Menyelesaikan kasus jahdul ariyyah (meminjam dan tidak mau mengembalikan).


                  Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (12)

Hukuman bagi pelakunya diserupakan dengan pencurian. Artinya bila barang yang dipinjam senilai seperempat dinar maka pelakunya dikenakan hukuman potongan tangan.

Yang menjadi problem adalah yang melakukan perbuatan ini adalah seorang gadis dari petinggi Bani Makhzumiyyah. Masyarakat tidak rela bila kasus ini benar-benar diusut dan ditegakkan hukuman karena status terhormat yang disandang si pelaku. Secara lengkap Urwah Bin Zubair menuturkan :

عَنِ عُرْوَة بْن الزُّبَيْرِ أَنَّ امْرَأَةً سَرَقَتْ فِى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِى غَزْوَةِ الْفَتْحِ ، فَفَزِعَ قَوْمُهَا إِلَى أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ يَسْتَشْفِعُونَهُ ، قَالَ عُرْوَةُ فَلَمَّا كَلَّمَهُ أُسَامَةُ فِيهَا تَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  فَقَالَ أَتُكَلِّمُنِى فِى حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ قَالَ أُسَامَةُ اسْتَغْفِرْ لِى يَا رَسُولَ اللَّهِ . فَلَمَّا كَانَ الْعَشِىُّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَطِيبًا ، فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ  أَمَّا بَعْدُ ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ النَّاسَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ ، وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ ، لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا ثُمَّ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ ، فَقُطِعَتْ يَدُهَا ، فَحَسُنَتْ تَوْبَتُهَا بَعْدَ ذَلِكَ وَتَزَوَّجَتْ . قَالَتْ عَائِشَةُ فَكَانَتْ تَأْتِى بَعْدَ ذَلِكَ فَأَرْفَعُ حَاجَتَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم

Dari Urwah Bin Zubair bahwa seorang wanita mencuri pada masa rosululloh shollallohu alihi wasallam pada perang fathu Mekah. Kaumnya bergegas menemui Usamah Bin Zaid untuk meminta syafaat kepadanya. Ketika Usamah membicarakan itu dengan rosululloh shollallohu alaihi wasallam, wajah beliau berubah warna (memerah) seraya bersabda : Apakah engkau mengajak bicara aku dalam hukum had (pidana) milik Alloh ? Usamah berkata : Mohonkan ampun buatku wahai rosululloh. Saat sore, rosululloh shollllohu alaihi wasallam berdiri untuk menyampaikan khutbah. Beliau menyanjung Alloh sesuai dengan hakNya lalu bersabda : Amma ba’du. Sesungguhnya manusia sebelum kalian celaka karena bila yang mencuri orang terpandang, mereka biarkan. Bila yang mencuri adalah orang lemah, mereka tegakkan hukuman. Demi jiwa Muhammad yang ada di tanganNya, seandainya Fatimah Binti Muhammad mencuri maka sungguh aku akan memotong tangannya. Lalu rosululloh shollallohu alaihi wasallam memerintahkan agar tangan wanita itu dipotong. Setelah itu bagus taubatnya dan menikah. Aisyah berkata : Ia pernah datang menemuiku setelah itu lalu aku sampaikan keperluannya kepada rosululloh shollallohu alaihi wasallam [HR Bukhori]

Menunaikan sekali wudlu untuk beberapa kali sholat

           
                   Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (11)

عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى الصَّلَوَاتِ يَوْمَ الْفَتْحِ بِوُضُوءٍ وَاحِدٍ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ لَقَدْ صَنَعْتَ الْيَوْمَ شَيْئًا لَمْ تَكُنْ تَصْنَعُهُ. قَالَ  عَمْدًا صَنَعْتُهُ يَا عُمَرُ

Dari Sulaiman Bin Buraidah dari bapaknya bahwa nabi shollallohu alaihi wasallam menunaikan beberapa kali sholat pada hari penaklukkan Mekah dengan sekali wudlu dan beliau mengusap sepatunya. Umar berkata kepada beliau : Pada hari ini engkau telah melakukan sesuatu yang belum engkau lakukan sebelumnya. Beliau bersabda : Itu aku lakukan dengan sengaja wahai Umar [HR Muslim]

Mengumumkan haramnya jual beli khomr


                   Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (11)


Sebagaimana kita ketahui, bahwa penetapan haramnya khomr memerlukan waktu panjang. Selama 13 tahun di Mekah, tidak pernah rosululloh shollallohu alaihi wasalam menyinggung-nyinggung masalah ini. Ketika sudah berada di Madinah, baru Alloh menerangkan hukum minuman ini. Itupun melalui 3 tahapan :

(1) Menerangkan tentang adanya kandungan manfaat dan madlorot yang terdapat di dalam khomr dengan penyebutan bahwa madlorotnya lebih besar :

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا  

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah : Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.  [albaqoroh : 219]

(2) Menerangkan bahwa islam melarang khomr dikonsumsi sebelum sholat

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,  [annisa : 43]

Pada ayat di atas, Alloh menerangkan bahwa sholat tidak boleh ditunaikan dalam keadaan mabuk. Ini artinya bahwa Alloh mempersilahkan para sahabat untuk mengkonsumsinya setelah sholat ditunaikan.

(3) Penegasan atas haramnya khomr  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ  إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah najis Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sholat; Maka apakah kamu mau berhenti  (dari mengerjakan pekerjaan itu)  [almaidah : 90-91]

Kendati khomr sudah dinyatakan haram, akan tetapi jual beli komoditi ini tidak pernah disinggung oleh syariat hingga ketika Mekah ditaklukkan, beliau memberi pengumuman sebagaimana yang diceritakan oleh Jabir Bin Abdulloh :

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضى الله عنهما أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ عَامَ الْفَتْحِ وَهْوَ بِمَكَّةَ  إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ  

Dari Jabir Bin Abdulloh rodliyallohu anhuma : Bahwa ia mendengar rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda pada hari penaklukkan Mekah Saat beliau berada di Mekah : Sesungguhnya Alloh dan rosulNya mengharamkan jual beli khomr [HR Bukhori]

Dari sini lengkaplah sudah, pembicaraan seputar khomr. Ia haram untuk diminum, haram pula untuk diperjual belikan

Tinggal di kota Mekah selama sembilan belas hari


               Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (10)


Tentang lamanya beliau tinggal diceritakan oleh Abdulloh Bin Abbas :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما قَالَ أَقَامَ النَّبِىُّ  صلى الله عليه وسلم  بِمَكَّةَ تِسْعَةَ عَشَرَ يَوْمًا يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ  

Dari Ibnu Abbas berkata : Nabi shollallohu alaihi wasallam tinggal di kota Mekah selama sembilan belas hari dimana beliau menunaikan sholat dua rokaat (maksudnya di qoshor) [HR Bukhori]

Syaikh Shofiurrohman Almubarokfuri berkata :

وأقام رسول الله صلى الله عليه وسلم بمكة تسعة عشر يومًا يجدد معالم الإسلام، ويرشد الناس إلى الهدى والتقى، وخلال هذه الآيام أمر أبا أسيد الخزاعي، فجدد أنصاب الحرم، وبث سراياه للدعوة إلى الإسلام، ولكسر الأوثان التي كانت حول مكة، فكسرت كلها، ونادى مناديه بمكة : من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يدع في بيته صنما إلا كسره .

