Setan punya program manusia menyengsarakan manusia




                                                       (Menyengsarakan Setan) 

Kenapa setan harus kita sengsarakan ? Karena mereka punya program untuk membuat kita sengsara. Ini sebagai bentuk balasan yang setimpal atas sumpah-sumpah mereka yang berisi rencana jahat bagi kemalangan hidup manusia di akhirat.

Berkali-kali Alloh menyitir kesungguhan mereka untuk membuat manusia tersesat dari jalan Alloh :

وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآَمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آَذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآَمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ

Iblis berkata : Aku pasti akan mengambil bagian tertentu (untuk menyesatkan) dari hamba-hambaMu. Pasti aku sesatkan mereka dan akan aku bangkitkan angan-angan kosong mereka dan akan aku suruh mereka memotong telinga binatang ternak lalu mereka benar-benar memotongnya dan aku suruh mereka untuk merubah ciptaan Alloh lalu mereka benar-benar merubahnya [annisa : 118-119]

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ  ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis berkata : Karena Engkau telah tetapkan aku sesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalanMu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi  mereka dari depan, belakang, kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak mendapati kebanyakan mereka bersyukur [al a’rof : 16-17]

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Iblis berkata : Karena Engkau telah tetapkan aku sesat, aku pasti akan jadikan dosa terasa indah bagi mereka di bumi dan aku akan menyesatkan mereka semua  [alhijr : 39]

لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا

Seandainya Engkau memberi aku waktu sampai hari kiamat, pasti aku sesatkan mereka semua kecuali sebagian kecil [al isro : 62]

Rupanya ketika akhirnya manusia sudah ditetapkan sebagai penghuni neraka, mereka masih menambah penderitaan kepada para korbannya dengan mengatakan :

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Setan berkata ketika hisab telah selesai (sehingga jelas bagi pengikutnya ditetapkan sebagai neraka) : Sesungguhnya Alloh telah menjanjikan kepadamu dengan janji yang benar dan akupun telah memberi janji kepadamu, akan tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan dulu aku sekedar mengajak kamu (untuk bermaksiat) lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu jangan kamu mencerca diriku. Tetapi cercarah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu dan kamupun tidak dapat menolongku. Sungguh aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku dengan Alloh sejak dahulu. Sungguh orang yang dzalim akan mendapat siksa yang pedih [ibrohim : 22]

Karena dasar inilah, marilah kita sengsarakan setan sebagaimana mereka juga selalu bersiasat untuk menyengsarakan kita

Tidak Mau Diistighfarkan, Bagian Dari Ciri Munafiq !




Istighfar (50) 

Betapa beruntungnya bila kita berada di masa rosuulloh shollallohu alaihi wasallam hidup. Dan betapa bahagianya kita mana kala beliau sempat memohonkan ampun buat dosa yang pernah kita perbuat. 

Itu semua tidak berlaku bagi kaum munafiqin. Abdulloh Bin Ubay sebagai tokoh munafiq nomer satu, tak terhitung melakukan kejahatan bagi umat islam. Ia sebut kaum muhajirin sebagai anjing sehingga keluarlah kalimat :

سمن كلبك يأكلك

Kenyangkan anjingmu, niscaya dia akan memakanmu

Suatu hari ia profokasi penduduk Madinah untuk tidak berinfaq (menyantuni) kaum faqir dari kalangan muhajirin. Tidak itu saja, ia tanamkan kecurigaan terhadap keberadaan kaum muhajirin yang akan menyingkirkan kaum pribumi (anshor).

Seorang sahabat, ada yang masih berharap Abdulloh Bin Ubay berubah sikap. Ia mengajaknya menghadap nabi shollallohu alaihi wasallam agar beliau memohonkan ampun atas semua sepak terjangnya selama ini. Ajakan ini ditolak mentah-mentah olehnya. Penolakan ini diabadikan oleh Alloh dengan firmanNya :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُولُ اللَّهِ لَوَّوْا رُءُوسَهُمْ وَرَأَيْتَهُمْ يَصُدُّونَ وَهُمْ مُسْتَكْبِرُونَ 

Apabila dikatakan kepada mereka, marilah agar rosululloh memohonkan ampun bagimu, mereka membuang muka. Kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri  [almunafiqun : 5]

Sikap ini dijawab oleh Alloh dengan :

سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Sama saja bagi mereka, engkau mohonkan ampun atau engkau tidak memohonkan ampun buat mereka. Sesungguhnya Alloh tidak akan memberi hidayah bagi orang-orang fasik [almunafiqun : 6]

Ittiba’ Mendatangkan Maghfiroh




Istighfar (49) 

Seorang muslim dimanapun tentu mengaku bahwa dirinya cinta kepada Alloh. Tidak ada pengakuan kecuali  menuntut pembuktian. Bukti cinta kepada Alloh adalah sikap ittiba’ (mengikuti ) sunnah rosululloh. Untuk itulah Alloh berfirman :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ   
Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang  [ali imron : 31]

Syaikh Muhammad Amin Asy Syanqithi berkata :

يؤخذ من هذه الآية الكريمة أن علامة المحبة الصادقة لله ورسوله صلى الله عليه وسلم هي اتباعه صلى الله عليه وسلم ، فالذي يخالفه ويدعي أنه يحبه فهو كاذب مفتر . إذ لو كان محباً له لأطاعه ، ومن المعلوم عند العامة أن المحبة تستجلب الطاعة ومنه قول الشاعر : لو كان حبك صادقاً لأطعته ... إن المحب لمن يحب مطيع

Dari ayat yang mulia ini bisa diambil kesimpulan bahwa tanda cinta yang benar kepada Alloh dan rosulNya shollallohu alaihi wasallam adalah sikap ittiba’ kepada nabi shollallohu alaihi wasallam. Adapun sikap menyelisihinya sementara dia mengklaim mencintainya, menunjukkan bahwa ia adalah pendusta dan pembohong. Jika dia merasa mencintaiNya tentu ia akan mentaatiNya. Sudah diketahui secara umum bahwa kecintaan mendorong kepada ketaatan sebagaimana perkataan penyair “ Bila cintamu adalah benar, tentu engkau akan mentaatinya ....... Karena sesungguhnya pecinta kepada yang ia cintai akan mentaati “

Di saat ittiba’ ditunaikan, maka Alloh akan memberi dua balasan, yaitu : Alloh mencintainya dan mengampuni segala dosa. Hingga Alloh menutup ayat 31 dari surat ali imron dengan “ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “

Maroji’ :
Adl Waul Bayan, Syaikh Muhammad Amin Asy Syanqithi (maktabah syamilah) hal 54