Sholat Menggunakan Sepatu Atau Kaus Kaki

 

Sholat Menggunakan Sepatu Atau Kaus Kaki

Syariat Bani Isroil Yang Dimansukh Oleh Islam (9)

Mujahid atau peserta outbond harus selalu mengenakan sepatunya di semua kondisi dan kegiatannya termasuk saat pelaksanaan sholat. Islam membolehkan bahkan menganjurkan menunaikan sholat dengan mengenakan sepatu atau sendal karena itu adalah sikap menyelisihi kaum yahudi sebagaimana disebut dalam sebuah hadits :

عَنْ يَعْلَى بْنِ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَالِفُوا الْيَهُودَ فَإِنَّهُمْ لاَ يُصَلُّونَ فِى نِعَالِهِمْ وَلاَ خِفَافِهِمْ  

Dari Ya’la bin Syadad bin Aus dari bapaknya, berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Berbedalah dengan orang yahudi ! Karena mereka tidak menunaikan sholat dengan sendal-sendal dan sepatu-sepatu mereka [HR Abu Daud]

Penulis Aunul Ma’bud berpendapat bahwa memakai sepatu atau sendal saat sholat bisa dianjurkan bila diniatkan untuk menyelisishi kaum yahudi

Maroji’ :

Aunul Ma’bud, Al Allamah Abu Thoyyib Muhammad Syamsul Haq Al’dzim Al Abadi 2/66

Berbuka

 

Berbuka

Syariat Bani Isroil Yang Dimansukh Oleh Islam (8)

Bila waktu maghrib tiba, sangat dianjurkan untuk menyegerakan berbuka. Itu bagian dari kebaikan dan pelakunya menjadi hamba yang paling dicintai Alloh :

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Dari Sahl Bin Sa’ad, bahwa rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Manusia senantiasa berada di dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka [HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Malik, Tirmidzi, Darimi dan Ibnu Khuzaimah]

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ قَالَ اَللَّهُ تعَالى أَحَبُّ عِبَادِي إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا  

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : Allah 'Azza wa Jalla berfirman : Hamba-hambaKu yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbuka [HR Tirmidzi]

Diantara kebaikan menyegerakan berbuka agar ada perbedaan antara umat rosululloh shollallohu alaihi wasallam dengan kaum ahlul kitab :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ عَجِّلُوا الْفِطْرَ فَإِنَّ الْيَهُودَ يُؤَخِّرُونَ  

Dari Abu Huroiroh berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Manusia senantiasa berada di dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka karena sesungguhnya yahudi biasa mengakhirkan [HR Ibnu Majah]

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لاَ يَزَالُ الدِّينُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ لأَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُونَ  

Dari Abu Huroiroh, dari nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Senantiasa agama ini nampak tegak selama manusia menyegerakan berbuka karena yahudi dan nasrani biasa mengakhirkan [HR Abu Daud]

Sahur

 

Sahur

Syariat Bani Isroil Yang Dimansukh Oleh Islam (7)

Dalam sahur ada keberkahan. Mereka disholawatkan oleh Alloh dan para malaikat sebagaimana yang disabdakan rosululloh shollallohu alaihi wasallam :

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى المُتَسَحِّرِينَ

Dari Abu Sa’id Al Khudzriy berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Sahur, makannya dinilai keberkahan, maka jangan meninggalkannya meski seorang diantara kalian meminum seteguk air karena sesunguhnya Alloh dan malaikatNya bersholawat untuk orang-orang yang menunaikan sahur [HR Ahmad]

Tidak itu saja, sahur juga furqon antara umat rosululloh shollallohu alaihi wasallam dengan ahlul kitab :

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فَصْلَ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السُّحُو

Dari Amru Bin Ash berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya pembeda antara shiyam kita dan shiyam ahlul kitab adalah makan sahur [HR Nasa’i, Darimi dan Ibnu Khuzaimah]

Apa yang dimaksud pembeda pada hadits ini ? Ibnu Hajar Al Atsqolani menerangkan bahwa yang dimaksud pembeda di sini adalah kaum ahlul kitab tidak pernah santap sahur sebelum menunaikan shoumnya.

Maroji’ :

Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Atsqolani 3/357

Haramnya Ghonimah

 

Haramnya Ghonimah

Syariat Bani Isroil Yang Dimansukh Oleh Islam (6)

Ghonimah adalah harta rampasan perang. Umat terdahulu bila selesai berperang dan bisa menaklukkan musuh, mereka akan kumpulkan harta rampasan di satu tempat dan tidak boleh ada satupun yang mengambilnya. Setelah terkumpul maka akan ada api dari langit yang membakarnya sebagaimana yang disabdakan oleh rosululloh shollallohu alaihi wasallam :

عن أبي هريرةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم ... فَجَاؤُوا بِرَأْس مثل بَقَرَةٍ مِنَ الذَّهَبِ ، فَوَضَعَهَا فَجاءت النَّارُ فَأكَلَتْها . فَلَمْ تَحلَّ الغَنَائِمُ لأحَدٍ قَبْلَنَا ، ثُمَّ أحَلَّ الله لَنَا الغَنَائِمَ لَمَّا رَأَى ضَعْفَنا وَعَجْزَنَا فَأحَلَّهَا لَنَا  

Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : ... Mereka datang membawa emas sebesar kepala kerbau lalu diletakkan. Tiba-tiba datang api dan melenyapkannya. Tidak dihalalkan mengambil ghonimah bagi seorang dari kaum sebelum kita. Setelah itu Alloh menghalalkannya untuk kita karena melihat kelemahan dan kekurangan kita. Maka Alloh halalkan itu untuk kita [muttafaq alaih]

Dalam surat al anfal, Alloh memperkuat kehalalan ghonimah dengan berfirman :

فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Maka makanlah dari sebagian ghonimah yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [al anfal : 69]

 

Sholat Di Masjid

 

Sholat Di Masjid

Syariat Bani Isroil Yang Dimansukh Oleh Islam (5)

Kaum nasrani dan yahudi memiliki prinsip bahwa sholat hanya ditunaikan di masjid atau gereja dalam bahasa mereka. Hal ini membuat mereka tidak akan menunaikan sholat selama berhari-hari atau berbulan-bulan bila sedang mengadakan safar.