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam tinggal di Mekah selama 19 hari. Beliau perbaharui ajaran islam, mengajak manusia kepada petunjuk dan taqwa. Di sela-sela hari itu beliau perintahkan Abu Usaid Alkhoza’i untuk memperbaharui batu-batu alharom. Beliau juga mengirim utusan dengan misi dakwah kepada islam dan intruksi untuk menghancurkan patung-patung di sekitar Mekah dan akhirnya semua berhasil dihancurkan. Beliaupun berseru : Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir maka tidak boleh dibiarkan patung yang ada di rumahnya kecuali mengahncurkannya

Membaiat Penduduk Mekah


                     Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (9)


Ketika masyarakat berbondong-bondong masuk islam, rosululloh shollallohu alaihi wasallam membaiat mereka. Beliau berdiri di Shofa, di bawahnya ada Umar Bin Khothob. Mereka dibaiat atas sikap mendengar dan taat. Setelah kaum laki-laki berikrar, disusul oleh kaum wanita. Baiat mereka diabadikan oleh Alloh :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَى أَنْ لَا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Hai nabi, jika datang kepadamu kaum mukminat untuk berbaiat kepadamu dimana mereka tidak akan berbuat syirik kepada Alloh sedikitpun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak mereka, tidak membuat dusta yang mereka ada-adakan antara kaki dan tangan-tangan mereka dan tidak mendurhakaimu dalam perbuatan makruf maka terimalah baiat mereka dan mohonkan ampun buat mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [almumtahanah : 12]

Pada kata “ Jangan mencuri “, Hindun terdiam lalu mengeluhkan sikap pelit yang dimiliki suaminya, Abu Sufyan. Karenanya terpaksa ia mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya. Keluhan ini dicantumkan dalam sebuah hadits :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ دَخَلَتْ هِنْدُ بِنْتُ عُتْبَةَ اِمْرَأَةُ أَبِي سُفْيَانَ عَلَى رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم . فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ لَا يُعْطِينِي مِنْ اَلنَّفَقَةِ مَا يَكْفِينِي وَيَكْفِي بَنِيَّ, إِلَّا مَا أَخَذْتُ مِنْ مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمِهِ, فَهَلْ عَلِيَّ فِي ذَلِكَ مِنْ جُنَاحٍ? فَقَالَ: خُذِي مِنْ مَالِهِ بِالْمَعْرُوفِ مَا يَكْفِيكِ, وَيَكْفِي بَنِيكِ  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Hindun binti Utbah istri Abu Sufyan masuk menemui Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan berkata : Wahai Rasulullah, sungguh Abu Sufyan adalah orang yang sangat pelit. Ia tidak memberiku nafkah yang cukup untukku dan anak-anakku kecuali aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya. Apakah yang demikian itu aku berdosa ? Beliau bersabda : Ambillah dari hartanya yang cukup untukmu dan anak-anakmu dengan baik  [Muttafaq Alaihi]

Ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Hindun tidak dinilai sebagai pencurian sehingga ia mengikuti baiat hingga kalimat terakhir.

Menyampaikan ceramah di hari kedua


               Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (8)

Yang beliau sampaikan adalah berkenaan dengan status kota Mekah. Beliau bersabda :

 عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ افْتَتَحَ مَكَّةَ لاَ هِجْرَةَ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا ، فَإِنَّ هَذَا بَلَدٌ حَرَّمَ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، وَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَإِنَّهُ لَمْ يَحِلَّ الْقِتَالُ فِيهِ لأَحَدٍ قَبْلِى ، وَلَمْ يَحِلَّ لِى إِلاَّ سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ، فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، لاَ يُعْضَدُ شَوْكُهُ ، وَلاَ يُنَفَّرُ صَيْدُهُ ، وَلاَ يَلْتَقِطُ لُقَطَتَهُ إِلاَّ مَنْ عَرَّفَهَا ، وَلاَ يُخْتَلَى خَلاَهَا. قَالَ الْعَبَّاسُ يَا رَسُولَ اللَّهِ . إِلاَّ الإِذْخِرَ ، فَإِنَّهُ لِقَيْنِهِمْ وَلِبُيُوتِهِمْ . قَالَ قَالَ إِلاَّ الإِذْخِرَ  

Dari Ibnu Abbas rodliyallohu anhuma berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Tidak ada hijrah lagi, yang ada adalah jihad dan niat. Bila kalian diberi intruksi untuk pergi berjihad, maka segeralah berangkat. Sesungguhnya negeri ini telah Alloh telah tetapkan keharamannya saat Alloh menciptakan langit dan bumi. Dia berstatus harom dengan keharoman Alloh sampai hari kiamat. Belum pernah halal bagi siapapun sesudahku dan tidak akan halal bagi siapapun sesudahku. Tidak halal bagiku kecuali sesaat dari satu masa di siang hari (karena beliau membunuh beberapa orang kafir yang masuk daftar hitam). Tidak boleh duri-durinya dipangkas, binatangnya diburu, tidak boleh dimiliki barang temuannya kecuali untuk diumumkan dan tidak boleh dicabut rerumputannya . Mendengar ini, Abbas Bin Abdul Muthollib berkata : Kecuali idzkhir (salah satu rumput) ya rosululloh karena ia sesuatu yang pasti dipakai oleh tukang besi dan rumah mereka. Beliau bersabda : Kecuali idzkhir [HR Bukhori dan Ibnu Majah]

Menghancurkan patung di sekeliling Mekah


                          Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (7)


(1) Patung Uzza

Ada di Nakhlah. Patung ini milik quraisy dan seluruh Bani Kinanah. Ia adalah patung terbesar yang mereka miliki. Penjaganya adalah Bani Syaibah

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam mengutus Kholid Bin Walid untuk menghancurkan patung ini. Ia berangkat diikuti 30 pasukan kuda. Setelah sekses menghancurkannya, dia dan pasukannya menghadap rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Beliau bersabda :

هل رأيت شيئا

Apakah engkau melihat sesuatu ?

Kholid menjawab : Tidak.

Beliau bersabda :

فإنك لم تهدمها فارجع إليها فاهدمها

Sesungguhnya engkau belum menghancurkannya, kembalilah, hancurkanlah dia !

Kholid kembali dalam keadaan marah sambil membawa pedang terhunus. Sesampainya di tempat, tiba-tiba seorang wanita tua berkulit hitam dan sudah tua keluar dalam keadaan terurai rambutnya. Saat itu penjaga patung berteriak mengingatkannya. Oleh Kholid wanita ini segera dieksekusi hingga badannya terbelah menjadi dua.

Kepada Kholid, beliau bersabda :

نعم تلك العزى وقد أيست أن تعبد في بلادكم أبدا

Benar, itulah Uzza yang sesungguhnya, ia telah putus asa karena tidak akan disembah selamanya

(2) Patung Suwa

Suwa adalah patung milik suku Hudzail. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam mengutus Amru Bin Ash untuk menghancurkannya. Sesampainya di tempat, rombongan Amru Bin Ash dihentikan oleh penjaga patung. Si penjaga bertanya : Apa yang akan kalian lakukan ? Amru menjawab :

أمرني رسول الله صلى الله عليه و سلم أن أهدمه

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam memerintahkanku untuk menghancurkannya.

Penjaga itu berkata :

لا تقدر على ذلك

Engkau tidak akan mampu melakukannya

Amru bertanya : Kenapa bisa begitu ? Penjaga menjawab : Engkau akan dihalang-halangi

Amru berkata :

حتى الآن أنت على الباطل ويحك فهل يسمع أو يبصر ؟

Sampai sekarang engkau masih berada di atas kebatilan. Celaka engkau, apakah patung itu bisa mendengar dan melihat ?

