huroiroh ? Aku berkata : Tidak tahu. Beliau bersabda : Itu adalah setan [HR Bukhori]

Sulaiman Dan Kekuasaannya Atas Jin

 

Mengenal selul-beluk jin (55)

Sulaiman alaihissalam berdoa :

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Di berkata : Wahai Robku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi [shod : 35]

Syaikh Abdurrohman Nashir Assa’di menafsirkan doa Sulaiman “ kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku “ dengan kemampuan menguasai  bangsa jin. Demikianlah, beberapa ayat di bawah ini adalah bukti akan penguasaan Sulaiman atas mereka :

وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ

Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari kalangan jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) [annaml : 17]

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آَلَ دَاوُودَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ  فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ  

Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Robnya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya adzab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih. Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan [saba : 12-14]

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ   وَمِنَ الشَّيَاطِينِ مَنْ يَغُوصُونَ لَهُ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَلِكَ وَكُنَّا لَهُمْ حَافِظِينَ

Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu; dan adalah Kami memelihara mereka itu,[al anbiya : 81-82]

وَالشَّيَاطِينَ كُلَّ بَنَّاءٍ وَغَوَّاصٍ  وَآَخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ

dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan, semuanya ahli bangunan dan penyelam dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu. [shod : 37-38]]

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : كان سليمان بن داود يوضع له ست مائة كرسي ثم يجيء أشراف الإنس فيجلسون مما يليه ثم يجيء أشراف الجن فيجلسون مما يلي أشراف الإنس ثم يدعو الطير فتظلهم ثم يدعو الريح فتحملهم قال : فيسير في الغداة الواحدة مسيرة شهر

Dari Ibnu Abbas rodliyallohu anhuma berkata : Sulaiman Bin Daud, diletakkan baginya enam ratus kursi lalu didatangkan manusia dari kalangan mulia lalu duduk dekatnya. Setelah itu didatangkan jin dari kalangan mulia lalu mereka duduk di dekat manusia dari kalangan mulia. Setelah itu dia memanggil burung lalu menaungi mereka. Setelah itu dia memanggil angin lalu membawa mereka. Dia melakukan perjalanan di satu pagi menempuh jarak satu bulan perjalanan [HR Al Hakim]

Penguasaan atas bangsa jin, benar-benar Alloh berikan kepada Sulaiman. Jin-jin itu dimanfaatkan tenaganya yang luar biasa bagi proyek-proyek yang dicanangkan oleh Sulaiman. Kekuasaan ini tidak akan berulang, meski bagi rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Dalam sebuah hadits disebutkan :

عن أَبي هريرة  رضي الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الْجِنِّ جَعَلَ يَفْتِكُ عَلَىَّ الْبَارِحَةَ لِيَقْطَعَ عَلَىَّ الصَّلاَةَ وَإِنَّ اللَّهَ أَمْكَنَنِى مِنْهُ فَذَعَتُّهُ فَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَرْبِطَهُ إِلَى جَنْبِ سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِى الْمَسْجِدِ حَتَّى تُصْبِحُوا تَنْظُرُونَ إِلَيْهِ أَجْمَعُونَ أَوْ كُلُّكُمْ ثُمَّ ذَكَرْتُ قَوْلَ أَخِى سُلَيْمَانَ رَبِّ اغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لاَ يَنْبَغِى لأَحَدٍ مِنْ بَعْدِى. فَرَدَّهُ اللَّهُ خَاسِئًا  

Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya ifrit dari kalangan jin menyerangku tadi malam untuk memotong sholatku. Sesungguhnya Alloh melindungiku darinya lalu aku mencekiknya. Sungguh aku berniat untuk mengikatnya di samping tiang masjid hingga pagi agar kalian semua melihatnya. Kemudian aku ingat doa saudaraku Sulaiman “ Wahai Robku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi ” . Setelah itu Alloh memalingkannya dalam keadaan hina [HR Muslim]

Bila halnya demikian, keliru besar bila ada seorang kyai mengklaim bahwa dirinya bisa memanfaatkan bantuan jasa dari golongan jin.