Ini berbeda dengan umat rosululloh shollallohu alaihi wasallam. Bila waktu sholat tiba, kita bisa menegakkan sholat di manapun berada. Trotoar jalan, pematang sawah atau kebun dan lainnya bisa dijadakan sarana untuk sholat. nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فُضِّلْنَا عَلَى النَّاسِ بِثَلاَثٍ جُعِلَتْ صُفُوفُنَا كَصُفُوفِ الْمَلاَئِكَةِ وَجُعِلَتْ لَنَا الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدًا وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَمْ نَجِدِ الْمَاءَ

Dari Khudzaifah berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Kita dilebihkan atas umat manusia (kaum sebelum kita) dengan tiga hal : Dijadikan shof-shof kita seperti shof-shof para malaikat. Dijadikan bagi kita bumi seluruhnya sebagai masjid (tempat sholat) dan dijadikan tanahnya bagi kita sebagai sarana bersuci bila kita tidak mendapatkan air [HR Muslim]

Adapun sholat umat terdahulu, Imam Ahmad meriwayatkan hadits yang bersumber dari Amru Bin Syuaib :

إِنَّمَا كَانُوا يُصَلُّونَ فِى كَنَائِسِهِمْ وَبِيَعِهِمْ

Sesungguhnya mereka hanya sholat di dalam kanisah (tempat ibadah kaum nasarani) dan biya’ (tempat ibadah kaum yahudi)

Shoum Hari Asyuro

 

Shoum Hari Asyuro

Syariat Bani Isroil Yang Dimansukh Oleh Islam (4)

Shoum asyuro memiliki periode tahapan pensyariatan :

Pertama : Diperintah di Mekah

Shoum ini bertepatan dengan penggantian kiswah (kain) yang menutupi ka’bah. Hal ini berdasarkan sabda nabi shollallohu alaihi wasallam :

عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ كَانُوا يَصُومُونَ عَاشُورَاءَ قَبْلَ أَنْ يُفْرَضَ رَمَضَانُ ، وَكَانَ يَوْمًا تُسْتَرُ فِيهِ الْكَعْبَةُ ، فَلَمَّا فَرَضَ اللَّهُ رَمَضَانَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ شَاءَ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ ، وَمَنْ شَاءَ أَنْ يَتْرُكَهُ فَلْيَتْرُكْهُ

Dari Aisyah rodliyallohu anha berkata : Mereka menunaikan shoum asyuro sebelum diwajibkan shoum romadlon. Asyuro adalah hari ditutupnya (penggantian kiswah) ka’bah. Ketika Alloh mewajibkan shoum romadlon, rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Siapa yang berkehendak shoum maka tunaikan shoum itu dan siapa yang berkehendak meninggalkannya maka tinggalkanlah [HR Bukhori, Muslim dan Ahmad]

Kedua : Ketika tiba di kota Madinah

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam memberikan tambahan motivasi para sahabat untuk terus menghidupkan shoum asyuro sebagai sikap meniru syariat nabi Musa :  

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما قَالَ قَدِمَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم الْمَدِينَةَ ، فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ ، فَقَالَ مَا هَذَا. قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِى إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ ، فَصَامَهُ مُوسَى . قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ. فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Dari Ibnu Abbas rodliyallohu anhuma berkata : Nabi shollallohu alaihi wasallam tiba di Madinah. Beliau melihat kaum yahudi menunaikan shoum asyuro. Beliau bersabda : Apakah ini ? Mereka berkata : Ini adalah hari baik. Ini adalah hari dimana Alloh selamatkan nabi Isroil dari musuh mereka. Maka musapun menunaikan shoum pada hari ini. Beliau bersabda : Aku lebih berhak mengikuti Musa daripada kalian. Beliaupun menunaikan shoum  itu dan memerintahkan untuk menunaikannya [HR Bukhori dan Ahmad]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا ، يَعْنِى عَاشُورَاءَ ، فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ ، وَهْوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى ، وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ ، فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ . فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ. فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Dari Ibnu Abbas rodliyallohu anhuma : Bahwa nabi shollallohu alaihi wasallam ketika tiba di Madinah, beliau mendapati mereka (yahudi) menunaikan shoum di suatu hari (asyuro). Mereka berkata : Ini adalah hari agung, hari dimana Alloh menyelamatkan Musa dan meneggelamkan Firaun. Musa menunaikan shoum sebagai sikap syukur kepada Alloh. Beliau bersabda : Aku lebih berhak mengikuti Musa daripada kalian. Beliau tunaikan shoum itu dan memerintahkan untuk menunaikannya [HR Bukhori dan Ibnu Hibban]

Tidak itu saja, rosululloh shollallohu alaihi wasallam memberi intruksi agar shoum tetap dijalankan meski niat shoum baru ditetapkan di siang hari. Hal ini ditujukan kepada yang sudah terlanjur makan di siang hari :