Amrupun segera menghancurkannya beserta bangunannya. Ternyata tidak ada kejadian apapun sehingga Amru bertanya kepada si penjaga : Bagaimana, bukankah tidak terjadi sesuatupun menimpa kami ? Si penjagapun akhirnya menyatakan islam

(3) Manat

Patung ini terletak di Musyallal. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam mengutus Sa’ad Bin Zaid Al Ayhali diikuti 20 pasukan berkuda. Sesampainya di tempat, ia dapati wanita berkulit hitam yang terurai rambutnya dan telanjang berteriak-teriak memaki sambil memukul-mukul dadanya. Oleh Sa’ad Bin Zaid, wanita ini segera dibunuh lalu ia hancurkan patung beserta bangunannya

Mengeksekusi beberepa orang kafir


                  Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (6)


Setelah rosululloh shollallohu alaihi wasallam mengumumkan pemaafan atas kaum kafir quraisy yang membuat mereka akhirnya masuk islam, beliau memerintahkan untuk mengeksekusi beberapa orang yang masuk daftar hitam. Mereka adalah : Abdul Uzza Ibnu Khothol, Abdulloh Bin Sa’ad Bin Abi Sarh, Ikrimah Bin Abu Jahal, Harits Bin Nufail Bin Wahab, Muqoyas Bin Shubabah, Habar Bin Aswad, dua biduanita Ibnu Khothol, Sarah budak Bani Abdul Muthollib. Bagaimana kesudahan mereka ? Syaikh Shofiurrohman Almubarokfuri menyebut :

Abdulloh Bin Sa’ad Bin Abi sarah

Ia pernah masuk islam lalu kembali murtad dan kembali ke Mekah. Hampir saja terbunuh, akan tetapi mendapat syafaat (jaminan suaka) dari Utsman akhirnya ia selamat dan kembali masuk islam.

Ikrimah Bin Abi Jahl

Pada saat fathu Mekah, Ikrimah Bin Abu Jahal  melarikan diri ke Yaman lalu mendapat jaminan keamanan dari istrinya. Nabi shollallohu alaihi wasallam menerimanya hingga akhirnya ia datang ditemani istrinya menghadap beliau untuk masuk islam. Iapun baik keislamannya hingga meninggal

Abdul Uzza Ibnu Khothol

Ia sempat bergelantung di ka’bah dengan harapan mendapat pengampunan. Seorang sahabat memberi tahu hal itu kepada nabi shollallohu alaihi wasallam. Beliau bersabda “ Bunuh dia ! “. Akhirnya ia dibunuh di depan ka’bah

Muqoyas Bin Shubabah

Ia sebenarnya sudah pernah masuk islam dan tinggal di Madinah. Ia murtad setelah sempat membunuh seorang anshor. Setelah itu kembali ke Mekah. Akhirnya ia mati dibunuh oleh Numailah Bin Abdulloh

Harits Bin Nufail Bin Wahab

Ia adalah orang yang sangat keras permusuhannya bagi nabi shollallohu alaihi wasallam saat beliau berdakwah di Mekah. Ia akhirnya dieksekusi oleh Ali Bin Abi Tholib

Habar Bin Aswad

Ia yang menyerang Zainab puteri rosululloh shollallohu alaihi wasallam ketika hijrah. Dia mendorong Zainab dari kendaraan hingga terjatuh yang mengakibatkan keguguran. Ia segera lari ke Mekah. Ia masuk islam hingga baik keislamannya sampai meninggalnya.

Dua biduanita Ibnu Khothol

Keduanya biasa mendendangkan syair celaan bagi rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Satu diantara keduanya berhasil dibunuh dan salah satunya masuk islam

Sarah budak Bani Abdul Muthollib

Dia yang membawa surat rahasia dari Hathib Bin Abi Baltaah tentang rencana penyerangan rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Ia mendapat perlindungan dan akhirnya masuk islam.

Sebenarnya masih banyak orang-orang kafir yang terbunuh selain mereka, akan tetapi secara garis besar riwayat di atas sudah cukup untuk mewakili.

Bilal Mengumandangkan Adzan


                        Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (5)


Selesai menunaikan sholat di dalam ka’bah, Bilal dipersilahkan oleh rosululloh shollallohu alaihi wasallam untuk mengumandangkan adzan. Ini adalah peristiwa besar. Seorang mantan budak dan berkulit hitam yang dulunya tidak memiliki nilai tiba-tiba berdiri di tempat mulia untuk menyeru sholat. Di saat yang sama di hadapan mereka adalah para petinggi kafir quraisy. Diantara mereka Abu Sufyan, Attab Bin Usaid, Alharits Bin Hisyam dan lainnya. Sisa-sisa jahiliyyah belum hilang dari hati mereka. Saat mereka duduk di halaman ka’bah sambil menatap peristiwa itu, Attab berkata :

لَقَدْ أَكْرَمَ اللّهُ أَسِيدًا أَلَا يَكُونُ سَمِعَ هَذَا ، فَيَسْمَعُ مِنْهُ مَا يَغِيظُهُ

Sungguh Alloh telah memulaikan Asid (bapaknya Attab yang telah mati dalam keadaan kufur) dimana ia tidak mendengar ini (adzannya Bilal). Kalau dia masih hidup, ia akan mendengar suara yang akan membuatnya murka

Alharits yang ada di sampingnya berkata :

أَمَا وَاَللّهِ لَوْ أَعْلَمُ أَنّهُ مُحِقّ لَاتّبَعْته

Demi Alloh, seandainya aku mengetahui bahwa itu adalah kebenaran tentu aku akan mengikutinya

Abu Sufyan berkata :

لَوْ تَكَلّمْت لَأَخْبَرَتْ عَنّي هَذِهِ الْحَصَى

Seandainya aku ikut berbicara tentu kerikil ini akan mengkabarkannya

Memasuki Ka’bah Dan Sholat Di Dalamnya


           Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (5)


Ada beberapa riwayat yang berbicara dalam masalah ini, diantaranya :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ الْكَعْبَةَ وَأُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ وَبِلاَلٌ وَعُثْمَانُ بْنُ طَلْحَةَ الْحَجَبِىُّ فَأَغْلَقَهَا عَلَيْهِ وَمَكَثَ فِيهَا ، فَسَأَلْتُ بِلاَلاً حِينَ خَرَجَ مَا صَنَعَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم قَالَ جَعَلَ عَمُودًا عَنْ يَسَارِهِ ، وَعَمُودًا عَنْ يَمِينِهِ ، وَثَلاَثَةَ أَعْمِدَةٍ وَرَاءَهُ ، وَكَانَ الْبَيْتُ يَوْمَئِذٍ عَلَى سِتَّةِ أَعْمِدَةٍ ، ثُمَّ صَلَّى    

Dari Abdulloh Bin Umar bahwa rosululloh shollallohu alaihi wasallam masuk ke dalam ka’bah bersama Usamah Bin Zaid, Bilal dan Utsman Bin Tholhah Alhajabiyy lalu menutupnya dan berdiam di dalamnya. Aku bertanya kepada Bilal ketika keluar : Apa yang dilakukan oleh nabi shollallohu alaihi wasallam ? Ia berkata : Beliau berada diantara tiang bagian kiri dan tiang bagian kanan sementara tiga tiang ada di belakang beliau. Pada saat itu, ka’bah terdiri dari enam tiang. Lalu di situ beliau menunaikan sholat [HR Bukhori]