 

Jin Dan Pengetahuan Mereka Terhadap Kejadian Di Tempat Lain Yang Jauh

 

Mengenal selul-beluk jin (54)

Sebagian jin memiliki kekuatan super. Ada diantara mereka mampu memindahkan benda yang sangat berat dari tempat jauh yang mustahil dilakukan oleh manusia seperti yang terjadi pada masa nabi Sulaiman. Alloh berfirman :

قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ قَالَ عِفْريتٌ مِنَ الْجِنِّ أَنَا آَتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ

Berkata Sulaiman : Wahai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya (Bilqis) kepadaku sebelum mereka datang padaku sebagai orang-orang yang berserah diri Berkata `Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin : Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya [annaml : 38-39]

Ada juga diantara mereka yang bisa terbang dengan kecepatan tinggi seperti setan pencuri berita di langit. Alloh berfirman :

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآَنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan berita-beritanya. Tetapi sekarang barang siapa yang mencoba mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) [jin : 9]

Karena kekuatan inilah, tidak mustahil bila ada sebagian jin bisa membawa kabar yang terjadi di suatu tempat lalu dengan cepat menyampaikannya kepada orang yang berada di tempat yang sangat jauh.

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Umar Bin Khothob mengirim pasukan ke suatu daerah. Ketika pasukan mendapatkan kemenangan, kabar segera beredar yang membuat Umar menanyakan kebenarannya. Umarpun mendapat kepastian itu lalu dia berkata :

هذا أبو الهيثم بريد المسلمين من الجن وسيأتي بريد الإنس بعد ذالك

Ini adalah Abu Haitsam informan dari kalangan jin muslim dan setelah itu akan datang informan dari kalangan manusia.

Akhirnya beberapa hari kemudian, utusan pembawa berita dari kalangan manusiapun tiba di Madinah untuk menyampaikan berita yang sama.

 

Jin Tidak Mengetahui Kematian Sulaiman

 

Mengenal selul-beluk jin (53)

Alloh berfirman :

فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ

Maka ketika Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan [saba : 14]

Ayat ini adalah hujjah bahwa jin tidak mengetahui perkara ghoib.

Setan Dan Pengetahuannya Terhadap Perkara Ghoib

 

Mengenal selul-beluk jin (52)

Perkara ghoib adalah hak Alloh. Tidak ada yang mengetahui masalah ini kecuali Alloh sebagaimana firmanNya :

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal [luqman : 34]

Kendati demikian, ada beberapa kelompok yang mengetahui sebagian perkara ghoib, yaitu :

Pertama : Malaikat

Hal itu ketika Alloh menyampaikan sebagian hal yang akan terjadi di dunia kepada para malaikat. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ عَائِشَةَ  رضى الله عنها  عَنِ النَّبِىِّ  صلى الله عليه وسلم قَالَ  الْمَلاَئِكَةُ تَتَحَدَّثُ فِى الْعَنَانِ  وَالْعَنَانُ الْغَمَامُ  بِالأَمْرِ يَكُونُ فِى الأَرْضِ ، فَتَسْمَعُ الشَّيَاطِينُ الْكَلِمَةَ ، فَتَقُرُّهَا فِى أُذُنِ الْكَاهِنِ ، كَمَا تُقَرُّ الْقَارُورَةُ ، فَيَزِيدُونَ مَعَهَا مِائَةَ كَذِبَةٍ

Dari Aisyah rodliyallohu anha, dari nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Para malaikat berbicara di ‘anan (‘anan adalah awan) tentang perkara yang akan terjadi di bumi. Setan-setan mendengar pembicaraaan itu lalu membisikkannya di telinga dukun sebagaimana air dituangkan di botol. Setelah itu mereka menambahnya dengan seratus kebohongan [HR Muslim]

Kedua : Setan dan dukun peramal

Hal itu ketika setan berhasil mendengar pembicaraan para malaikat berkenaan hal-hal yang akan terjadi di dunia. Itupun mayoritas mereka tidak berhasil mendapatkannya karena lemparan bintang. Bagi yang berhasil, akan menyampaikannya kepada dukun dan peramal dengan dibumbui seratus kedustaan.

Ketiga : Para rosul

Alloh berfirman :

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ

(Alloh) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridaiNya  [jin : 26-27]

Sebagian contohnya adalah tanda-tanda hari kiamat yang akan muncul di masa yang akan datang.

 

Apakah Setan Mati Akibat Lemparan Bintang ?

 

Mengenal selul-beluk jin (51)

Alloh berfirman :

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ  وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ  إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ  

Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka, syaitan-syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang [ash shoffat : 6-10]

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآَنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا   

Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) [jin : 8-9]

Ayat-ayat di atas menunjukkan serangan bintang ditujukan kepada setan pencuri berita lagit. Tentang efek lemparan bintang kepada setan, penulis tafsir Lubabutta’wil Fii Ma’anittanzil berkata :

كوكب مضيء قوي لا يخطئه بل يقتله ويحرقه أو يخبله

Bintang (yang dilemparkan) memiliki sinar kuat yang tidak akan meleset sasarannya, bahkan bisa membunuh dan membakarnya atau membuat setan lumpuh