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ رضى الله عنه أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم بَعَثَ رَجُلاً يُنَادِى فِى النَّاسِ ، يَوْمَ عَاشُورَاءَ أَنْ مَنْ أَكَلَ فَلْيُتِمَّ أَوْ فَلْيَصُمْ ، وَمَنْ لَمْ يَأْكُلْ فَلاَ يَأْكُلْ  

Dari Salamah Bin Al Akwa’  rodliyallohu anhu : Bahwa nabi shollallohu alaihi wasallam mengutus seorang laki-laki untuk mengumumkan kepada manusia pada hari asyuro “ Barangsiapa yang sudah terlanjur makan maka sempurnakan atau tunaikan shoum dan barangsiapa yang belum makan maka janganlah makan “ [HR Bukhori]

Begitu antusiasnya para sahabat hingga mereka mengajak anak-anak mereka untuk menunaikan shoum :

عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ قَالَتْ أَرْسَلَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ ، وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ. قَالَتْ فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ ، وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا ، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ ، حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الإِفْطَارِ

Dari Arrubai’ Binti Mu’awadz berkata : Pada pagi hari ayuro’ nabi shollallohu alaihi wasallam mengutus utusan ke perkampungan-perkampungan anshor untuk menyampaikan “ Siapa yang di pagi hari sudah makan, maka sempurnakan sisa harinya dan siapa yang sudah menetapkan shoum maka lanjutkan shoumnya “. Rubai’ berkata : Setelah itu kami tunaikan shoum itu dan mengajari anak-anak kami untuk shoum dan membuatkan mainan dari kapas. Bila seorang diantara mereka menangis karena ingin makan, kami memberikan mainan itu hingga datang waktu berbuka [HR Bukhori]

Ketiga : Setelah turunnya perintah shoum romadlon

Pada tahun kedua di Madinah, turun surat albaqoroh ayat 183 yang mewajibkan kaum muslimin untuk menunaikan shoum romadlon. Di sinilah rosululloh shollallohu alaihi wasallam memberi pilihan kepada kaum muslimin antara tetap menjalankan shoum asyuro atau meninggakannya :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضى الله عنهما قَالَ صَامَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم عَاشُورَاءَ ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ . فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تُرِكَ . وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ لاَ يَصُومُهُ ، إِلاَّ أَنْ يُوَافِقَ صَوْمَهُ

Dari Ibnu Umar rodliyallohu anhuma berkata : Nabi shollallohu alaihi wasallam menunaikan shoum asyuro dan beliau memerintahkannya. Ketika shoum romadlon diwajibkan, shoum asyuro ditinggalkan. Abdulloh juga tidak menunaikannya kecuali bila bertepatan dengan shoum sunnah yang biasa ia kerjakan [HR Bukhori]

Keempat : Di akhir hidup rosululloh shollallohu alaihi wasallam

Di satu sisi, rosululloh shollallohu alaihi wasallam ingin tetap menghidupkan shoum asyuro, di sisi lain beliau tidak ingin ada kesamaan dengan shoum yang ditunaikan kaum yahudi. Oleh karena itu, beliau berpesan :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لأَصُومَنَّ التَّاسِعَ  

Dari Abdulloh Bin Abbas rodliyallohu anhuma berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Bila aku masih hidup di tahun depan, benar-benar aku akan shoum pada hari kesembilan [HR Muslim dan Ahmad]

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْماً أَوْ بَعْدَهُ يَوْماً

Dari Ibnu Abbas berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Shoumlah pada hari asyuro dan berbedalah dengan orang yahudi. Shoumlah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya [HR Ahmad dan Ibnu Khuzaimah]

Akhirnya shoum asyuro bisa ditunaikan dengan tiga cara :

Cara pertama : Di hari kesembilan saja

Hal ini berdasarkan sabda nabi shollallohu alaihi wasallam

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Bila aku masih hidup di tahun depan, benar-benar aku akan shoum pada hari kesembilan

Sebagian ulama memahami hadits di atas bahwa rosululloh shollallohu alaihi wasallam memindahkan hari kesepuluh kepada hari kesembilan agar berbeda dengan yahudi. Hal ini diperkuat dengan keterangan dari Ibnu Abbas :

عَنِ الْحَكَمِ بْنِ الأَعْرَجِ قَالَ انْتَهَيْتُ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ رِدَاءَهُ فِى زَمْزَمَ فَقُلْتُ لَهُ أَخْبِرْنِى عَنْ صَوْمِ عَاشُورَاءَ. فَقَالَ إِذَا رَأَيْتَ هِلاَلَ الْمُحَرَّمِ فَاعْدُدْ وَأَصْبِحْ يَوْمَ التَّاسِعِ صَائِمًا. قُلْتُ هَكَذَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُهُ قَالَ نَعَمْ

Dari Hakam Bin A’roj berkata : Aku sampai kepada Ibnu Abbas rodliyallohu anhuma dimana dia sedang berbantalkan dengan sobannya di sumur zam-zam. Aku berkata kepadanya : Terangkan kepadaku tentang shoum hari asyuro. Ia berkata : Bila engkau melihat hilal bulan muharrom maka hitunglah dan beradalah dalam kondisi shoum di hari ke sembilan. Aku berkata : Apakah demikian rosululloh shollallohu alaihi wasallam menunaikan shoumnya ? Ia berkata : Benar [HR Muslim dan Abu Daud]

Cara ketiga dan keempat adalah shoum pada tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11.