عَنْ ابْنُ عُمَرَ فَقِيلَ لَهُ هَذَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ الْكَعْبَةَ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ فَأَقْبَلْتُ وَالنَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم قَدْ خَرَجَ ، وَأَجِدُ بِلاَلاً قَائِمًا بَيْنَ الْبَابَيْنِ ، فَسَأَلْتُ بِلاَلاً فَقُلْتُ أَصَلَّى النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فِى الْكَعْبَةِ قَالَ نَعَمْ رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ السَّارِيَتَيْنِ اللَّتَيْنِ عَلَى يَسَارِهِ إِذَا دَخَلْتَ ، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى فِى وَجْهِ الْكَعْبَةِ رَكْعَتَيْنِ  

Dari Ibnu Umar, dikatakan kepadanya : Ini rosululloh shollallohu alaihi wasallam masuk ke dalam ka’bah. Ibnu Umar berkata : Aku segera pergi sedangkan nabi shollallohu alaihi wasallam telah keluar dan aku mendapati Bilal berdiri antara dua pintu. Aku bertanya kepada Bilal : Apakah nabi shollallohu alaihi wasallam sholat di dalam ka’bah ? Ia berkata : Benar, dua rokaat antara dua tiang yang ada di sebelah kiri bila engkau masuk, lalu beliau keluar dan sholat di depan ka’bah dua rokaat [HR Bukhori]

Hadits di atas merupakan bantahan bagi Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa nabi shollallohu alaihi wasallam tidak menunaikan sholat di dalam ka’bah. Para ulama menerangkan bahwa ditutupnya ka’bah saat beliau sholat demi menjaga kekhusyuan karena banyaknya orang di luar ka’bah.

Menyerahkan Kunci Ka’bah kepada Utsman Bin Tholhah


                Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (4)


Setiap masjid pasti ada DKMnya. Merekalah yang memiliki wewenang untuk mengatur dan mengelola masjid. Demikian juga masjidil harom. Ketua DKM bagi masjidil harom ditunjuk oleh rosululloh shollohu lihi wasallam. Tanda bahwa orang itu memiliki kewenangan di baitulloh adalah bila dia memegang kunci ka’bah. Beliau bersabda :

أَيْنَ عُثْمَانُ بْنُ طَلْحَةَ ؟ هَاكَ مِفْتَاحَك يَا عُثْمَانُ ، الْيَوْمُ يَوْمُ بِرّ وَوَفَاءٍ

Dimana Utsman Bin Tholhah ? Ini kunci ka’bah untukmu wahai Utsman. Hari ini adalah hari kebajikan dan hari penetapan janji

Dengan begitu, resmi sudah Utsman Bin Tholhah yang bertanggung jawab bagi masjidil harom dan ka’bahnya

Sholat dluha 8 rokaat


              Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (3)


Syaikh Shofiurrohman Almubarokfuri menamainya dengan sholat alfathu (kemenangan) atau sholat asy syukru (syukur) :

عَنِ ابْنِ أَبِى لَيْلَى مَا أَخْبَرَنَا أَحَدٌ أَنَّهُ رَأَى النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم  يُصَلِّى الضُّحَى غَيْرَ أُمِّ هَانِئٍ ، فَإِنَّهَا ذَكَرَتْ أَنَّهُ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ اغْتَسَلَ فِى بَيْتِهَا ثُمَّ صَلَّى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ ، قَالَتْ لَمْ أَرَهُ صَلَّى صَلاَةً أَخَفَّ مِنْهَا غَيْرَ أَنَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ  

Dari Ibnu Abi Laila : Tidak pernah ada seorangpun yang mengabarkan kepada kami bahwa dirinya melihat nabi shollallohu alaihi wasallam sholat dluha delapan rokaat selain di rumah Ummu Hani. Ia pernah menceritakan bahwa pada hari penaklukkan Mekah beliau mandi di rumahnya lalu sholat delapan rokaat. Ummu Hani berkata : Aku tidak pernah melihat beliau sholat yang lebih ringan dari sholat itu akan tetapi beliau tetap menyempurnakan ruku’ dan sujud [HR Bukhori dan Ahmad]

Menyampaikan Khutbah Setelah Menguasai Kota Mekah


                       Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (2)


Beliau bersabda :

فَقَالَ لَا إلَهَ إلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ أَلَا كُلّ مَأْثُرَةٍ أَوْ دَمٍ أَوْ مَالٍ يُدَعّى فَهُوَ تَحْتَ قَدَمَيّ هَاتَيْنِ إلّا سِدَانَةَ الْبَيْتِ وَسِقَايَةَ الْحَاجّ أَلَا وَقَتِيلَ الْخَطَأِ شِبْهِ الْعَمْدِ بِالسّوْطِ وَالْعَصَا ، فَفِيهِ الدّيَةُ مُغَلّظَةً مِائَةٌ مِنْ الْإِبِلِ أَرْبَعُونَ مِنْهَا فِي بُطُونِهَا أَوْلَادُهَا . يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ ، إنّ اللّهَ قَدْ أَذْهَبَ عَنْكُمْ نَخْوَةَ الْجَاهِلِيّةِ وَتَعَظّمَهَا بِالْآبَاءِ النّاسُ مِنْ آدَمَ وَآدَمُ مِنْ تُرَابٍ ثُمّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ يَا أَيّهَا النّاسُ إِنّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّهِ أَتْقَاكُمْ الْحُجُرَاتِ 13. الْآيَةَ كُلّهَا . ثُمّ قَالَ يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ مَا تَرَوْنَ أَنّي فَاعِلٌ فِيكُمْ ؟ قَالُوا : خَيْرًا ، أَخٌ كَرِيمٌ وَابْنُ أَخٍ كَرِيمٍ قَالَ اذْهَبُوا فَأَنْتُمْ الطّلَقَاءُ  

Tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Alloh. Dia satu-satunya. Tidak ada sekutu bagiNya. Telah benar janjiNya, telah menolong hambaNya, menghancurkan golongan-golongan. Dia satu-satuNya. Ingatlah setiap tuntunan, atau darah atau berupa harta yang didakwa maka ia berada di bawah kedua kakiku kecuali pengurusan baitulloh dan air minum bagi jamaah haji. Ingatlah orang terbunuh tidak sengaja disejajarkan dengan syibhul amdi (mirip sengaja) berupa pecut dan batu kecil. Dalam hal ini diyatnya berat berupa seratus ekor unta. Empat puluh diantaranya berupa anaknya yang ada di perutnya. Wahai sekalian kaum quraisy, sesungguhnya Alloh telah menghilangkan dari kalian kesombongan dan kebanggaan jahiliyyah karena keturunan. Manusia itu berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah. Lalu beliau membaca ayat : Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari pria dan wanita. Alloh jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Alloh adalah siapa yang paling beraqwa [alhujurot : 13]. Setelah itu beliau bersabda : Apa yang kalian nilai terhadap apa yang aku lakukan kepada kalian ? Mereka menjawab : Kebaikan, saudara mulia dan anak dari saudara mulia. Beliau bersabda : Pergilah kalian, kalian adalah thulaqo (orang-orang yang terbebas)

Menghancurkan Patung Di Masjidil Harom


                     Yang Dilakukan Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam Setelah Fathu Mekah (1)


Rosululloh shollallohu alaihi wasallam memasuki masjidil harom. Beliau dapati 360 patung tegak berdiri di dalamnya. Beliau hancurkan satu persatu patung-patung itu sambil membaca ayat :

وَقُلْ جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Katakanlah alhaq telah datang dan kebatilan telah lenyap. Sungguh kebatilan pasti akan lenyap [al isro : 81]

قُلْ جَاء الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ

Katakanlah alhaq telah datang dan batil itu tidak akan memulai dan tidak pula mengulangi [saba : 49]

Imam Qurthubi berkata :

وفي هذه الآية دليل على كسر نصب المشركين وجميع الأوثان إذا غلب عليهم

Ayat ini merupakan dalil perintah menghancurkan patung orang-orang musyrik dan semua berhala saat menaklukkan mereka

Demikianlah sunnah ini akan terus berlangsung sebagaimana pernyataan Abu Hayyaj :

عَنْ أَبِى الْهَيَّاجِ الأَسَدِىِّ قَالَ قَالَ لِى عَلِىُّ بْنُ أَبِى طَالِبٍ أَلاَّ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ لاَ تَدَعَ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ.

