Bertetangga
Bagi yang merasa pagi-pagi sebelum berangkat kerja, anda memanaskan mesin motor terlebih dahulu. Mesin motor sudah panas, tetanggapun ikut panas oleh gas motor yang meraung-raung.
Bagi yang merasa pagi-pagi sebelum berangkat kerja, agar semangat sebelum keberangkatan maka anda setel kaset radio, sayang … suaranya dibagi-bagi ke tetangga. Bagi-bagi rizki itu jelas satu perbuatan mulia, akan tetapi bagi-bagi suara yang memekakkan telinga orang, itu jelas satu hal yang bermasalah.
Bagi yang merasa membuat sepiteng dekat sumur tetangga sehingga air sumur tetangga menjadi tercemar.
Bagi yang merasa sering menceritakan gaji tinggi kepada tetangga yang bergaji rendah atau menceritakan kenaikan pangkat kepada tetangga yang baru saja terkena PHK atau menceritakan seringnya kita makan di restoran kepada tetangga yang kurang gizi
Bacalah hadits di bawah ini :
وعن أبي هريرة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قال والله لا يؤمن، والله لا يؤمن، والله لا يؤمن قيل: من يا رَسُول اللَّهِ؟ قال الذي لا يأمن جاره بوائقه مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وفي رواية لمسلم لا يدخل الجنة من لا يأمن جاره بوائقه
Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu bahwasanya nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : demi Alloh tidak beriman, demi Alloh tidak beriman, demi Alloh tidak beriman. Ada yang bertanya : siapa itu wahai rosululloh ? beliau menjawab : yaitu orang yang tidak bisa memberi rasa aman kepada tetangganya dari gangguannya [muttafaq alaih] pada riwayat Muslim : tidak akan masuk aljannah orang yang tidak memberi rasa aman kepada tetangganya
Sekali lagi, ini hanya ditujukan kepada yang punya perasaan
Beda ulama dan ilmuwan
Beda ulama dan ilmuwan
Seorang ilmuwan semisal dokter meneliti tulang dan susunannya yang ada pada manusia dengan tujuan untuk penelitian sehingga mengetahui cara pengobatannya. Sementara seorang ulama memperhatikan tulang belulang manusia untuk menjadikannya sebagai bukti keagungan Alloh Azza Wajalla. Sungguh sangat berbeda cara pandang ilmuwan dan ulama.
Seorang ilmuwan meneliti gempa bumi untuk mengetahui berapa kekuatan gempa, dimana pusat terjadinya dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi setelah itu. Sementara ulama akan menjadikan gempa sebagai muhasabah terhadap segala dosa yang telah diperbuat manusia sebagaimana apa yang dikatakan oleh Umar bin Khothob setelah gempa menggoncang kota Madinah :
Seandainya gempa berulang kembali di kota ini maka aku tidak akan hidup berdampingan dengan kalian lagi. Perkataan ini ditafsirkan oleh Ka’ab bahwa gempa terjadi bila penduduknya berbuat ma’shiat.
Sungguh berbeda cara pandang ulama dan ilmuwan. Akan tetapi dua-duanya tidak bertentangan bahkan saling melengkapi karena fikir dan dzikir adalah dua ciri khas yang dimiliki oleh ulul albab sebagaimana firman Alloh :
إنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لايَاتِ لأولِى الأَلْبَابِ
الّّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ الله قِيَامًا وَقُعُوْدًا وَعَلَى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِى خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ
هذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. [ali imron : 190-191]
Maroji’ :
Aljawab alkafi, ibnu Qoyyim Aljauziyyah hal 73
Keajaiban-keajaiban makhluq dalam pandangan al imam ibnul Qoyyim, Abu Mundzir Kholil bin Ibrohim Amin hal 37
Seorang ilmuwan semisal dokter meneliti tulang dan susunannya yang ada pada manusia dengan tujuan untuk penelitian sehingga mengetahui cara pengobatannya. Sementara seorang ulama memperhatikan tulang belulang manusia untuk menjadikannya sebagai bukti keagungan Alloh Azza Wajalla. Sungguh sangat berbeda cara pandang ilmuwan dan ulama.