Haramnya Daging Dan Susu Onta

 

Haramnya Daging Dan Susu Onta

Syariat Bani Isroil Yang Dimansukh Oleh Islam (3)

Beberapa tokoh yahudi datang menghadap nabi shollallohu alaihi wasallam. Mereka hendak mengajukan beberapa pertanyaan kepada beliau. Mendengar hal itu, beliau bersabda :

سَلُونِي عَمَّا شِئْتُمْ ، وَلَكِنْ اجْعَلُوا لِي ذِمَّةَ اللَّهِ، وَمَا أَخَذَ يَعْقُوبُ عَلَى بَنِيهِ لَئِنْ أنا حَدَّثْتُكُمْ شَيْئًا فَعَرَفْتُمُوهُ لَتُتَابِعُنِّي  عَلَى الإسْلامِ

Silahkan mengajukan pertanyaan kepadaku sekehendak kalian, akan tetapi jadikan untukku jaminan Alloh dan apa yang diambil sumpah Yaqub untuk anak-anaknya, bila aku menjawab pertanyaan kalian dengan sesuatu lalu kalian mengakuinya (kebenaran dari jawabanku), kalian benar-benar akan mengikutiku dalam islam ?

Mereka menyetujui syarat yang diajukan oleh rosululloh shollallohu alaihi wasallam hingga merekapun mengajukan empat pertanyaan, diantaranya :

أَخْبرْنَا أَيُّ الطعام حَرَّمَ إسرائيل على نفسه ؟

Terangkan kepada kami, makanan apa yang diharamkan Isroil (Yaqub) atas dirinya ?

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :

أَنْشُدُكُمْ بِالَّذِي أَنزلَ التَّوْرَاةَ عَلَى مُوسَى : هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ إِسْرَائِيلَ مَرِضَ مَرَضًا شَدِيدًا وَطَالَ  سُقْمُهُ ، فَنَذَرَ لِلَّهِ نَذْرًا لَئِنْ شَفَاهُ اللَّهُ مِنْ سُقْمِهِ لَيُحَرِّمَنَّ أَحَبَّ الشَّرَابِ إِلَيْهِ وَأَحَبَّ الطَّعَامِ إِلَيْهِ ، وَكَانَ أَحَبَّ الطَّعَامِ إِلَيْهِ لُحْمان الإبِلِ ، وَأَحَبَّ الشَّرَابِ إِلَيْهِ أَلْبَانُهَا

Aku meminta kalian melalui Alloh yang telah menurunkan taurot kepada Musa, tidakkah kalian tahu bahwa Isrol (Yaqub) ketika jatuh sakit dengan sakit yang keras dan lama penderitaan penyakitnya, ia bernadzar kepada Alloh dengan suatu nadzar bila Alloh menyembuhkankan dirinya dari penyakit, benar-benar akan mengharamkan minuman yang paling dia sukai dan makanan yang paling disukai. Makanan yang paling dia sukai adalah daging onta dan minuman yang paling disukainya adalah susunya

Mendengar jawaban dari rosululloh shollallohu alaihi wasallam, mereka berkata :

اللهم نعم

Ya Alloh benar

Beliau bersabda :

اللَّهُمَّ اشْهَدْ عَلَيْهِمْ

Ya Alloh saksikanlah mereka [HR Ahmad]

Demikianlah seluruh pertanyaan bisa dijawab tuntas oleh rosululloh shollallohu alaihi wasallam, akan tetapi sesuai dengan watak aslinya, mereka ingkari perjanjian dengan rosululloh shollallohu alaihi wasallam dan mereka lebih memilih kekufuran daripada keimanan. Berkenaan dengan pertanyaan pertama, Alloh berfirman :

كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرَاةُ قُلْ فَأْتُوا بِالتَّوْرَاةِ فَاتْلُوهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Semua makanan adalah halal bagi Bani Israel melainkan makanan yang diharamkan oleh Israel (Yakub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah : (Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar [ali imron : 93]

Maroji’ :

Tafsir Ibnu Katsir (maktabah syamilah) hal 62

Sujud Di Hadapan Manusia

 


Syariat Bani Isroil Yang Dimansukh Oleh Islam (2)

Bersujud di hadapan manusia sebagai bentuk penghormatan, ada pada syariat kaum bani isroil. Yusuf pernah mendapatkannya ketika ayah, ibu dan kesebelas saudaranya bersujud kepadanya sebagai kebenaran dari mimpinya ketika ada sebelas bintang, satu matahari dan bulan bersujud kepada dirinya.

Terhapusnya syariat ini berdasarkan sebuah riwayat dari Abdulloh Bin Abi Aufa :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى أَوْفَى قَالَ لَمَّا قَدِمَ مُعَاذٌ مِنَ الشَّامِ سَجَدَ لِلنَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَا هَذَا يَا مُعَاذُ.قَالَ أَتَيْتُ الشَّامَ فَوَافَقْتُهُمْ يَسْجُدُونَ لأَسَاقِفَتِهِمْ وَبَطَارِقَتِهِمْ فَوَدِدْتُ فِى نَفْسِى أَنْ نَفْعَلَ ذَلِكَ بِكَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَلاَ تَفْعَلُوا فَإِنِّى لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِغَيْرِ اللَّهِ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤَدِّى الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّهَا حَتَّى تُؤَدِّىَ حَقَّ زَوْجِهَا وَلَوْ سَأَلَهَا نَفْسَهَا وَهِىَ عَلَى قَتَبٍ لَمْ تَمْنَعْهُ