Dari Abu Hayyaj Al Asadiy berkata : Ali Bin Abi Tholib berkata kepadaku : Maukah engkau aku utus sebagaimana rosululloh shollallohu alaihi wasallam mengutusku “ Tidak ada patung kecuali engkau hancurkan dan tidak ada kuburan menonjol kecuali engkau ratakan “ [HR Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi

Penghancuran patung, nanti juga akan dilakukan oleh nabi Isa alaihissalam :

عَنِ أَبى هُرَيْرَةَ  رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ  

Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Demi jiwaku yang ada di tanganNya, benar-benar akan turun kepada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil. Ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah dan melimpahkan harta yang tidak ada yang menerimanya satupun (karena hidup sudah dipenuhi keberkahan) [HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Nasa’i, Abu Daud dan Tirmidzi]

Setelah selesai, beliau memanggil Utsman Bin Tholhah agar membuka ka’bah. Beliau terkejut ketika mendapati gambar Ibrohim dan Ismail dalam keadaan mengundi nasib dengan anak panah. Dengan nada murka beliau bersabda :

قاتلهم الله، والله ما استقسما بها قط

Semoga Alloh mencelakakan mereka. Demi Alloh ! Tidak pernah keduanya mengundi nasib dengan anak panah sekalipun

Ibnu Hisyam berkata :

وَحَدّثَنِي بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنّ رَسُولَ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ دَخَلَ الْبَيْتَ يَوْمَ الْفَتْحِ فَرَأَى فِيهِ صُوَرَ الْمَلَائِكَةِ وَغَيْرَهُمْ فَرَأَى إبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السّلَامُ مُصَوّرًا فِي يَدِهِ الْأَزْلَامُ يَسْتَقْسِمُ بِهَا ، فَقَالَ قَاتَلَهُمْ اللّهُ جَعَلُوا شَيْخَنَا يَسْتَقْسِمُ بِالْأَزْلَامِ مَا شَأْنُ إبْرَاهِيمَ وَالْأَزْلَامِ مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيّا وَلَا نَصْرَانِيّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ آلِ عِمْرَانَ : 67 ثُمّ أَمَرَ بِتِلْكَ الصّوَرِ كُلّهَا فَطُمِسَتْ

Sebagian ulama menceritakan kepadaku bahwa rosululloh shollallohualaihi wasallam memasuki ka’bah pada hari fathu Mekah. Beliau melihat di dalamnya ada malaikat dan selainnya. Beliau juga melihat Ibrohim alaihissalam dilukis sementara di tangannya ada azlam (panah) untuk meramal. Beliau bersabda : Semoga Alloh mencelakakan mereka. Mereka menuduh penghulu kita mengundi nasib dengan azlam. Apa hubungan Ibrohim dengan azlam sementara Alloh berfirman : Ibrohim itu bukan yahudi bukan juga nasrani, akan tetapi ia adalah lurus dan muslim. Tidak pernah ia menjadi bagian dari orang-orang musyrik [ali imron : 67] Setelah itu beliau minta agar patung itu dihancurkan

Keluar Air Mani Wajib Mandi, Kenapa Tidak Diwajibkan Mandi Karena Keluar Kotoran ?


Air Mani (8)

Ini adalah pertanyaan Ibnul Qoyyim dalam i’lamul muwaqq’in. Beliau menyebutkan rahasia di balik ini :

Pertama :

Air mani berasal dari saripati makanan. Oleh karena itu, Alloh menyebutnya dalam surat almukminun ayat 12 dengan sulalah (saripati). Sementara ketika buang air besar, seorang mengeluarkan sisa-sisa makanan dan minuman yang ia konsumsi.

Kedua :

Air mani keluar dari seluruh anggota badan sehingga menguras tenaga yang membuat seseorang akan merasakan kelelahan. Oleh karena itu, mandi adalah sarana untuk membuat badan kembali fres. Ini berbeda dengan buang air besar. Tenaga yang keluar hanya berasal dari satu arah, yaitu dubur.

Ketiga :

Hubungan badan menyebabkan keluarnya peluh (tambahan dari penulis) berbeda dengan seorang yang buang hajat

Maroji’ :

I’lamul Muwaqqi’in, Ibnul Qoyyim Aljauziyyah 1/364

Alquran Bicara Tentang Dua Air Mani Yang Bertemu


Air Mani (7)

Saat terjadi hubungan badan dan memasuki ejakulasi, air mani laki-laki yang berasal dari sulbi akan terpancar dengan kencang menuju rahim. Demikian juga air mani wanita yang berasal dari dada. Sesudah itu akan saling bertemu dan mengalami pembuahan. Peristiwa ini oleh Alloh difirmankan :

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada [ath thoriq : 5-7]

Syaikh Muhammad Amin Asy Syanqithi berkata :

هنا خاص ببني آدم وذريته عامة ، ولم يدخل فيه آدم ولا حواء ولا عيسى عليه السلام  

Ini khusus terjadi pada diri anak Adam dan keturunannya secara umum. Tidak termasuk di dalamnya Adam, Hawa dan tidak pula Isa

Penulis Alwajiz menerangkan bahwa ash shulbi adalah tempat asal air mani laki-laki sedang attaroib (dada) adalah asal air mani wanita

Adl Waul Bayan, Muhammad Amin Asy Syanqithi (maktabah syamilah) hal 591

Alwajiz Fitafsir Alkitab Al Aziz, Ali Bin Ahmad Alwahidi Abul Hasan(maktabah syamilah) hal 591

Air Mani Yang Hina


Air Mani (6)

Sperma itu benda cair yang lengket. Baunya tidak sedap. Ketika baju terkena air mani, maka kita berusaha menghilangkannya dengan cara mencucinya. Dari benda inilah kita, manusia diciptakan. Alloh menyebut mani dengan air yang hina. Dua kali Alloh menyebutnya dalam alquran :

الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ  ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ  

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani) [assajdah : 7-8]

أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ  

Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina ? [almursalat : 20]

Ketika dari air ini, terjadi kehamilan lalu lahirlah bayi ke dunia. Ada diantara mereka menjelma sebagai manusia mulya karena ketaqwaannya kepada Alloh. Akan tetapi kebanyakan mereka menjadi manusia pembangkang yang lupa kepada asal penciptaannya. Kepada mereka Alloh berfirman :

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ  

Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata [annahl : 4]

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ  

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata [yasin : 77]

Air Mani Tidak Najis


Air Mani (5)

Ini adalah pendapat Imam Syafi’i dan Ahmad dengan alasan :

Pertama :

Manusia adalah makhluq paling mulia sementara asal mula penciptaannya berasal dari air mani. Bagaimana mungkin sperma disebut najis bila dibandingkan dengan kedudukannya sebagai makhluq mulia.

