Qoshor Bagi Musafir


(Sholat Itu Mudah, Tidak Sulit) -2
Penat dan lelah adalah dua hal yang dialami para musafir. Meski bisa tidur, istirahat di rumah tetap lebih nyaman. Saat makan, si musafir pasti bisa merasakan bahwa makan di rumah tetap lebih lahap daripada makan di luar tempat tinggalnya. Beratnya safar disabdakan oleh rosululloh shollallohu alaihi wasallam :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ  السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ ، يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ ، فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ  
Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu, dari nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : Safar adalah bagian dari adzab. Dia akan terhalangi (mendapatkan kenyamanan) saat makan, minum dan tidurnya. Oleh karena itu bila selesai dari urusannya, bersegeralah untuk pulang menemui keluarganya [HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Malik, Darimi dan Ibnu Majah]
Kasih sayang Alloh kepada hambaNya, membuat sholat lima waktu bisa dipangkas atau dikurangi jumlah rokaat sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Abbas :
إِنَّ اللَّهَ فَرَضَ الصَّلاَةَ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكُمْ صلى الله عليه وسلم عَلَى الْمُسَافِرِ رَكْعَتَيْنِ وَعَلَى الْمُقِيمِ أَرْبَعًا وَفِى الْخَوْفِ رَكْعَةً  
Sesungguhnya Alloh mewajibkan sholat melalui lesan nabi kalian shollallohu alaihi wasallam bagi musafir dua rokaat, muqim empat rokaat dan saat takut (perang) satu rokaat [HR Muslim, Ahmad dan Nasa’i]
Umar Bin Khothob heran dengan pengurangan jumlah rokaat bagi musafir. Rosululloh shollallohu alaihi wasallampun bersabda kepadanya :
صَدَقَةٌ تَصَدَّقَ اللَّهُ بِهَا عَلَيْكُمْ فَاقْبَلُوا صَدَقَتَهُ  
Itu adalah shodaqoh dari Alloh buat kalian maka terimalah shodaqohnya [HR Muslim, Ahmad, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Darimi dan Ibnu Khuzaimah]