Seorang ilmuwan meneliti gempa bumi untuk mengetahui berapa kekuatan gempa, dimana pusat terjadinya dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi setelah itu. Sementara ulama akan menjadikan gempa sebagai muhasabah terhadap segala dosa yang telah diperbuat manusia sebagaimana apa yang dikatakan oleh Umar bin Khothob setelah gempa menggoncang kota Madinah :
Seandainya gempa berulang kembali di kota ini maka aku tidak akan hidup berdampingan dengan kalian lagi. Perkataan ini ditafsirkan oleh Ka’ab bahwa gempa terjadi bila penduduknya berbuat ma’shiat.
Sungguh berbeda cara pandang ulama dan ilmuwan. Akan tetapi dua-duanya tidak bertentangan bahkan saling melengkapi karena fikir dan dzikir adalah dua ciri khas yang dimiliki oleh ulul albab sebagaimana firman Alloh :
إنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لايَاتِ لأولِى الأَلْبَابِ
الّّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ الله قِيَامًا وَقُعُوْدًا وَعَلَى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِى خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ
هذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. [ali imron : 190-191]
Maroji’ :
Aljawab alkafi, ibnu Qoyyim Aljauziyyah hal 73
Keajaiban-keajaiban makhluq dalam pandangan al imam ibnul Qoyyim, Abu Mundzir Kholil bin Ibrohim Amin hal 37
Beda pasar dengan masjid
Beda pasar dengan masjid
1. Pasar adalah tempat yang paling dibenci Alloh sedangkan masjid adalah tempat yang paling dicintai Alloh
وعن أبى هريرة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قال أحب البلاد إلى اللَّه مساجدها وأبغض البلاد إلى اللَّه أسواقها رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu dari
nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : tanah yang paling Alloh cintai adalah masjid sedangkan tanah yng paling Alloh benci adalah pasar [HR Muslim]
Hal ini disebabkan karena masjid adalah rumah Alloh yang namaNya sering disebut, alquran dibaca dan sholat ditegakkan di dalamnya. Sementara pasar adalah tempat dimana Alloh sering dilupakan, ketika pembeli membludak maka adzan berkumandang dianggap angin lalu, penipuan dan sumpah palsu tidak pernah sepi kita jumpai di dalamnya
2. Tahjir (bersegera) datang ke masjid sangat dianjurkan, sementara untuk pasar dianjurkan bagi kita agar bukan orang yang paling awal datang dan terakhir kali keluar darinya
إذَا كانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ قَامَ عَلَى كُلِّ بَابٍ مِنْ أبْوَابِ الْمَسْجِدِ مَلائِكَةٌ يَكْتبُوْن النَّاسَ الأَوَّلَ فَالأّوَّلّ فَالْمُهَجِّرُ إلى الْجُمُعَةِ كالْمُهْدِى بَدَنَةً ثُمَّ الَّذِى يَلِيْهِ كَالْمُهْدِى بَقَرَةً ثُمَّ الَّذِى يَلِيْهِ كَالْمُهْدِى كَبْشًا حَتَّى ذَكَرَ الدَّجَاجَةَ وَالبَيْضَةَ فَإِذَا جَلَسَ الإمَامُ طَوِيَتِ الصُّحُفُ وَاسْتَمَعُوا الْخُطْبَة أخرجه بخارى
Apabila hari jumat tiba maka akan berdiri di tiap-tiap pintu masjid para malaikat yang menulis manusia yang datang awal dan seterusnya.Maka siapa yang datang paling awal pahalanya seolah-olah berkorban dengan seekor onta,yang datang selanjutnya seolah-olah berkorban dengan seekor sapi,yang datang berikutnya seolah olah berkorban dengan seekor kambing kibas hingga beliau menyebut ayam dan telor. Bila imam telah duduk maka lembaran dilipat dan mereka siap mendengar khutbah [dikeluarkan Bukhori]
وعن سلمان الفارسي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ من قوله قال لا تكونن إن استطعت أول من يدخل السوق ولا آخر من يخرج منها، فإنها معركة الشيطان وبها ينصب رايته. رَوَاهُ مُسْلِمٌ هكذا.