Kedua :

Cara rosulloh shollallohu alaihi wasallam dalam membersihkan air mani yang terkena di baju dimana beliau cuci bila dalam keadaan basah dan dikerik bila sudah dalam kondisi mengering sebagaimana disebut dalam hadits di bawah ini :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْسِلُ الْمَنِيَّ ثُمَّ يَخْرُجُ إلَى الصَّلَاةِ فِي ذَلِكَ الثَّوْبِ وَأَنَا أَنْظُرُ إلَى أَثَرِ الْغَسْلِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata : Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah mencuci pakaian bekas kami, lalu keluar untuk menunaikan shalat dengan pakaian tersebut, dan saya masih melihat bekas cucian itu. [Muttafaq Alaihi] 

وَلِمُسْلِمٍ : لَقَدْ كُنْت أَفْرُكُهُ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرْكًا فَيُصَلِّي فِيهِ وَفِي لَفْظٍ لَهُ : لَقَدْ كُنْت أَحُكُّهُ يَابِسًا بِظُفْرِي مِنْ ثَوْبِهِ

Dalam Hadits riwayat Muslim : Aku benar-benar pernah menggosoknya (bekas mani) dari pakaian Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, kemudian beliau sholat dengan pakaian tersebut. Dalam Lafadz lain hadits riwayat Muslim : Aku benar-benar pernah mengerik mani kering dengan kukuku dari pakaian beliau.

Ketiga :

Sikap nabi shollallohu alaihi wasallam yang tidak segera mencuci baju yang terkena air mani hingga mengering

Mengenai perbuatan nabi shollallohu alaihi wasallam mencuci baju yang terkena air mani tidak menunjukkan akan kenajisannya sebagaimana kita akan segera membersihkan pakaian yang terkena ingus atau ludah.

Maroji’ :

Taudhihul Ahkam, Syaikh Abdulloh Abdurrohman Albassam 1/136-137

Rosululloh Bicara Tentang Air Mani


Air Mani (4)

Hal ini terjadi ketika beliau berdialog dengan serombongan yahudi. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan kepada beliau :

عَن ابْن عَبَّاسٍ حَضَرَتْ عِصَابَةٌ مِنْ الْيَهُودِ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَقَالُوا يَا أَبَا الْقَاسِمِ حَدِّثْنَا عَنْ خِلَالٍ نَسْأَلُكَ عَنْهُنَّ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا نَبِيٌّ قَالَ سَلُونِي عَمَّا شِئْتُمْ وَلَكِنْ اجْعَلُوا لِي ذِمَّةَ اللَّهِ وَمَا أَخَذَ يَعْقُوبُ عَلَيْهِ السَّلَام عَلَى بَنِيهِ لَئِنْ حَدَّثْتُكُمْ شَيْئًا فَعَرَفْتُمُوهُ لَتُتَابِعُنِّي عَلَى الْإِسْلَامِ قَالُوا فَذَلِكَ لَكَ قَالَ فَسَلُونِي عَمَّا شِئْتُمْ قَالُوا أَخْبِرْنَا عَنْ أَرْبَعِ خِلَالٍ نَسْأَلُكَ عَنْهُنَّ أَخْبِرْنَا أَيُّ الطَّعَامِ حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ وَأَخْبِرْنَا كَيْفَ مَاءُ الْمَرْأَةِ وَمَاءُ الرَّجُلِ كَيْفَ يَكُونُ الذَّكَرُ مِنْهُ وَأَخْبِرْنَا كَيْفَ هَذَا النَّبِيُّ الْأُمِّيُّ فِي النَّوْمِ وَمَنْ وَلِيُّهُ مِنْ الْمَلَائِكَةِ قَالَ فَعَلَيْكُمْ عَهْدُ اللَّهِ وَمِيثَاقُهُ لَئِنْ أَنَا أَخْبَرْتُكُمْ لَتُتَابِعُنِّي قَالَ فَأَعْطَوْهُ مَا شَاءَ مِنْ عَهْدٍ وَمِيثَاقٍ قَالَ فَأَنْشُدُكُمْ بِالَّذِي أَنْزَلَ التَّوْرَاةَ عَلَى مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ إِسْرَائِيلَ يَعْقُوبَ عَلَيْهِ السَّلَام مَرِضَ مَرَضًا شَدِيدًا وَطَالَ سَقَمُهُ فَنَذَرَ لِلَّهِ نَذْرًا لَئِنْ شَفَاهُ اللَّهُ تَعَالَى مِنْ سَقَمِهِ لَيُحَرِّمَنَّ أَحَبَّ الشَّرَابِ إِلَيْهِ وَأَحَبَّ الطَّعَامِ إِلَيْهِ وَكَانَ أَحَبَّ الطَّعَامِ إِلَيْهِ لُحْمَانُ الْإِبِلِ وَأَحَبَّ الشَّرَابِ إِلَيْهِ أَلْبَانُهَا قَالُوا اللَّهُمَّ نَعَمْ قَالَ اللَّهُمَّ اشْهَدْ عَلَيْهِمْ فَأَنْشُدُكُمْ بِاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ التَّوْرَاةَ عَلَى مُوسَى هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ مَاءَ الرَّجُلِ أَبْيَضُ غَلِيظٌ وَأَنَّ مَاءَ الْمَرْأَةِ أَصْفَرُ رَقِيقٌ فَأَيُّهُمَا عَلَا كَانَ لَهُ الْوَلَدُ وَالشَّبَهُ بِإِذْنِ اللَّهِ إِنْ عَلَا مَاءُ الرَّجُلِ عَلَى مَاءِ الْمَرْأَةِ كَانَ ذَكَرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَإِنْ عَلَا مَاءُ الْمَرْأَةِ عَلَى مَاءِ الرَّجُلِ كَانَ أُنْثَى بِإِذْنِ اللَّهِ قَالُوا اللَّهُمَّ نَعَمْ قَالَ اللَّهُمَّ اشْهَدْ عَلَيْهِمْ فَأَنْشُدُكُمْ بِالَّذِي أَنْزَلَ التَّوْرَاةَ عَلَى مُوسَى هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ هَذَا النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ تَنَامُ عَيْنَاهُ وَلَا يَنَامُ قَلْبُهُ قَالُوا اللَّهُمَّ نَعَمْ قَالَ اللَّهُمَّ اشْهَدْ قَالُوا وَأَنْتَ الْآنَ فَحَدِّثْنَا مَنْ وَلِيُّكَ مِنْ الْمَلَائِكَةِ فَعِنْدَهَا نُجَامِعُكَ أَوْ نُفَارِقُكَ قَالَ فَإِنَّ وَلِيِّيَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام وَلَمْ يَبْعَثْ اللَّهُ نَبِيًّا قَطُّ إِلَّا وَهُوَ وَلِيُّهُ قَالُوا فَعِنْدَهَا نُفَارِقُكَ لَوْ كَانَ وَلِيُّكَ سِوَاهُ مِنْ الْمَلَائِكَةِ لَتَابَعْنَاكَ وَصَدَّقْنَاكَ قَالَ فَمَا يَمْنَعُكُمْ مِنْ أَنْ تُصَدِّقُوهُ قَالُوا إِنَّهُ عَدُوُّنَا قَالَ فَعِنْدَ ذَلِكَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ  قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ إِلَى قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ كِتَابَ اللَّهِ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ فَعِنْدَ ذَلِكَ بَاءُوا بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ بَهْرَامَ حَدَّثَنَا شَهْرٌ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ بِنَحْوِهِ