Dari Abdulloh Bin Abi Aufa berkata : Ketika Mu’adz tiba dari Syam, ia segera bersujud di hadapan nabi shollallohu alaihi wasallam. Beliau bersabda : Apa ini, wahai Muadz ? Ia menjawab : Aku mendatangi negeri Syam lalu aku melihat mereka bersujud di hadapan panglima dan pembesar. Lalu aku ingin melakukannya untukmu. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Jangan lakukan itu ! Karena sesungguhnya seandainya aku diperbolehkan memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada selain Alloh, sungguh aku akan perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya. Demi jiwa Muhammad yang ada di tanganNya, tidaklah seorang wanita menunaikan haq Robnya hingga ia tunaikan hak suaminya sampai seandainya sang suami meminta dirinya saat berada di atas qotab (kursi atau ranjang khusus untuk melahirkan), ia tidak boleh menolaknya  [HR Ibnu Majah]

Jangankan bersujud, membungkuk setengah ruku saja hukumnya tidak boleh. Inilah yang diriwayatkan Anas Bin Malik :

عَنْ أَنَس بْن مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَدُنَا يَلْقَى صَدِيقَهُ أَيَنْحَنِى لَهُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ

Dari Anas Bin Malik berkata : Seorang laki-laki berkata : Wahai rosululloh, bolehkah seorang di antara kita membungkukkan badan saat bertemu dengan temannya ? Beliau menjawab : Tidak boleh [HR Ahmad]

Imam Baghowi berkata :

وكان ذلك جائزا في الأمم السالفة فنسخ في هذه الشريعة

Bersujud kepada manusia sebagai bentuk penghormatan adalah diperbolehkan pada umat-umat terdahulu lalu dimansukh (dihapus) oleh syariat ini.

Maroji’ :

Tafsir Albaghowi (maktabah syamilah) hal 247

Arah Kiblat

 

Syariat Bani Isroil Yang Dimansukh Oleh Islam (1)

Masjidil Aqsho adalah kiblat ibadah bagi nabi dari kalangan bani isroil. Sementara nabi Ismail, nabi dari kalangan Arab menjadikan ka’bah sebagai kiblat sholat.  

Selama 13 tahun di Mekah rosululloh shollallohu alaihi wasallam sholat menghadap ka’bah. Ketika perintah hijrah datang, beliau berangkat ke Madinah. Sesampainya di sana, perintah dari langit turun kepada kaum muslimin untuk mengalihkan kiblat dari baitulloh ke baitul maqdis.

Di satu sisi ada harapan dari nabi shollallohu alaihi wasallam agar perubahan kiblat bisa melunakkan hati orang-orang yahudi yang tinggal di kota Madinah, akan tetapi di sisi lain, hati beliau menginginkan ka’bah sebagai kiblat sholat.

Setiap hari, nabi shollallohu alaihi wasallam mengarahkan pandangan ke langit dengan harapan jibril turun membawa kabar perpindahan kiblat itu. Hal ini berjalan selama enam belas bulan. Yang beliau harapkan datang juga. Alloh menghapus arah kiblat dari baitul maqdis kembali ke baitulloh. Tentang peristiwa ini,Alloh berfirman :

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ  

Dan sungguh kami sering melihat wajahmu menengadah ke langit. Maka sungguh kami benar-benar akan memalingkanmu ke arah kiblat yang engkau ridloi. Palingkanlah wajahmu ke arah masjidil harom. Dimana saja kamu berada, palingkanlah wajahmu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab sungguh mengetahui bahwa berpaling ke arah masjidil harom adalah haq yang datangnya dari Rob mereka. Alloh tidak akan lalai dari apa yang mereka lakukan [albaqoroh : 144]

 

Pemilik Al Wasilah

 

Pemilik Al Wasilah

Keistimewaan Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam Yang Tidak Dimiliki Rosul-Rosul Lain (21)

Al Wasilah adalah tempat paling tinggi di dalam aljannah. Siapa yang menggapainya, berarti berada di tempat yang paling dekat dengan Alloh. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam memiliki harapan besar untuk memilikinya karena dari sekian hamba, hanya satu orang saja yang bisa menempatinya. Oleh karena itu, beliau meminta umatnya agar mendoakannya sehingga meraih apa yang beliau harapkan.

Doa itu ada pada dzikir setelah menyimak adzan sebagaimana yang disabdakan oleh rosululloh shollallohu alaihi wasallam :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ  

Dari Abdullah bin Amru bin al-Ash bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Apabila kalian mendengar mu'adzdzin (mengumandangkan adzan) maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah atasku, karena orang yang bershalawat atasku dengan satu shalawat, niscaya Allah akan bershalawat atasnya dengannya sepuluh kali, kemudian mintalah kepada Allah wasilah untukku, karena ia adalah suatu tempat di dalam aljannah, tidaklah layak tempat tersebut kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan saya berharap agar saya menjadi hamba tersebut. Dan barangsiapa memintakan wasilah untukku, maka syafa'at halal untuknya [HR Bukhori, Muslim, Malik, Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i dan Nasa’i]

عَنْ جَابِرٍرَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ اَلنِّدَاءَ : اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ اَلدَّعْوَةِ اَلتَّامَّةِ  وَالصَّلَاةِ اَلْقَائِمَةِ  آتِ مُحَمَّدًا اَلْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ  وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا اَلَّذِي وَعَدْتَهُ  حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ  

Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang ketika mendengar adzan berdoa: Allaahumma robba haadzihi da'watit taammati was sholaatil qooimati aati Muhammadanil washiliilata wal fadliilata wab 'atshu maqooman mahmuudal ladzi wa'adtahu (artinya: Ya Allah Tuhan panggilan yang sempurna dan sholat yang ditegakkan berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan dan bangunkanlah beliau dalam tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan) maka dia akan memperoleh syafaat dariku pada hari Kiamat  [HR Imam Empat]

 

Pemilik Alkautsar

 

Pemilik Alkautsar

Keistimewaan Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam Yang Tidak Dimiliki Rosul-Rosul Lain (20)

Secara bahasa, alkautsar bermakna nikmat yang banyak. Bila kita menelaah kitab-kitab hadits dan perkataan ulama, maka yang dimaksud alkautsar adalah sungai atau danau yang ada di akhirat. Berisi air yang akan diminum oleh orang-orang beriman.

