Sholat Berjamaah Menurut As Salaf (5)
Ini terjadi saat dirinya berada di
hadapan Hajjaj Bin Yusuf. Tiba-tiba didatangkan seseorang dalam keadaan
terbelenggu. Hajjaj menyerahkan pedang kepada Salim untuk menebas leher orang
itu. Dengan pedang terhunus, Salim mendekati orang itu seraya bertanya : Apakah
anda muslim ? Orang itu menjawab : Benar, saya muslim. Apa perlunya anda
bertanya demikian ? Lakukan apa saja yang diperintahkan !
Salim bertanya : Apakah anda sholat
shubuh (maksudnya berjamaah). Orang itu menjawab : Sudah saya katakan bahwa
saya adalah muslim, mengapa anda bertanya apakah saya sholat shubuh ? Adakah
seorang muslim yang tidak menunaikan sholat shubuh ?
Mendengar perkataannya, Salim segera
melemparkan pedangnya. Ia tidak mau memenggal leher orang itu karena teringat
sabda rosululloh shollallohu alaihi wasallam :
عَنْ جندب بن عبد الله رضي الله
عنه قَالَ : قَالَ رَسُول الله صلى الله
عليه وسلم: مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ في ذِمَّةِ الله فَلاَ
يَطْلُبَنَّكُمُ الله مِنْ ذِمَّته بشَيءٍ ، فَإنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ منْ ذمَّته
بشَيءٍ يُدْركْهُ ، ثُمَّ يَكُبُّهُ عَلَى وَجْهِهِ في نَارِ جَهَنَّمَ
Dari Jundub Bin Abdulloh rodliyallohu
anhu berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : Barangsiapa
sholat shubuh berjamaah, maka ia berada dalam jaminan Alloh. Maka janganlah
sekali-kali kalian dituntut sedikitpun oleh Alloh dengan orang yang sudah
berada dalam jaminannya. Karena sesungguhnya barangsiapa yang dituntut karena
menyakiti orang yang berada dalam jaminannya lalu akan ditelungkupkan wajahnya
di neraka jahannam [HR Muslim]