Dari Ibnu Abbas berkata : Suatu hari, sekelompok orang Yahudi mendatangi Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, mereka bertanya : Wahai Abul Qasim, ceritakanlah kepada kami tentang beberapa hal yang akan kami tanyakan kepadamu. Beberapa hal itu tidak diketahui kecuali oleh seorang Nabi. Beliau bersabda : Tanyakanlah kepadaku apa yang kalian suka, akan tetapi jadikanlah bagiku jaminan Allah dan apa yang telah di angkat oleh Ya’kub ‘alaihis salam terhadap anak-anaknya. Bila aku menceritakan sesuatu kepada kalian, lalu kalian mengakuinya, maka kalian harus mengikutiku atas dasar Islam. Mereka menjawab :  Baiklah, itu bagianmu. Beliau bersabda lagi : Silahkan kalian bertanya sesuka kalian. Mereka berkata : Beritahukanlah kepada kami tentang empat perkara yang akan kami tanyakan kepadamu, beritahukan kami makanan apa yang di haramkan Isra’il terhadap dirinya sendiri sebelum diturunkannya Taurat ? Beritahukanlah kepada kami bagaimana proses sperma perempuan dan sperma laki-laki, bagaimana ia bisa menjadi seorang laki-laki ? Beritahukanlah kepada kami, bagaimana Nabi yang Ummi ini tidur ? Dan siapa penolongnya dari Malaikat ? Beliau menjawab : Perjanjian Allah dan ikatan-Nya atas kalian, bila aku memberitahu kalian, maka kalian akan mengikutiku. Ibnu Abbas melanjutkan : Mereka akhirnya menyanggupi perjanjian dan ikatan tersebut, beliau lalu bersabda : Aku persaksikan kalian kepada Dzat yang telah menurunkan Taurat kepada Musa Shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah kalian tahu bahwa Isra’il yaitu Ya’kub ‘alaihi salam pernah menderita sakit parah dan derita yang berkepanjangan, lalu dia bernadzar kepada Allah, bila Allah Ta’ala menyembuhkan penyakitnya, dia akan mengharamkan minuman dan makanan yang paling disukainya, sementara makanan yang paling disukainya adalah daging unta sedangkan minuman yang paling disukainya adalah susunya ? Mereka menjawab : Ya Allah, benar. Beliau bersabda lagi : Ya Allah, saksikanlah mereka. Aku persaksikan kalian kepada dzat yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, tahukah kalian bahwa sperma laki-laki berwarna putih kental dan sperma wanita berwarna kuning ringan, yang mana diantara keduanya yang paling mendominasi, maka ia akan menjadi anak dan keserupaan dengan izin Allah, bila sperma laki-laki labih dominan daripada sperma wanita, maka anaknya akan menjadi laki-laki dengan izin Allah, dan bila sperma wanita lebih dominan daripada sperma laki-laki, maka anaknya akan menjadi perempuan dengan izin Allah. Mereka berkata : Ya Allah, benar. Beliau bersabda : Ya Allah, saksikanlah mereka. Aku persaksikan kalian kepada Dzat yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, tahukah kalian bahwa Nabi yang Ummi ini kedua matanya dapat tertidur tapi hatinya tidak ? Mereka menjawab : Ya Allah, benar. Beliau bersabda lagi : Ya Allah, saksikanlah. Mereka berkata lagi : Kini kamu akan memberitahukan kepada kami tentang siapa penolongmu dari kalangan Malaikat ? saat itulah, kami akan bersamamu ataukah kami akan meninggalkanmu. Beliau bersabda : Sesungguhnya penolongku adalah Jibril ‘alaihis salam, dan Allah tidak pernah mengutus seorang Nabipun kecuali dialah penolongnya. Mereka kemudian berkata : Karena hal itu, kami berpisah denganmu, seandainya penolongmu selain dia dari kalangan Malaikat, pasti kami akan mengikutimu dan membenarkanmu. Beliau bertanya : Lalu apa yang menghalangi kalian untuk membenarkannya ? Mereka menjawab : Dia (Jibril) adalah musuh kami. Ibnu Abbas melanjutkan : Maka pada saat itulah Allah menurunkan ayat : Katakanlah, barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka Jibril telah menurunkan (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah…-hingga ayat- …melemparkan kitabullah ke belekang (punggung)nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitabullah). [Al Baqarah : 97-101]. pada saat itulah. Karena itu mereka mendapat murka setelah (mendapat) kemurkaan. [Al Baqarah : 90] [HR Ahmad]  

Para Nabi Tidak Ada Yang Mimpi Basah


Air Mani (3)

Inilah yang dinyatakan para ulama diantaranya adalah Imam Shon’ani dalam subulussalam dimana beliau berkata :

وَالِاحْتِلَامُ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمْ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ غَيْرُ جَائِزٍ ؛ لِأَنَّهُ مِنْ تَلَاعُبِ الشَّيْطَانِ وَلَا سُلْطَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ

Ihtilam (mimpi basah) atas para nabi alaihimush sholatu wasssalam tidak mungkin terjadi karena ia bagian dari permainan setan dan tidak mungkin setan bisa berkuasa atas mereka

Maroji’ : Subulussalam (maktabah syamilah)

Air Itu Dari Air


Air Mani (2)

Inilah sabda nabi shollallohu alaihi wasallam :

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم  اَلْمَاءُ مِنْ اَلْمَاءِ رَوَاهُ مُسْلِم وَأَصْلُهُ فِي اَلْبُخَارِيّ

Dari Abu said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : Air itu dari air  [HR Muslim yang berasal dari Bukhari]

Hadits di atas mewajibkan menyediakan air untuk mandi janabat bagi siapa yang keluar air mani baik baik karena persetubuhan atau mimpi basah

Semua Binatang Tercipta Dari Air Mani


Air Mani (1)

Inilah yang dinyatakan oleh Alloh :

وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى أَرْبَعٍ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu [annur : 45] 

Ayat di atas menerangkan asal mula penciptaan hewan. Yang dengannya akhirnya terbagi menjadi empat : (1) Yang berjalan di atas perut, yaitu ular dan cacing. (2) Yang berjalan di atas dua kaki semisal ayam, burung dan monyet (3) Yang berjalan dengan empat kaki seperti binatang ternak (4) Yang memiliki kaki lebih dari empat diantaranya kaki seribu.

Maroji’ :

Aisaruttafasir, Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi (maktabah syamilah) hal 356

Air Liur Manusia


                                                                               Air Liur (5)

Hukumnya suci. Sebagai bukti dari masalah ini adalah perintah menyembuhkan penyakit dengan air ludah. Caranya jari telunjuk dibasahi dengan air ludah lalu diletakkan di tanah. Ketika tanah dan ludah sudah melekat di jari telunjuk, selanjutnya diletakkan di anggota tubuh yang sakit sambil dibacakan ruqyah. Hal ini berdasarkan apa yang dituturkan oleh Aisyah :

عن عائشة رضي الله عنها : أنَّ النَّبيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا اشْتَكى الإنْسَانُ الشَّيْءَ مِنْهُ ، أَوْ كَانَتْ بِهِ قَرْحَةٌ أَوْ جُرْحٌ ، قَالَ النَّبيُّ صلى الله عليه وسلم  بِأُصْبُعِهِ هكَذا وَوَضَعَ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَة الرَّاوي سَبَّابَتَهُ بِالأَرْضِ ثُمَّ رَفَعَها وقال : بِسمِ اللهِ ، تُرْبَةُ أرْضِنَا ، بِرِيقَةِ بَعْضِنَا ، يُشْفَى بِهِ سَقِيمُنَا ، بإذْنِ رَبِّنَا متفقٌ عَلَيْهِ .

