Kebahagiaan Dan Kesedihan

(yang bersifat sementara)
Rombongan suku Mudhor tiba di Madinah dalam keadaan pakaian compang camping dan terlihat mereka lemah karena kurangnya makan. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam merasa iba sehingga selepas dzuhur beliau mengajak para sahabat berderma untuk meringankan beban mereka. Tak menunggu lama terkumpullah tumpukan baju dan makanan. Wajah beliau terlihat berbinar karena bahagia sehingga beliau bersabda :
من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها بعده من غير أن ينقص من أجورهم شيء،
Barangsiapa mempopulerkan kebiasakan baik dalam islam maka baginya pahala dan pahala dari orang yang mengamalkannya sesudahnya tanpa mengurangi dari pahala mereka sedikitpun …  [HR Muslim]
Saat pembagian harta ghonimah, tiba-tiba seorang dengan congkak berkata kepada beliau :
واللَّه إن هذه قسمة ما عدل فيها وما أريد فيها وجه اللَّه
Demi Alloh, ini adalah pembagian  yang tidak adil dan si pembagi tidak mengharap wajah Alloh (dalam riwayat lain di sebutkan : Muhammad ! Berbuat adillah, karena engkau tidak berbuat adil !). Beliaupun nampak murka, tapi kemarahan beliau segera reda ketika beliau ingat nabi Musa sehingga beliau bersabda :
يرحم اللَّه موسى قد أوذي بأكثر مِنْ هذا فصبر
Alloh merahmati nabi Musa, sungguh ia disakiti lebih banyak dari ini lalu beliau bersabar  [muttafaq alaih]
Betapa bahagianya rosululloh shollallohu alaihi dan para sahabat ketika berhasil merebut Mekah dan menguasainya. Tetapi alangkah sedihnya mereka di saat mendapat kekalahan pada perang uhud sehingga Alloh turunkan ayat penghibur :
إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim  [ali imron : 140]
Itulah dunia, sedih dan bahagia tidak ada yang tetap. Ia datang silih berganti. Yang tetap hanya di akhirat. Bahagia abadi di dalam aljannah dan sengsara tak ada ujung di dalam neraka.