Dari Salman Alfarisi rodliyallohu anhu dari perkataannya : bila engkau mampu maka janganlah engkau menjadi orang yang pertama memasuki pasar dan jangan menjadi orang yang terakhir keluar darinya, karena di dalamnya terdapat genderang perang setan dan setan menancapkan benderanya [HR Muslim]
ورواه البرقاني في صحيحه عن سلمان قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم لا تكن أول من يدخل السوق ولا آخر من يخرج منها، فيها باض الشيطان وفرّخ
Diriwayatkan oleh Albarqoni dalam shohihnya dari Salman bersabda rosululloh shollallohu alaihi wasallam : janganlah engkau menjadi orang yang pertama kali memasuki pasar dan jangan menjadi orang yang terakhir kali keluar darinya
Akan tetapi meskipun demikian tidak dilarang memasuki pasar karena pada prinsipnya salah satu ciri khas yang melekat pada diri para nabi adalah biasa pergi ke pasar
وَقَالُوْا مَالِ هذَاالرَّسُوْلِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِى فِى الأَسْوَاقِ لَوْلاَ أنْزِلَ إلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُوْنَ مَعَهُ نَذِيْرًا
Dan mereka berkata: "Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang Malaikat agar Malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?, [alfurqon : 7]
وَمَا أرْسَلْنَاكَ قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ إلاَّ أنَّهُمْ لَيَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَيَمْشُوْنَ فِى الأَسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أتَصْبِرُوْنَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيْرًا
Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha melihat. [alfurqon : 20]
Tentunya kepergian kita ke pasar harus di sertai ilmu yang benar supaya kita tidak terjerumus oleh makar setan sebagaimana Umar bin Khothob dalam riwayat disebutkan biasa keliling pasar dan memukul sebagian pedagang seraya berkata : tidak boleh berdagang di pasar kami kecuali yang sudah faqih ( mengerti aturan jual beli sesuai islam ) kalau tidak mengerti lalu tetap berdagang maka ia pasti akan melakukan transaksi ribawi sadar atau tidak sadar
Maroji’ :
Fiqh sunnah, Sayyid Sabiq juz 3 hal 125
1. Pasar adalah tempat yang paling dibenci Alloh sedangkan masjid adalah tempat yang paling dicintai Alloh
وعن أبى هريرة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قال أحب البلاد إلى اللَّه مساجدها وأبغض البلاد إلى اللَّه أسواقها رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu dari
nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : tanah yang paling Alloh cintai adalah masjid sedangkan tanah yng paling Alloh benci adalah pasar [HR Muslim]
Hal ini disebabkan karena masjid adalah rumah Alloh yang namaNya sering disebut, alquran dibaca dan sholat ditegakkan di dalamnya. Sementara pasar adalah tempat dimana Alloh sering dilupakan, ketika pembeli membludak maka adzan berkumandang dianggap angin lalu, penipuan dan sumpah palsu tidak pernah sepi kita jumpai di dalamnya
2. Tahjir (bersegera) datang ke masjid sangat dianjurkan, sementara untuk pasar dianjurkan bagi kita agar bukan orang yang paling awal datang dan terakhir kali keluar darinya
إذَا كانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ قَامَ عَلَى كُلِّ بَابٍ مِنْ أبْوَابِ الْمَسْجِدِ مَلائِكَةٌ يَكْتبُوْن النَّاسَ الأَوَّلَ فَالأّوَّلّ فَالْمُهَجِّرُ إلى الْجُمُعَةِ كالْمُهْدِى بَدَنَةً ثُمَّ الَّذِى يَلِيْهِ كَالْمُهْدِى بَقَرَةً ثُمَّ الَّذِى يَلِيْهِ كَالْمُهْدِى كَبْشًا حَتَّى ذَكَرَ الدَّجَاجَةَ وَالبَيْضَةَ فَإِذَا جَلَسَ الإمَامُ طَوِيَتِ الصُّحُفُ وَاسْتَمَعُوا الْخُطْبَة أخرجه بخارى
Apabila hari jumat tiba maka akan berdiri di tiap-tiap pintu masjid para malaikat yang menulis manusia yang datang awal dan seterusnya.Maka siapa yang datang paling awal pahalanya seolah-olah berkorban dengan seekor onta,yang datang selanjutnya seolah-olah berkorban dengan seekor sapi,yang datang berikutnya seolah olah berkorban dengan seekor kambing kibas hingga beliau menyebut ayam dan telor. Bila imam telah duduk maka lembaran dilipat dan mereka siap mendengar khutbah [dikeluarkan Bukhori]
وعن سلمان الفارسي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ من قوله قال لا تكونن إن استطعت أول من يدخل السوق ولا آخر من يخرج منها، فإنها معركة الشيطان وبها ينصب رايته. رَوَاهُ مُسْلِمٌ هكذا.