Dari Aisyah roldiyallohu anha : Bahwa nabi shollallohu alaihi wasallam bila mendapati manusia yang mengeluhkan sesuatu, sakit atau terluka, maka nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda dengan jarinya seperti ini. Sufyan sang perowi meletakkan jari telunjuknya ke tanah lalu mengangkatnya seraya membaca “ Bismillah turbatu ardlina biriiqoti ba’dlina yusyfa bihi saqimuna biidzni robbina “ (dengan menyebut nama Alloh, tanah dari bumi kami dengan ludah sebagian kami, dengannya disembuhkan penyakit kami dengan izin Rob kami [muttafaq alaih]

Imam Nawawi berkata :

وَمَعْنَى الْحَدِيث أَنَّهُ يَأْخُذ مِنْ رِيق نَفْسه عَلَى أُصْبُعه السَّبَّابَة ثُمَّ يَضَعهَا عَلَى التُّرَاب فَيَعْلَق بِهَا مِنْهُ شَيْء ، فَيَمْسَح بِهِ عَلَى الْمَوْضِع الْجَرِيح أَوْ الْعَلِيل ، وَيَقُول هَذَا الْكَلَام فِي حَال الْمَسْح . وَاللَّهُ أَعْلَم

Makna hadits di atas adalah seseorang mengambil ludahnya sendiri dengan jari telunjuknya lalu meletakkannya di tanah. Selanjutnya ditempelkan padanya. Setelah itu diusapkan pada luka atau sakit seraya membaca doa ini saat mengusap. Wallohu a’lam

Bukti kedua adalah ludah nabi shollallohu alaihi wasallam pada mata Ali Bin Abi Tholib :

عَنْ سَهْلٍ بْن سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمَ خَيْبَرَ لَأُعْطِيَنَّ هَذِهِ الرَّايَةَ رَجُلًا يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَى يَدَيْهِ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيُحِبُّهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ قَالَ فَبَاتَ النَّاسُ يَدُوكُونَ لَيْلَتَهُمْ أَيُّهُمْ يُعْطَاهَا قَالَ فَلَمَّا أَصْبَحَ النَّاسُ غَدَوْا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّهُمْ يَرْجُونَ أَنْ يُعْطَاهَا فَقَالَ أَيْنَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ فَقَالُوا هُوَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَشْتَكِي عَيْنَيْهِ قَالَ فَأَرْسِلُوا إِلَيْهِ فَأُتِيَ بِهِ فَبَصَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عَيْنَيْهِ وَدَعَا لَهُ فَبَرَأَ حَتَّى كَأَنْ لَمْ يَكُنْ بِهِ وَجَعٌ فَأَعْطَاهُ الرَّايَةَ فَقَالَ عَلِيٌّ يَا رَسُولَ اللَّهِ أُقَاتِلُهُمْ حَتَّى يَكُونُوا مِثْلَنَا فَقَالَ انْفُذْ عَلَى رِسْلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ وَأَخْبِرْهُمْ بِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حَقِّ اللَّهِ فِيهِ فَوَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ

Dari Sahl bin Sa'ad bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda ketika terjadi perang Khaibar: "Sesungguhnya akan aku serahkan bendera perang ini kepada seorang laki-laki yang di tangannya Allah akan memberikan kemenangan bagi kaum muslimin. Ia mencintai Allah dan Rasulnya, serta sebaliknya yaitu bahwasanya Allah dan Rasulnya pun mencintainya." Sahal berkata; "Satu malam lamanya para sahabat bertanya-tanya; 'siapa di antara mereka yang ditugasi membawa bendera perang." Esok harinya, para sahabat dan kaum muslimin Iainnya datang menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Setiap orang dari mereka ingin diberi tugas untuk membawa bendera perang tersebut. Lalu Rasulullah bertanya; "Di mana Ali bin Abu Thalib?" Para sahabat menjawab; "Ia sedang menderita sakit mata ya Rasulullah." Rasulullah berkata, "Bawalah ia kemari!" Tak lama kemudian, Ali bin Abu Thalib datang menemui Rasulullah. Lalu Rasulullah meludahi kedua matanya dan berdoa untuk kesembuhannya. Tak lama kemudian kedua mata Ali sembuh tanpa ada rasa sakit lagi. Kemudian Rasulullah menyerahkan bendera perang itu kepadanya. Ali bin Abu Thalib bertanya; 'Ya Rasulullah, apakah saya harus memerangi kaum musyrikin hingga mereka menjadi orang-orang muslim seperiti kita? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Hai Ali, laksanakanlah tugasmu dengan baik dan tidak tergesa-gesa, hingga kamu tiba di wilayah mereka'. Setelah itu, serulah mereka untuk masuk ke dalam agama Islam beritahukan kepada mereka tentang kewajiban-kewajihan yang harus mereka lakukan di dalam ajaran Islam! Demi Allah, sungguh petunjuk Allah yang diberikan kepada seseorang (hingga Ia masuk Islam) melalui perantaraanmu, adalah lebih baik bagimu daripada kamu memperoleh nikmat yang melimpah ruah dari unta merah. [HR Muslim]

Bukti ketiga adalah tahnik bagi bayi. Yaitu mengunyah korma hingga lembut lalu dioleskan di langit mulut bayi yang baru lahir :

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ وُلِدَ لِي غُلَامٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ وَدَفَعَهُ إِلَيَّ وَكَانَ أَكْبَرَ وَلَدِ أَبِي مُوسَى

Dari Abu Musa radliallahu 'anhu, ia berkata, "Anak laki-lakiku lahir, kemudian aku membawanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau lalu memberinya nama Ibrahim, beliau mentahniknya dengan kurma dan mendoakannya dengan keberkahan, setelah itu menyerahkannya kepadaku." Ibrahim adalah anak tertua Abu Musa. [HR Bukhori]

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ وَلَدَتْ غُلَامًا مِنْ أَبِي طَلْحَةَ فَبَعَثَتْ بِهِ مَعَ ابْنِهَا أَنَسٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَنَّكَهُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Humaid dari Anas, Umu Sulaim melahirkan bayi laki-laki dari hasil pernikahannya dengan Abu Tholhah, sekaligus membawa Anas, bayi itu dibawanya kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam lalu (Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam) mentahniknya [HR Ahmad]

Bukti keempat adalah penggunaan siwak untuk tiga orang :

عن ابن عمر رضي الله عنهما : أن النَّبيّ صلى الله عليه وسلم قَالَ أرَانِي فِي المَنَامِ أتَسَوَّكُ بِسِوَاكٍ ، فَجَاءنِي رَجُلانِ ، أحَدُهُما أكبر مِنَ الآخرِ ، فَنَاوَلْتُ السِّوَاكَ الأصْغَرَ ، فَقِيلَ لِي : كَبِّرْ ، فَدَفَعْتهُ إِلَى الأكْبَرِ مِنْهُمَا  

Dari Ibnu Umar rodliyallohu anhuma : Bahwa nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Aku melihat dalam mimpi, aku bersiwak dengan kayu siwak. Lalu datanglah dua orang menemuiku. Yang pertama lebih tua dari yang kedua. Aku berikan siwak kepada yang lebih muda lalu ada yang berkata “ Yang lebih tua dulu “. Akhirnya aku berikan kepada yang lebih tua [HR Muslim]

Maroji’ :

Syarh Shohih Muslim, Imam Nawawi 7/335