Alkautsar ini terbagi menjadi dua :

Pertama :

Telaga yang ada di padang mahsyar. Saat semua manusia kehausan disebabkan efek dekatnya matahari di atas kepala dengan jarak satu mil, maka air dalam telaga ini adalah solusinya.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ يَوْمٍ بَيْنَ أَظْهُرِنَا إِذْ أَغْفَى إِغْفَاءَةً ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مُتَبَسِّمًا فَقُلْنَا مَا أَضْحَكَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أُنْزِلَتْ عَلَىَّ آنِفًا سُورَةٌ. فَقَرَأَ  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ). ثُمَّ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْكَوْثَرُ فَقُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ  فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ فَيُخْتَلَجُ الْعَبْدُ مِنْهُمْ فَأَقُولُ رَبِّ إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِى. فَيَقُولُ مَا تَدْرِى مَا أَحْدَثَتْ بَعْدَكَ  

Dari Anas berkata : Pada suatu hari, ketika rosululloh bersama kami, tiba-tiba beliau terlelap sejenak lalu mengangkat kepala sambil tersenyum. Kami berkata : Apa yang menyebabkan engkau tertawa wahai rosululloh ? Beliau bersabda : Baru saja turun ayat kepadaku. Beliau membaca : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Robmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.   Setelah itu beliau bersabda : Tahukah kalian, apakah alkautsar itu ? Kami berkata : Alloh dan rosulNya lebih tahu. Beliau bersabda : Sesungguhnya ia adalah sungai dimana Robku Azza Wajalla menjanjikanku kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang akan didatangi umatku pada hari kiamat. Bejananya sebanyak jumlah bintang di langit. Tiba-tiba seorang hamba diantara mereka diusir. Akupun berkata : Sesungguhnya dia umatku. Alloh berfirman : Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang terjadi setelah engkau meninggal [HR Bukhori]

Untuk poin pertama, semua nabi memilikinya sebagaimana sabda nabi sholllallohu alaihi wasallam :

عَنْ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ لِكُلِّ نَبِىٍّ حَوْضًا وَإِنَّهُمْ يَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةً وَإِنِّى أَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً

Dari Samuroh berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga. Mereka saling berbangga berharap siapa yang paling banyak mendatangi telaganya dan sesungguhnya aku berharap yang paling banyak pengunjungnya [HR Tirmidzi]

Kedua :

Di dalam aljannah. Hanya ada satu alkautsar di dalamnya dan pemiliknya adalah nabi kita Muhammad shollallohu alaihi wasallam :

عَنْ أنس بن مالك عن النبي صلى الله عليه وسلم ثُمَّ مَضَى بِهِ فِى السَّمَاءِ فَإِذَا هُوَ بِنَهَرٍ آخَرَ عَلَيْهِ قَصْرٌ مِنْ لُؤْلُؤٍ وَزَبَرْجَدٍ فَضَرَبَ يَدَهُ فَإِذَا هُوَ مِسْكٌ قَالَ مَا هَذَا يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَذَا الْكَوْثَرُ الَّذِى خَبَأَ لَكَ رَبُّكَ

Dari Anas Bin Malik, dari nabi shollallohu alaihi wasallam : ... Setelah itu beliau pergi ke langit. Tiba-tiba ada sungai lain. Di atasnya ada istana dari mutiara dan batu permata. Beliau memukul dengan tangan, ternyata aromanya kesturi. Beliau bertanya  : Wahai jibril, apakah ini ? Jibril berkata : Ini adalah alkautsar dimana Robmu telah menyimpannya untukmu [HR Bukhori]

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِى كَانَ كُلُّ نَبِىٍّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى كُلِّ أَحْمَرَ وَأَسْوَدَ وَأُحِلَّتْ لِىَ الْغَنَائِمُ وَلَمْ تُحَلَّ لأَحَدٍ قَبْلِى وَجُعِلَتْ لِىَ الأَرْضُ طَيِّبَةً طَهُورًا وَمَسْجِدًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ صَلَّى حَيْثُ كَانَ وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ بَيْنَ يَدَىْ مَسِيرَةِ شَهْرٍ وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ ب م أ ن در

Dari Jabir Bin Abdulloh Al Anshoriyy berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Aku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada seorangpun sebelumku : Setiap nabi diutus untuk kaumnya secara khusus sementara aku diutus untuk bangsa berkulit merah dan hitam. Dihalalkan bagiku ghonimah dan tidak dihalalkan bagi seorangpun sebelumku. Dijadikan bagiku tanah yang baik sebagai alat bersuci dan tempat untuk bersujud (sholat). Siapapun yang mendapati waktu sholat, dia boleh menunaikan sholat dimanapun berada. Aku dimenangkan lewat rasa takut (yang ada pada musuh) sejauh perjalanan satu bulan dan aku diberi hak syafaat [HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Nasa’i dan Darimi]

Orang Yang Pertama Kali Masuk Aljannah

 

Orang Yang Pertama Kali Masuk Aljannah

Keistimewaan Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam Yang Tidak Dimiliki Rosul-Rosul Lain (19)

Ini sesuai dengan status rosululloh shollallohu alaihi wasallam sebagai sayyidu waladi Adam atau sayyidunnas. Dengan kecepatan satu kedipan mata, beliau sudah selesai melampaui ash shiroth.