Dari Salman Alfarisi rodliyallohu anhu dari perkataannya : bila engkau mampu maka janganlah engkau menjadi orang yang pertama memasuki pasar dan jangan menjadi orang yang terakhir keluar darinya, karena di dalamnya terdapat genderang perang setan dan setan menancapkan benderanya [HR Muslim]
ورواه البرقاني في صحيحه عن سلمان قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم لا تكن أول من يدخل السوق ولا آخر من يخرج منها، فيها باض الشيطان وفرّخ
Diriwayatkan oleh Albarqoni dalam shohihnya dari Salman bersabda rosululloh shollallohu alaihi wasallam : janganlah engkau menjadi orang yang pertama kali memasuki pasar dan jangan menjadi orang yang terakhir kali keluar darinya
Akan tetapi meskipun demikian tidak dilarang memasuki pasar karena pada prinsipnya salah satu ciri khas yang melekat pada diri para nabi adalah biasa pergi ke pasar
وَقَالُوْا مَالِ هذَاالرَّسُوْلِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِى فِى الأَسْوَاقِ لَوْلاَ أنْزِلَ إلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُوْنَ مَعَهُ نَذِيْرًا
Dan mereka berkata: "Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang Malaikat agar Malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?, [alfurqon : 7]
وَمَا أرْسَلْنَاكَ قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ إلاَّ أنَّهُمْ لَيَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَيَمْشُوْنَ فِى الأَسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أتَصْبِرُوْنَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيْرًا
Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha melihat. [alfurqon : 20]
Tentunya kepergian kita ke pasar harus di sertai ilmu yang benar supaya kita tidak terjerumus oleh makar setan sebagaimana Umar bin Khothob dalam riwayat disebutkan biasa keliling pasar dan memukul sebagian pedagang seraya berkata : tidak boleh berdagang di pasar kami kecuali yang sudah faqih ( mengerti aturan jual beli sesuai islam ) kalau tidak mengerti lalu tetap berdagang maka ia pasti akan melakukan transaksi ribawi sadar atau tidak sadar
Maroji’ :
Fiqh sunnah, Sayyid Sabiq juz 3 hal 125
Alloh mengajak bertransaksi
Alloh mengajak bertransaksi
Alloh mengajak bertransaksi, siapa yang akan menyambut ajakanNya ? Inilah transaksi yang agung yang Alloh tawarkan kepada hambaNya :
إنَّ الله اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ أنْفُسَهُمْ وَأمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُوْنَ فِي سَبِيْلِ الله فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْراةِ وَالإنْجِيْلِ وَالْقُرْانِ وَمَنْ أوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ الله فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَالِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin nyawa dan harta mereka dengan memberikan aljannah untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar. [attaubah : 111]
Dengan bahasa yang indah Alloh mengajak kepada kita untuk berjihad fi sabilillah dimana jihad ditamtsilkan dengan transaksi jual beli, secara berurutan ayat ini menerangkan :
Pembeli : Alloh
Penjual : orang beriman
Barang dagangan : nyawa dan harta
Alat tukar : aljannah
Tempat transaksi : medan jihad fi sabilillah
Kwitansi : taurot, injil dan alquran
Resiko : membunuh musuh atau terbunuh
Alloh mengajak bertransaksi, siapa yang akan menyambut ajakanNya ? Inilah transaksi yang agung yang Alloh tawarkan kepada hambaNya :
إنَّ الله اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ أنْفُسَهُمْ وَأمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُوْنَ فِي سَبِيْلِ الله فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْراةِ وَالإنْجِيْلِ وَالْقُرْانِ وَمَنْ أوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ الله فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَالِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin nyawa dan harta mereka dengan memberikan aljannah untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar. [attaubah : 111]
Dengan bahasa yang indah Alloh mengajak kepada kita untuk berjihad fi sabilillah dimana jihad ditamtsilkan dengan transaksi jual beli, secara berurutan ayat ini menerangkan :
Pembeli : Alloh
Penjual : orang beriman
Barang dagangan : nyawa dan harta
Alat tukar : aljannah
Tempat transaksi : medan jihad fi sabilillah
Kwitansi : taurot, injil dan alquran
Resiko : membunuh musuh atau terbunuh
4 macam anak menurut alquran
4 macam anak menurut alquran
1. Ziinatun (hiasan)
الْمَالُ وَالْبَنُوْنُ زِيْنَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. [Alkahfi : 46]
Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata : zinatun adalah : dengannya dunia menjadi indah.
Dengan tingkah polahnya yang lucu, ucapan-ucapannya yang sering membuat orang tua terhibur. Disaat sang ayah pulang kerja dalam keadaan lelah maka semuanya hilang manakala si kecil yang penuh jenaka menyambutnya dengan girang.
2. Qurrotu a’yun (penyejuk hati)
والّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْنُتَّقِيْنَ إمَامًا
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. [alfurqon : 74]
Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata : bahwa makna qurrotu a’yun adalah : menyejukkan pandangan mata karena mereka mempelajari huda (tuntunan Alloh) lalu mengamalkannya dengan mengharap ridlo Alloh.
Anak seperti ini diwakili oleh Ismail yang senantiasa taat kepada orang tua dalam menjalankan perintah Alloh sehingga keduanya berhasil membangun ka’bah dan hari raya korban tidak lain adalah untuk memperingati ketaatan Ismail kepada perintah Alloh
3. ‘Aduwwan lakum (musuh bagi orang tua)
يَاأيُّهَا الّّذِيْنَ امَنُوْا إنَّ مِنْ أزْوَاجِكُمْ وَأوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ
Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Attaghobun : 14]
Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata : bahwa makna aduwwan lakum adalah : melalaikanmu dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh atau senantiasa menentangmu dalam urusan din dan dunia.
Anak model seperti ini diwakili oleh Kan’am yang selalu menentang bapaknya nabi Nuh alaihissalam.
4. Fitnah
إنَّمَا أمْوَالُكُمْ وَأوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [attaghobun : 15]
Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata : makna fitnah adalah : ujian yang bisa memalingkanmu dari ketaatan atau terjerumus dalam perbuatan maksiat.
Betapa banyak orang tua karena untuk membiayai kebutuhan hidup anaknya maka sebagian taqorrub kepada Alloh terkurangi
Dari anak-anak anda saat ini, pada nomor berapakah mereka berada ?
Maroji’ : aisaruttafasir, Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi hal 839, 1038, dan 1640
1. Ziinatun (hiasan)
الْمَالُ وَالْبَنُوْنُ زِيْنَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. [Alkahfi : 46]
Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata : zinatun adalah : dengannya dunia menjadi indah.
Dengan tingkah polahnya yang lucu, ucapan-ucapannya yang sering membuat orang tua terhibur. Disaat sang ayah pulang kerja dalam keadaan lelah maka semuanya hilang manakala si kecil yang penuh jenaka menyambutnya dengan girang.
2. Qurrotu a’yun (penyejuk hati)
والّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْنُتَّقِيْنَ إمَامًا
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. [alfurqon : 74]
Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata : bahwa makna qurrotu a’yun adalah : menyejukkan pandangan mata karena mereka mempelajari huda (tuntunan Alloh) lalu mengamalkannya dengan mengharap ridlo Alloh.
Anak seperti ini diwakili oleh Ismail yang senantiasa taat kepada orang tua dalam menjalankan perintah Alloh sehingga keduanya berhasil membangun ka’bah dan hari raya korban tidak lain adalah untuk memperingati ketaatan Ismail kepada perintah Alloh
3. ‘Aduwwan lakum (musuh bagi orang tua)
يَاأيُّهَا الّّذِيْنَ امَنُوْا إنَّ مِنْ أزْوَاجِكُمْ وَأوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ
Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Attaghobun : 14]
Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata : bahwa makna aduwwan lakum adalah : melalaikanmu dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh atau senantiasa menentangmu dalam urusan din dan dunia.
Anak model seperti ini diwakili oleh Kan’am yang selalu menentang bapaknya nabi Nuh alaihissalam.
4. Fitnah
إنَّمَا أمْوَالُكُمْ وَأوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [attaghobun : 15]
Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi berkata : makna fitnah adalah : ujian yang bisa memalingkanmu dari ketaatan atau terjerumus dalam perbuatan maksiat.
Betapa banyak orang tua karena untuk membiayai kebutuhan hidup anaknya maka sebagian taqorrub kepada Alloh terkurangi
Dari anak-anak anda saat ini, pada nomor berapakah mereka berada ?
Maroji’ : aisaruttafasir, Syaikh Abu Bakar Jabir Aljazairi hal 839, 1038, dan 1640
Langganan:
Postingan (Atom)