Di depan pintu aljannah beliau berdiri dan mengetuknya. Malaikat penjaga bertanya “ Siapa anda ? “ Beliau menjawab : Muhammad. Malaikat berkata : Karena engkau, aku diperintah untuk tidak membuka pintu untuk siapapun sebelummu.

Secara lengkap, redaksi hadits tentang hal ini adalah :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم آتِى بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ مَنْ أَنْتَ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ بِكَ أُمِرْتُ لاَ أَفْتَحُ لأَحَدٍ قَبْلَكَ  

Dari Anas Bin Malik berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Aku akan mendatangi pintu aljannah pada hari kiamat lalu aku minta dibukakan. Penjaga pintu berkata : Siapa engkau ? Aku menjawab : Muhammad. Penjaga berkata : Karena engkau, aku diperintah untuk tidak membuka pintu untuk siapapun sebelummu [HR Muslim]

Pertama Kali Menyeberangi Ash Shiroth

 

Pertama Kali Menyeberangi Ash Shiroth

Keistimewaan Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam Yang Tidak Dimiliki Rosul-Rosul Lain (18)

Lima puluh ribu tahun kita akan berada dipadang mahsyar. Setelah hisab dan catatan amal ditetapkan, maka acara selanjutnya adalah menyeberangi ash shiroth. Sifat dari jembatan ini adalah lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Bila diinjak akan membuat tergelincir karena sangat licin. Di bawahnya ada neraka jahannam.

Hanya dua kelompok yang akan menyeberanginya, yaitu mukmin dan munafiq. Untuk orang kafir mereka akan langsung di lempar ke dalam neraka. Saat penyeberangan dimulai, akan terjadi perbedaan mencolok antara mukmin dan munafq. Orang-orang beriman akan diliputi cahaya. Kenapa itu bisa terjadi ? Karena suasana saat itu gelap gulita. Agar mukmin tahu mana jembatan yang dilalui maka Alloh berikan cahaya itu. Alloh berfirman :

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ   

(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka) : Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak [alhadid : 12]

Hal ini berbeda dengan kaum munafiqin. Tidak ada cahaya sedikitpun pada mereka sehingga mereka berteriak meminta tolong kepada orang-orang beriman. Permintaan itu ditolak oleh kaum mukminin. Alloh berfirman :

يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آَمَنُوا انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ فَالْتَمِسُوا نُورًا فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ

Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman : Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu. Dikatakan (kepada mereka) : Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu). Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa [alhadid : 13]

Mendapat penolakan, orang-orang munafiq, kembali menyampaikan permohonannya dan untuk kedua kalinya ditolak :

يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّى جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata : Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu ? Mereka menjawab : Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu [alhadid : 14]

Terlepas dari itu semua, yang perlu diketahui adalah bahwa rosululloh shollallohu alaihi wasallam dan umatnyalah yang pertama kali menyeberangi jembatan itu. Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ نَحْنُ الآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ  

Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu bahwa ia mendengar rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Kita adalah umat terakhir akan tetapi menjadi yang pertama di hari kiamat

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَيُضْرَبُ الصِّرَاطُ بَيْنَ ظَهْرَىْ جَهَنَّمَ فَأَكُونُ أَنَا وَأُمَّتِى أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ

Dari Abu Huroiroh berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Shiroth dibentangkan diantara neraka jahanam. Aku dan umatku adalah yang pertama kali menyeberanginya [HR muslim]

Memiliki Pengikut Paling Banyak

 

Memiliki Pengikut Paling Banyak

Keistimewaan Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam Yang Tidak Dimiliki Rosul-Rosul Lain (17)

Rosululloh shollallohu alaihi wasallam memiliki harapan besar agar beliau memiliki jumlah pengikut paling banyak diantara para nabi. Oleh karena itu beliau bersabda :

تَزَوَّجُوا اَلْوَدُودَ اَلْوَلُودَ إِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اَلْأَنْبِيَاءَ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ  

Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang, sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di hadapan para Nabi pada hari kiamat [HR Ahmad]

Ternyata harapan nabi shollallohu alaihi wasallam terkabul ketika beliau bersabda :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمَا تَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الْجَنَّةِ  قَالَ فَكَبَّرْنَا. ثُمَّ قَالَ  أَمَا تَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهْلِ الْجَنَّةِ  قَالَ فَكَبَّرْنَا. ثُمَّ قَالَ  إِنِّى لأَرْجُو أَنْ تَكُونُوا شَطْرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ  

Dari Abdulloh (Bin Mas’ud) berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Apakah kalian ridlo bila kalian menjadi seperempat dari penduduk aljannah ? Ibnu Mas’ud berkata : Kami bertakbir. Lalu beliau bersabda : Apakah kalian ridlo bila kalian menjadi sepertiga penduduk aljannah ? Ibnu Mas’ud berkata : Kami bertakbir. Lalu beliau bersabda : Sesungguhnya aku benar-benar berharap kalian menjadi setengah penduduk aljannah [HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Hadits di atas menunjukkan prosentase ahlul jannah. Kuaota lima puluh persen diisi oleh umat nabi Adam hingga nabi Isa. Lima puluh persen lainnya diisi oleh umat Muhammad shollallohu alaihi wasallam. Kendati demikian ada informasi lain yang menyebutkan bahwa dua pertiga penghuni surga adalah umat rosululloh shollallohu alaihi wasallam dan sepertiganya adalah umat nabi Adam hingga nabi Isa sebagaimana sabda nabi shollallohu alaihi wasallam :

عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَهْلُ الْجَنَّةِ عِشْرُونَ وَمِائَةُ صَفٍّ مِنْهُمْ ثَمَانُونَ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ  

Dari Buraidah, dari bapaknya berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Penduduk aljannah ada seratus dua puluh shof. Diantara mereka yang berjumlah delapan shof adalah berasal dari umat ini [HR Ahmad]

  

Pemilik Bendera Liwaul Hamdi

 

Pemilik Bendera Liwaul Hamdi

Keistimewaan Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam Yang Tidak Dimiliki Rosul-Rosul Lain (16)

Huruf ha, mim dan dal bila digabung menjadi hamida atau hamdun, yang artinya memuji atau pujian. Alloh memiliki banyak nama. Dari sekian nama itu ada alhamiid yang berarti Alloh Maha memiliki pujian.

Ketika Alloh mengutus para rosul, maka penutupnya adalah seorang bernama Ahmad atau Muhammad. Artinya terpuji atau memiliki banyak keistimewaan sehingga layak untuk mendapat banyak pujian. Umat beliau mendapat sebuatan alhammaaduun karena banyaknya mengucapkan kalimat “ alhamdu “. Dalam sehari, tujuh belas kali mereka membaca surat alhamdu (alfatihah) saat sholat lima waktu. Bila ditambah dengan sholat sunnah maka jumlahnya akan lebih banyak lagi. Dzikir alhamdu sebanyak tiga puluh tiga ba’da sholat mereka amalkan. Betapa banyak amalan harian mereka akhiri dengan ucapan alhamdu.

Pada hari kiamat mereka akan berdiri di belakang nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, sedang beliau memegang bendera yang memiliki nama liwa-ul hamdi. Abu Said meriwayatkan sabda beliau : 

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ وَبِيَدِى لِوَاءُ الْحَمْدِ وَلاَ فَخْرَ وَمَا مِنْ نَبِىٍّ يَوْمَئِذٍ آدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلاَّ تَحْتَ لِوَائِى وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الأَرْضُ وَلاَ فَخْرَ  

Dari Abu Sai’d berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Aku adalah sayyidnya anak Adam pada hari kiamat. Bukan bertujuan membanggakan diri. Di tanganku ada bendera “ Liwa-ul hamdi “. Bukan bertujuan membanggakan diri. Tidak ada nabi pada hari itu, termasuk Adam dan nabi selainnya kecuali berada di bawah benderaku. Akulah orang yang pertama bumi terbelah karenanya (keluar dari kubur). Bukan bertujuan membanggakan diri [HR Tirmidzi]

Ketika urusan di mahsyar selesai lalu mereka berhasil menyeberang ash shirot, maka mereka akan masuk ke dalam aljannah. Ucapan pertama kali ketika sudah berada di dalamnya adalah :

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ  

Dan mereka berkata : Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Rob kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal dari karuniaNya, di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu [fathir : 34-35]

Pemilik Maqoman Mahmuda

 

Pemilik Maqoman Mahmuda

Keistimewaan Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam Yang Tidak Dimiliki Rosul-Rosul Lain (15)

Maqoman Mahmuda adalah tempat berdiri yang ada di padang mahsyar. Yang berdiri di situ adalah rosululloh shollallohu alaihi wasallam untuk memberikan syafaat kepada umatnya satu persatu. Keberadaan maqoman mahmuda difirmankan Alloh :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Robmu mengangkat kamu ke maqoman mahmuda (tempat yang terpuji)  [al isro : 79]

Maqoman mahmuda juga bagian dari dzikir sesudah menyimak adzan :

عَنْ جَابِرٍرَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ اَلنِّدَاءَ : اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ اَلدَّعْوَةِ اَلتَّامَّةِ  وَالصَّلَاةِ اَلْقَائِمَةِ  آتِ مُحَمَّدًا اَلْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ  وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا اَلَّذِي وَعَدْتَهُ  حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ   .

Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : Barangsiapa yang ketika mendengar adzan berdoa : Allaahumma robba haadzihi da'watit taammati was sholaatil qooimati aati Muhammadanil washiliilata wal fadliilata wab 'atshu maqooman mahmuudal ladzi wa'adtahu (artinya: Ya Allah Rob panggilan yang sempurna dan sholat yang ditegakkan berilah Muhammad wasilah dan keutamaan dan bangunkanlah beliau dalam tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan) maka dia akan memperoleh syafaat dariku pada hari Kiamat   [HR Imam Empat]

Ibnu Umar berkata :

عَنْ ابْن عُمَرَ رضى الله عنهما يَقُولُ إِنَّ النَّاسَ يَصِيرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ جُثًا ، كُلُّ أُمَّةٍ تَتْبَعُ نَبِيَّهَا ، يَقُولُونَ يَا فُلاَنُ اشْفَعْ ، حَتَّى تَنْتَهِىَ الشَّفَاعَةُ إِلَى النَّبِىِّ  صلى الله عليه وسلم  فَذَلِكَ يَوْمَ يَبْعَثُهُ اللَّهُ الْمَقَامَ الْمَحْمُودَ  

Dari Ibnu Umar rodliyallohu anhuma berkata : Sesungguhnya manusia akan berlutut pada hari kiamat. Setiap umat akan mengikuti nabinya. Mereka berkata “ Wahai fulan, berikan syafaat “ hingga berakhir syafaat itu pada nabi shollallohu alaihi wasallam. Itulah hari dimana Alloh membangkitkannya pada  almaqom almahmud [HR Bukhori]